Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 162


__ADS_3

"cerita apa sih kek nya seru banget sampek mentari dateng di cuekin.... " ucap mentari meletakkan bungkus bubur ke atas meja


"mentari kamu sudah datang kenapa lama sekali.....? " tanya berlian


"tadi gk sengaja ketemu temen di kantin yaudah jadi ngobrol deh.... " ucap mentari


"laki-laki apa prempuan....? " tanya berlian penuh penekanan


"prempuan kakak.... " ucap mentari


"seperti nya pacar mu ini cemburuan cu hi hi..... .. " ucap kakek herman


"kakek bisah aja ih..... " ucap mentari tersenyum manis


setelah menyuapi kakek herman bubur dan memberi obat mentari dan berlian pamit untuk pulang, di jalan menuju lobby rumah sakit mentari menatap jam di pergelangan tangan nya masih pukul 11 siang ia bosan jika harus cepat-cepat kembali ke apartemen....


"kakak bagaimana kalo kita ke pasar malam........ " ucap mentari


"yang benar saja ini siang sayang mana ada pasar malam di siang hari...... " ucap berlian


"bukak kak ayok tapi biar lebih seru kita ajak Reza..... " ucap mentari


"Reza..... ? " tanya berlian


"ia Reza sekarang kita ke sekolahnya sebentar lagi dia pulang yuk.... " ucap mentari


mentari mengendarai mobil nya menuju sekolah Reza benar saja tidak butuh waktu lama menunggu Reza sudah berlari keluar dari kelas nya.....


betap bahagia nya Reza hari ini bahwa yang menjemputnya adalah orang yang sedang ia rindukan selama ini.....


"papah mamah..... " teriak Reza berlari


"Hallo ganteng..... " ucap berlian


"papah kemana aja papah tau gk mamah sering nangis di kamar sendirian katanya kangen papah.... " ucap Reza

__ADS_1


"papah gk kemana-mana.... " ucap berlian membelai rambut Reza


"sudah Reza mau gk ikut mamah ke pasar malam sekarang....? " tanya mentari


"mau dong mah apa lagi sama papah tapi kenapa papah harus bawak tongkat mah....? " tanya Reza


"sayang tongkat ini berguna untuk membantu papah lian untuk berjalan sebagai petunjuk jalan karna mata papah sedang sakit.... " ucap mentari di angguki Reza


setelah memberi kabar kepada rains bahwa Reza bersama dengan nya ia melanjutkan jalan menuju pasar malam, di sepanjang jalan di dalam mobil Reza tak mau turun dari pangkuan berlian yang duduk di samping mentari yang sedang mengendarai mobil.....


"sayang duduk di belakang ya kasian papah lian nya pegel tuh Paha nya.... " ucap mentari


"udah biarin aja.... " ucap berlian


sesudah memarkirkan mobil mentari membukak pintu untuk berlian dan Reza mereka berdua berjalan beriringan memasuki lapangan walau siang masih banyak orang-orang yang berkunjung untuk sekedar membeli cemilan di Sana....


dari lawan arah segrombolan remaja berjalan tanpa menghadap ke depan hampir menabrak berlian tetapi dengan sigap mentari menaju untuk menutupi tubuh berlian.....


"maaf mba.... " ucap salah satu prempuan


ia tidak sudah dengan tatapan para bibit plakor menatap berlian ia kesal melihat mereka memuji ketampanan berlian.....


"yaampun tampan sekali.... " *gumam mereka


"kayak ji chang wok yang artis korea itu loh.... "


"ia benar duh pengen cubit pipi nya deh*.... "


Reza yang tau bahwa sang mamah tidak suka dengan tatapan para prempuan mencoba menolong sang mamah dengan pintar nya Reza menggenggam tangan berlian dan mentari......


"mamah papah ayok kita naik sangkar burung itu.... " ucap Reza


"yah ternyata sudah menikah yuk pergi yuk.... " mereka pergi dengan banyak ucapan kecewa yang mereka lontarkan....


mentari tersenyum menatap reza ia tidak menyangka bahwa Reza akan melakukan hal itu ia mencubit gemes kedua pipi reza.....

__ADS_1


mentari menjinjit hendak mencium pipi berlian tetapi berlian menghindar membuat mentari kesal bertubi-tubi


"is aku mau semua prempuan di sini tau kalo kakak itu udah punya pacar..... " ucap mentari


berlian tersenyum manis ia melangkah satu langkah lebih dekat lagi kepada mentari lalu mencium kening, pipi kiri lalu pipi kanan kentari tanda kepemilikannya.....


"tanda kepemilikan bahwa berlian itu punya mentari begitu pula sebaliknya.... " ucap berlian


"ak au aku masih kecil pah mah gk boleh liat gitu..... " ucap Reza menutup kedua mata nya


"hahaha ayok kita tos dulu sayang kamu pandai sekali membuat semua prempuan itu tadi pergi dan membuat mamah mu tidak berkelahi dengan para prempuan itu.... " ucap berlian


"baik lah pah.... " ucap Reza


mentari mengajak berlian dan Reza untuk naik ke salah satu wahana di Sana karna hari masih siang mentari mengelaurkan uang cukup banyak untuk menyewa permainan di Sana.....


kini mentari, berlian dan Reza sudah di dalam satu wahana yang tak lain adalah sangkar burung mereka menikmati pemandangan bawah kota yang letak nya tak jauh dari pasar malam tersebut....


mentari menatap wajah tampan berlian bibir nya hemm merah merona seperti bibir prempuan ia teringat kecupan pertama yang di beri kan berlian pertama kali kepada nya....


entah dorongan dari mana mentari menatap ke arah Reza yang sedang asik memandangi pemandangan di bawah Sana lalu mentari mendekat kan wajah nya kepada berlian naas ternyata berlian mengetahui tindakkannya membuat mentari malu.....


"seharus nya pria yang melakukan nya itu... " ucap berlian


mentari terkejut dengan ucapan berlian barusan ia kembali duduk di kursi nya dengan rasa malu yang mendalam


"kakak bisah melihat..... " ucap mentari


"aku bisah melihat dengan jarak satu meter.... " ucap berlian


"emmm maaf.... " ucap mentari


bukan nya menjawab tanpa permisi berlian mengecup bibir mentari walau singkat tapi cukup membuat mentari terkejut karna perlakuan berlian barusan........


berlian tersenyum lalu mengelus pipi mentari dengan ibu jari nya.....

__ADS_1


happy ready.....


__ADS_2