
Riko terbangun lebih dulu ia melihat jam di ponsel nya menuju pukul 8:30 pagi dengan cepat riko mendudukan tubuh nya ia menggoyang-goyang tubuh jofanes yang masih tertidur nyenyak.....
"woy bangunnn udah siang banget nih..." ucap riko
"emmm sayang bentar lagi..... " ucap jofanes menarik tangan riko dan memeluk nya ia berfikir bahwa riko itu tasya
"woy lepas ini gw riko ngapain lo peluk-peluk gw jijik woy lepas..... " teriak riko
jofanes yang tersadar akan ucapan riko barusan mendorong tubuh riko hingga terjatuh kelantai....
"ngapain lo peluk-peluk gw najis yallah.... " ucap jofanes
"nih orang sadar lo yang Manggil gw sayang terus tiba-tiba meluk gw jangan-jangan lo mimpi basah ya hahhh..... " ucap riko
"jijik otak lo isi nya sigiono muluk sih kompres dulu itu otak..... " ucap jofanes meraih ponsel nya
setelah membaca pesan dari mentari bahwa mentari menunggu mereka berdua di rumah sakit jofanes dan riko pun berniat untuk kembali ke apartment riko setelah memakan sarapan buatan mentari....
sedangkan kini mentari sudah berada di loby rumah sakit mentari berjalan masuk ke dalam tiba-tiba konci mobilnya terjatuh karna ibu-ibu yang tidak sengaja menabrak tangannya hingga konci mobil nya terlempar ke bawah kolong korsi.....
__ADS_1
mau tak mau mentari harus menunduk agar bisah Mengambil konci mobil nya dengan susah payah ia berusaha untuk bisah Mengambil nya......
"seperti nya dokter Bella sangat kenal dengan pasien yang bernama berlian itu ya sus.... " ucap perawat yang melintas di dekat mentari
"ia sayang sekali padahal laki-lai itu tampan tapi harus kehilangan penglihatannya...... " ucap perawat yang lain
"setau ku sih laki-laki itu teman dari tunangan dokter bella..... " ucap nya lagi
mentari yang tidak sengaja mendengar kembali nama berlian yang di sebut-sebut oleh para perawat rumah sakit menghentikan Langkah ketiga perawat itu dan menanyakan perihal pasien yang bernama berlian.......
"maaf sus kalo gk salah tadi saya mendengar suster menyebut nama berlian apa saya tidak salah dengar......? " tanya mentari
"ia benar...... " ucap salah Satu perawat
"benarkah selama ini tidak ada keluarga pasien yang bernama berlian yang mengunjunginya ruangan nya ada di ujung Sana melati kelas III..... " ucap suster
"terimakasih sus..... " ucap mentari meraih kembali kunci mobil nya lalu berjalan menuju ruangan yang di ucap suster tadi
Langkah mentari semakin dekat dan detak jantungnya semakin berdetak kencang tidak beraturan ia berharap bahwa yang ada di ruangan itu benar sosok yang ia rindukan selama ini.......
__ADS_1
perlahan mentari meraih gagang pintu dan perlahan membukak pintu ruangan tersebut terlihat dokter bella sedang berdiri tepat di depan laki-laki yang duduk membelakangi nya.....
mentari berjalan perlahan mendekat ke arah mereka langkah nya Teresa berat dan gemetar kini mentari berdiri di belakang tubuh dokter bella.....
"dokter bella.... " panggil mentari
membuat dokter bella terkejut dan membalik kan tubuh nya menatap mentari begitu pula dengan berlian yang mengenali suara mentari......
"kak berlian..... " ucap mentari menatap mulut nya dengan tangan kanannya tanpa ia sadari air mata nya menetes
"mentari..... " ucap berlian lirih
"jadi kamu sudah tau kak berlian selamat kenapa tidak ada yang memberi tahu ku kenapa kak berlian bersembunyi kenapa kakak tega sama aku, selama ini aku selalu berdoa kakak masih ada aku selalu nunggu kakak tapi kenapa kakak tega.... " ucap mentari menangis lalu berlari meninggalkan ruangan itu
"mentari, mentari.... " teriak berlian hendak mengejar mentari tetapi ia malah menabrak ranjang
"biar aku yang mengejar nya dan mencoba menjelaskan semua nya....." ucap dokter bella berlari mengejar mentari
..."tuhan aku takut benar-benar takut bertemu dengan nya dengan keadaan ku seperti ini aku sudah iklas jika mentari membenciku.... 😌"...
__ADS_1
...(pov.muhamad berlian almaher) ...
happy ready....