Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 64


__ADS_3

setelah memastikan ponselnya terisi mentari menggendong rasya lalu meraih pergelangan tangan reza mereka bertiga keluar bersamaan dari kamar mentari menuju meja makan.....


"udah bangun....?" tanya citra


"ia mba.... " jawab mentari singkat


sosok laki-laki tampan menatap mentari dari atas kepala hingga kaki melihat penampilan mentari yang sedikit kurang rapi lebih tepat nya acak-acakan dengan rambut yang di Ikat asal....


mentari memberikan rasya kepada citra dan reza kepada rains lalu ikut duduk dan menikmati makan malam tanpa menghiraukan tamu yang datang sedari tadi.....


mentari hendak mengambil segelas air minum namun sudah di dahului oleh seorang pria tersebut memberikan segelas air minum kepada nya....


mentari menatap ke arah sosok pria tersebut ia mengambil gelas yang di sodorkan pria itu kepada nya.....


"siapa....? " tanya mentari


"hem dari tadi kamu makan baru sadar kalo ada tamu kenalik ini arga sepupu jauh mba citra mu.... " jelas rains


"ooooo kenalin nama gw mentari Claudia inggri panggil aja mentari....." ucap mentari menguluarkan tangannya memperkenal kan diri nya


"arga.... "ucap arga


"gitu doang nama lo sesingkat itu... " ucap mentari meraih satu buat jeruk dan memakannya arga nya menanggapi dengan seutas senyum ramah


"kak mobil Aku gimana besok kan Aku harus pindah ke apartemen dan nyari kampus...? " tanya mentari


"lo mentari kok kamu gk tinggal di sini aja sama mba dan abang mu.... ? " tanya citra

__ADS_1


"mentari mau tinggal sendiri aja mba belajar mandiri.... " ucap mentari


"mobil kamu di depan noh besok arga yang akan antar kamu ke apartemen dan mencari kampus dia juga akan mendaftarkan di kampus yang sama dengan kamu..... " ucap rains


"bilang aja abang sengaja gk asik ihhhh.... " ucap mentari bangkit berjalan menuju kamar nya


"mau kemana ini kan ada tamu temenin dulu...... " teriak rains


"mager mentari kau vidiocall sama jofanes dan riko.... " teriak mentari tak kalah juga


arga tidak melepas sedikit pun tatapan nya kepada mentari baru kali ini ada sosok wanita yang tidak terpesona dengan wajah nya biasanya wanita akan mencari-cari perhatian nya sedangkan mentari biasa saja menatap diri nya....


mentari menghubungi kedua sahabatnya jofanes dan riko kurang dari 5 detik vidiocall mereka ber langsung....


"hy....... " sapa mentari


"biasa aja jangan teriak-teriak bukan hutan.... " ucap mentari


"gimana lo di Sana tar...? " tanya jofanes


"abang gw nyediain gw body guard tampan wkwkw... " canda mentari


"inget berlian tar hahaha.... " ucap jofanes


"ia.... " ucap mentari membuat wajah nya terlihat murung


"kenapa lo keliatanya sedih tar....? " tanya riko

__ADS_1


"kak berlian gk pernah kasih kabar ke gw fan, ko..... " ucap mentari sendu


"jangan sedih dong kan bentar lagi berlian selesai pendidikan nanti lo bisah samperin dia pas pelantikan tar..... "hibur jofanes


" emmm yaudah gw tutup dulu telponnya by by.... "ucap mentari menutup telpon


mentari mencari daftar nama ibu berlian ia ingin menanyakan kabar ibu dan berlian juga pasti nya


"Hallo ibu..... "ucap mentari


"Hallo nak apa kabar tumben nelpon ibu......? "tanya ibu


"bu maaf ya mentari belum sempet jenguk ibu soalnya sekarang mentari lagi ngurus masalah kuliah..... "ucap mentari


"gkpapa nak ibu ngerti kok....? " ucap ibu


"bu apa kak berlian memberi kabar lagi kepada ibu....? " tanya mentari


"ia nak berlian me minta ibu datang di saat acara pelantikan diri nya tapi ibu tidak bisah hadir apa kamu bisah menggantikan


ibu nak....?" tanya ibu


"emmm bis-ah bu mentari usahakan...." ucap mentari terbata menahan tangisnya


"yaudah ibu tutup telpon nya ya... " ucap ibu memutuskan sambungan telpon


mentari menatap layar ponsel nya setetes air mata jatuh tepat di layar ponsel nya apa ia harus meragukan berlian kali ini apa ia harus datang tanpa di minta langsung oleh berlian....

__ADS_1


happy ready.....


__ADS_2