
bulan demi bulan sudah terlewat tepat nya kini sudah tiga bulan dari ke pulang an riko kini riko sudah beraktifitas seperti semula tak hanya itu saja kedua sahabat nya memberi Ia modal untuk membuat sebuah usaha restoran dan kini restoran yang Ia miliki sudah berkembang pesat dan cukup terkenal.....
seperti hari ini mentari meminta kedua sahabat nya untuk menemani diri nya berjalan-jalan di mall membeli sebuah baju yang akan Ia kenakan besok tentu saja kedua sahabat nya menyetujui ajakannya Karna benar mereka bertiga akhir-akhir ini di sibuk kan dengan kerjaan masing-masing......
entah sudah berapa toko baju yang mentari masuki tetapi tidak ada satu pun yang cocok menurut nya, sesekali jofanes mengeluh Karna hal itu tetapi tidak membuat mentari goyah.....
akhirnya riko memutuskan membeli minum untuk mereka bertiga tentu saja Ia merasa haus mengelilingi mall dari pagi hingga menjelang siang dan akhirnya mentari menemukan dress berwarna crimee cocok dengan kulutnya yang putih, jofanes dan riko mengucapkan syukur dan bisah bernapas lega.....
riko mengajak kedua sahabat nya masuk ke dalam restoran untuk beristirahat dan makan jujur kedua betis riko meresa pegal dan keram begitu pula dengan jofanes yang sedang mengelap keringat menggunakan tisyu yang ada di atas mejah.....
"tar buat apa lo beli baju bukan nya baju lo banyak....? " tanya riko
"tau nih sampek Pegek kaki gw begini rasanya nemenin cewek belanja untuk setiap tasya minta temenin belanja gw selalu gk bisah dari pada menemib cewek belanja mending gw joging 50puteran.... " ucap jofanes mengeluh
"besok berlian pulang..... " ucap mentari mata memancarkan ke bahagian
"yealah.... " ucap riko menoel jidat mentari
"parah lo tar.... " ucap jifanes
"kalian gk tau rasa nya sih gw pengen tampil cantik besok biar kak berlian makin cinta.... " ucap mentari mengedipkan kedua mata nya
"yadeh sekarang makan dulu.... " ucap jofanes di angguki kedua sahabat nya
__ADS_1
hari semakin malam mentari dan kedua sahabat nya memutuskan untuk pulang mentari meminta untuk di antar kan pulang ke rumah rains Karna mentari merindukan keponakannya reza.....
ketika mentari tiba di rumah rains mentari melihat hailhild prempuan di rak sepatu dengan hati bertanya-tanya mentari masuk kedalam rumah mentari mencari keberadaan reza ternyata reza ada di dalam kamar terlihat murung tidak seperti bias nya......
"sayang reza ini mamah..... " ucap mentari
"mamah.... " reza mendekat ke arah mentari lalu menangis
"kenapa sayang....? " tanya mentari
"tante itu jahat mamah dia suka marahin reza, reza gk suka papah sekarang jarang nemenin reza main, reza mau tinggal sama mamah lagi.... " ucap reza menangis
mentari memeluk tubuh mungil reza berharap agar reza berhenti menangis sekilas mentari mendengar suara tertawa dari arah dapur mentari melepas pelukan nya lalu menatap reza lekat.....
"reza masukin baju-baju reza kedalam koper ini mamah ke dapur bentar ya sayang..... " ucap mentari mengelus Kepala reza
mentari keluar dari kamar reza menuju dapur suara gelak tawa semakin terdengar mentari melihat rains bersama dengan wanita **** yang sedang bergelantungan manja di bahu mentarj, mentari juga mendengar bahwa prempuan itu meminta tas seharga pantastis dengan emosi penuh mentari menarik tangan prempuan itu dari bahu abang nya....
"mentarj..... " bentak rains
"abang apa-apan sih dia siapa ha..... " ucap mentari tak kalah berteriak
"skretaris abang dan juga pacar abang.... " ucap rains
__ADS_1
"apa jadi cewek ini yang bikin abang nyuekin reza dasar cewek ganjen kamu sengaja kan deketin abang aku cuma karna uang nya yha....... " ucap mentari menarik rambut prempuan itu
"au sakit mass..." jerit siska
"mentari jaga bicara kamu..... " ucap rains
"abang yang seharus nya mikir abang memang gk pernah berubah selalu nyakitin hati mba citra sampai kapan pun aku gk Mau punya kakak ipar kayak dia terserah abang mau tetap melanjutkan hubungan dengan nya jangan pernah menemui ku lagi..... " ucap mentari
"dan satu lagi aku akan Mengambil alih reza kembali aku tidak rela jika keponakan ku di sentuh prempuan seperti dia,mulai besok prusahaan aku ambil alih lagi karna itu prusahaan ku..... " ucap mentari tegas
mentari meninggal kan rains yang sedang mematung setelah mendengar ucapan adik nya barusan, mentari membawak koper reza di tangan kiri nya dan tangan kanan menggenggam tangan mungil reza.....
rains berusaha menahan mentari agar tidak membawak reza pergi dari rumah nya tetapi mentari berisikukuh akan membawak reza tinggal dengan nya......
"reza gk Mau tinggal sama papah, papah jahat Sana reza papah marahin reza terus, tante itu jelek gk cantik, reza mau tinggal sama mamah mentari aja..... " ucap reza kepada rains
"sayang papah janji gk bakal marahin reza lagi..... " ucap rains berusaha merayu reza dan mentari
"sudah lah bang, abang sekarang bebas tanpa harus terbebani karna mengurus reza, seharus nya abang seneng karna bisah bebas pacaran sama prempuan itu..... " ucap mentari menatap tajam ke arah siska pacar rains
"ayok sayang kita ke rumah mamah..... " ucap mentari membawak reza keluar dari rumah rains dan masuk kedalam mobil taxi
"aku hanya ingin melihat prempuan itu saja bang apa dia akan tetap mencintai mu jika abang sudah tidak menjadi CEO lagi ini demi kebaikan mu dan reza...... " batin mentari menatap ke arah luar jendela
__ADS_1
rains mengusap kasar wajah nya Ia meminta siska untuk pulang sendirian awal nya siska menolak untuk pulang tapi karna mendengar bentakan rains dengan cepat siska pergi dari rumah rains.......
happy ready.....