
mentari terbangun di tengah malam ketika mendengar dring telpon di ponsel nya mentari menjawab telpon itu tanpa melihat nama yang tertera di kontak ponsel nya dengan setengah kesadaran menjawab ucapan seseorang di balik telpon......
"Hallo..... " ucap jofanes
"Ia.... " ucap mentari sangat
"lo di mana tar....? " tanya jofanes
"aduh fan ini jam 11 malem lo ngapain nanya in gw di mana ganggu orang tidur aja.... " ucap mentari
"tar lo harus ke rumah sakit sekarang ini menyangkut tentang riko.... " ucap jofanes dengan suara menangis
"riko kenapa fan ngomong yang jelas dan pelan-pelan..... " ucap mentari
"denyut nadi nya melemah tar riko kritis lagi....." ucap jofanes
mentari yang mendengar ucapan jofanes bangkit berkali-kali Ia menepuk kedua pipi nya berharap bahwa ia sedang bermimpi dan ini tidak nyata tetapi tidak ini nyata tanpa mentari sadari air mata nya jatuh bergegas ia bangkit dari tempat tidur mengganti baju dan meraih ponsel nya.......
__ADS_1
mentari berlari ke barak tetapi tidak di sengaja bertemu dengan berlian yang sedang melakukan piket berjaga malam ini bersama dengan sersat Toby dan anggota Tim lain nya berlian yang melihat mentari berlari sambil menangis menghampiri mentari......
"kamu kenapa....? " tanya berlian
"kak anterin aku sekarang ke rumah sakit riko kritis kak aku mohon.... " ucap mentari
tanpa menjawab berlian menarik mentari menuju mobil nya dengan kecepatan sedang berlian menjalankan mobil nya sedangkan mentari tak henti-henti nya menangis berlian tau apa yang mentari rasa kan sekarang riko adalah sahabat baik untuk mentari setelah jofanes......
mentari mengingat momen-momen diri nya bersama dengan kedua sahabat nya momen di mana riko selalu membuat nya tertawa yang selalu meminta di traktir makan, yang selalu memanjakannya dia rindu riko yang dulu suka menjewer telinga nya jika bersalah, yang selalu menghabiskan makanan nya Ia rindu suasana sekolah dulu......
setiba nya di lobby mentari keluar berlari begitu saja tanpa menunggu berlian Ia berlari menuju ruangan riko terlihat jofanes duduk di depan pintu menangis, langkah mentari menjadi berat hal yang tidak pernah Ia inginkan adalah kehilangan Ia pikir riko akan bertahan dan terbangun.......
"mentari..... " ucap jofanes berdiri
"di mana riko....? " tanya mentari
"riko udah gk ada tar.... " ucap jofanes
__ADS_1
"gk mungkin..... " teriak mentari masuk kedalam ruangan riko
terlihat dokter Arga yang akan mencabut semua alat dan impus yang terpasang di badan riko mentari mendekat Ia melarang arga untuk melepas alat-alat itu mentari menggenggam erat tangan riko lalu menatap wajah sendu milik riko......
"riko lo kenapa jahat sama gw dan jofanes kenapa lo ninggalin gw lo tega ko lo tau kan gw udah kehilangan mamah ayah, melda dan sekarang kenapa lo biarin gw ngerasain yang nama nya kehilangan lo gk kangen sama gw sama jofanes kita di sini buat lo kita di sini selalu berharap lo dasar dan kembali kumpul sama kita semua gw kangen ko....... " ucap mentari menangis
"lo inget gk tangan ini yang suka ngelus Kepala gw, dan yang suka jailin gw, lo inget gk masa di mana kita sering bolos, di hukum bertiga lo tau gk sekarang gw udah jadi pengacara sesuai cita-cita gw dan lo tau sekarang jofanes berdiri di sini juga dia keren banget pakek seragam BIN lo bilang pengen jadi pengusaha restoran ayok sadar ko sadar gw sayang sama kalian berdua kalian berdua sahabat baik gw bangun lo gk tau betapa hancur nya gw liat lo kek gini...." ucap mentari berlian mendekati mentari berlian memeluk erat mentari agar lebih tenang
tiba-tiba sebuah benda di samping riko hidup kembali dokter arga yang melihat itu terkejut denyut nadi riko kembali lagi dengan cepat dokter arga bersama dengan dua perawat mencoba mengecek keadaan riko sekarang......
"ini hal yang langka denyut nadi riko kembali lagi tar dia sudah melewati masa kritis nya ke mungkinan besar ini terjadi karna dorongan semangat dan dukungan dari orang-orang yang dia sayangi kemarin sudah Saya jelas kan kepada jofanes bahwa riko enggan untuk dasar dari koma nya karna dia merasa hidup nya tidak berguna..... " ucap arga
"apa benar itu dok riko sudah melewati masa koma nya kenapa dia belum sadar juga....? " tanya berlian
"tubuh nya masih lemah besok pagi dia akan sadar saya permisi jofanes mentari, dan anda kapten.... " ucap arga
di angguki oleh mentari dan jofanes
__ADS_1
mentari memutuskan untuk menginap di rumah sakit bersama dengan jofanes awal nya jofanes melarang tetapi mentari tetap berisikeras meminta untuk menginap di rumah sakit berlian kembali ke barak Karna hal yang tidak mungkin Ia meninggal barak walau sebenarnya ia ingin menemani mentari di Sana bisah di bilang berlian cemburu jika mentari hanya berdua bersama jofanes......
happy ready....