
mentari berjalan beriringan dengan Jofanes yang tidak berhenti menodong nya dengan berbagai pertanyaan........
mentari dan jofanes melihat riko yang sedang melamun menatap kearah wanita yang sedang asik memotres setiap menu yang ada di restoran itu.....
"hoy ngeliatin apa lo...... " ucap mentari
"Apa sih tar bikin kaget aja..... " ucap riko
sambil mengelus dada nya
"lebay deh loh..... " celetuk jofanes
mentari melirik ke arah mana mata riko tertuju mata mentari memicing setelah melihat dan mengingat-inget wanita di Sana.....
"kek gk asing ya tuh cewek..... " ucap mentari
"itu diandra......" celetuk riko
"daibak daibak....... " teriak mentari
"berisik tar...... " ucap jofanes
"terus kenapa gk lo samperin malah ngeliatin dari jauh....? " tanya jofanes
"dia selalu minta gw supaya gk deket-deket sa dia....... " ucap riko
"sedih banget sih lo riko, gw punya rencana sekarang lo samperin dia...... " ucap mentari
mentari mendorong paksa tubuh riko agar mendekat ke arah riko, riko berusaha menolak tetapi jofanes juga ikut menolong mentari hingga mau tak mau riko duduk di hadapan diandra yang terlihat tidak menghiraukanya........
"kamu udah makan.....? " tanya riko
"belum...... " ucap diandra tetap sibuk mengambil gambar
"ya udah kamu duduk di sini aku suruh pegawai aku buat anter makanan..... " ucap riko memanggil pegawai nya
tidak butuh waktu lama makanan sudah siap riko menarik tangan diandra untuk duduk di hadapannya sedangkan kini mentari berjalan mendekat ke arah riko dan diandra, mentari duduk di samping riko.......
__ADS_1
"sayang..... " ucap mentari penuh penekanan
membuat riko terkejut riko yang ingin menentang ucapan nya barusan karna takut diandra Akan salah paham tetapi ia mengurungkan niatnya setelah mendepatkan cubitan di pinggangnya......
"diandra kamu diandra kan, adek kelas kita dulu ya sayang...... ? " tanya mentari menatap ke arah diandra lalu menatap riko
"i-a..... " ucap riko gugub
"aduh apa kabar diandra....." ucap mentari
"baik kak...." ucap diandra
"bagus lah sayang kamu kok keringetan gini sih kamu gugub deket aku atau gugub deket diandra kamu masih suka ya atau masih sayang sama diandra..... " ucap mentari
menghapus Keringat riko menggunakan lab tangan di mejah sedang kan dari kejauhan jofanes tertawa puas melihat raut wajah riko yang ke bingunan sedari tadi.....
"hemm aku harus pergi sama jofanes sekarang kalian berdua nikmatin makan nya ya diandra aku pergi dulu..... " ucap mentari Bangkit lalu meninggalkan riko dan diandra
diandra meletakkan garpu dan sendok ke atas piring ia meraih tas dan camera nya lalu hendak pergi meninggalkan riko tetapi dengan cepat riko menahan pergelangan tangan diandra membuat diandra merasa muak.....
"apa lagi..... " ucap diandra malas
"kamu cemburu sama mentari, kenapa langsung pergi gitu aja....." ucap riko
"untuk apa aku cemburu kakak siapa aku.....? " tanya diandra
"dengerin aku tadi mentari cuma bersandiwara kita berdua cuma temen ini semua supaya aku tau gimana perasaan kamu ke aku Ternyata masih ada rasa cemburu kan di hati kamu..... " ucap riko
"ooh jadi perasaan aku ini cuma mainan buat kak ya, Ternyata kakak gk pernah berubah ya masih suka mainin perasaan cewek aku muak deket kak mulai besok kakak cari fotografer lain dan soal perasaan aku bakal aku buang jauh-jauh..... " ucap diandra pergi meninggalkan riko yang masih mematung
"arkssss..... " riko membanting mejah yang berisi makanan tadi hingga hancur
setelah Mengantar jofanes ke apartment nya mentari menjalankan mobil nya menuju taman terdekat ia ingin menenangkan pikiran nya mentari berjalan menyusuri taman hingga menemukan bangku dan duduk di sana.....
baru saja duduk mentari sudah di kejutkan dengan Sosok kakek yang terjatuh di tanah tepat tak jauh dari nya dengan cepat mentari berlari menuju kakek-kakek itu......
mentari berteriak meminta tolong kepada orang-orang yang ada di taman untuk menolong nya membawak sang kakek ke dalam mobil nya......
__ADS_1
"kenapa ini mba......? " tanya orang-orang kepada mentari
"saya juga gk tau dia kek nya pinsan tolong bawak ke mobil saya.... " ucap mentari
setiba nya di rumah sakit Sosok kakek-kakek itu langsung di tangani oleh dokter Bella membuat mentari terkejut bukan kah Bella menjadi relawan mengapa dia ada di rumah sakit ini.....
mentari setia menunggu di luar ruangan kakek yang sedang di periksa oleh Bella, hampir setengah jam mentari menunggu akhir nya Bella keluar dari ruangan kakek tersebut....
"apa itu kakek mu.....? " tanya dokter Bella
"bukan tadi aku menolong nya di taman.... " ucap mentari
"dimana keluarganya.... " ucap dokter Bella
"aku bilang tidak tau ada apa dengan kakek itu biar aku saja yang bertanggung jawab dengannya.... " ucap mentari
"kakek itu mengalami kangker otak stadium 4 nanti aku Akan melakukan ronsen agar memastikannya sekali lagi..... " ucap dokter Bella
"apa tidak bisah melakukan operasi...?" tanya mentari
"melakukan operasi kemungkinan untuk berhasilnya kecil sekali..... " ucap dokter Bella
"lakukan yang terbaik untuk nya aku Akan bertanggung jawab kepada kakek..... " ucap mentari
"baik lah aku permisi.... " ucap dokter Bella di angguki mentari
ketika mentari hendak meraih gagang pintu ruang kakek beberapa suster berlarian mendekat ke arah Bella yang jarak nya juga tidak terlalu jauh dari mentari sekarang.....
"dokter pasien yang bernama berlian kembali mengamuk dan melempar semua makanan ke lantai..... "ucap suster
"baik lah ayok kita ke Sana sekarang...... " ucap dokter Bella berlari di ikuti kedua suster itu
mentari yang mendengar suster itu menyebut nama berlian seketika mematung apa itu berlian yang sama atau orang berbeda dan atau dia salah mendengar nama......
"mungkin itu berlian yang berbeda atau aku salah mendengar nama sangking kangen nya aku sama kak berlian..... " gumam mentari melanjutkan langkah nya
happy ready🦋🥰
__ADS_1