
Bella memutuskan untuk kembali bertugas di rumah sakit milik keluarga jofanes di mana jordan dan berlian di rawat setelah mengecek ke adaan jordan kini Bella masuk ke dalam ruangan berlian......
"kapten berlian apa kabar....... " ucap Bella membukak gorden hingga membuat matahari pagi masuk ke dalam ruangan berlian
"tidak usah di bukak percuma semua tetap sama gelap..... " ucap berlian
"kapten matahari pagi sangat baik untuk kesehatan tubuh..... " ucap Bella kembali
"dokter Bella..... " ucap berlian
"ia ini saya kapten Bella..... "ucap Bella tersenyum
berlian membuang pandangannya ia diam tidak mengeluarkan suara seperti biasanya ketika Bella hendak memeriksa ke adaan nya berlian menolak untuk di periksa ia menganggap percuma tidak ada gunanya.....
" kapten jika kamu tidak ingin di obati bagaimana bisah sembuh...... "ucap Bella
" percuma aku berobat Mata ku tidak akan kembali melihat...... "teriak berlian
"kamu masih bisah melihat kebutaan yang anda alami bisah di sembuhkan kami masih mencari pendonor untuk kamu..... " ucap Bella
"siapa yang mau mendonorkan mata nya untuk ku ha aku bukan kapten lagi aku tidak bisah memimpin pasukan ku lagi, aku tidak bisah melihat wajah cantik mentari lagi, sekarang aku hanya akan menyusahkan orang-orang saja.... " ucap berlian sendu
"kenapa kamu tidak memberitahu semua nya kepada mentari dia berharak tau.... " ucap Bella
__ADS_1
"memberitahu apa kebutaan ku ini, aku tidak ingin menyusahkan mentari, mentari berhak mendapat kan laki-laki normal tidak seperti ku.... " ucap berlian
"kamu keras kepala sekali suster pastikan tuan ini makan dan meminum obatnya.... " ucap
Bella
Bella melangkah hendak meninggalkan berlian tetapi berlian menghentikan langkah nya
"dokter Bella apa aku boleh meminta tolong kepada mu.....? " tanya berlian
"apa..... " ucap Bella
"aku ingin tau kabar mentari tapi tolong jangan sampai dia tau keberadaan ku dan ke adaan ku saat ini.... " ucap berlian
"baik lah.... " ucap Bella melanjutkan langkah nya
tidak habis-habis nya candaan yang jofanes dan riko lontar kan membuat seisi rumah tertawa sedari tadi hingga gino datang dan langsung mendekat ke arah mentari dan membisikkan sesuatu kepada nya lalu mentari mengangguk memberi pertanda bahwa ia mengerti apa yang gino ucap kan kepada nya....
jofanes dan riko merasa cemburu kepada gino yang terlalu dekat kepada mentari jofanes bangkit lalu duduk di samping mentari di ikuti dengan riko yang juga duduk di samping mentari menatap tajam ke arah gino......
"maaf..... " ucap gino
"ape lu... " ucap riko sinis
__ADS_1
"jangan deket-deket Sama mentari.... " ucap jofanes
"eh ia gw belum kenalin ke kalian ini gino anak nya mbok ta dan sekarang berkerja sama gw sebagai asisten gw..... " ucap mentari
"apa..... " ucap jofanes, riko, rains, dan ika bersamaan
"mamah om ini ganteng ya kayak papah lian gk jelek kayak om jofanes sama om riko.... " ucap reza
semua orang tertawa mendengar ucapan reza barusan yang mengejek jofanes dan riko jelek ternyata pelet ke gantengan jofanes dan riko kini mulai luntur di Mata reza....
"eh bocah sekali lagi ngomongin om riko jelek gk bakal om bawak lagi ke restoran ketemu tante cantik.... " ucap riko
"upsss.... " ucap reza
"tante cantik maksutnya...? " tanya rains
"si reza naksir sama kasir aku di restoran.... " ucap riko
"om riko.... " teriak reza
"apa kecil-kecil udah main suka sama anak gadis orang.... " ucap mentari
"wah ternyata anak papah udah jatuh cinta bisah kalah nih papah.... " ucap rains
__ADS_1
"kan papah ada tante ika ya kan tante ika..... " ucap reza
semua orang menatap ke arah ika dan rains menatap dengan penuh kecurigaan apa ada sesuatu di antara mereka berdua itu pertanyaat yang ada di otak orang-orang.....