
setelah mentari memastikan ibu benar-benar sudah pulang ia melanjutkan niat nya untuk membersihkan diri hingga hampir 1jam lama nya di dalam baktum......
setelah merasa segar mentari keluar menggunakan jubah mandi dan berganti baju mentari mencari baju yang cocok untuk menghadiri pengajian peringatan kematian berlian hari ini tanpa ia tau bahwa kedua Sabatnya sudah ada di meja makan menghabiskan makanan yang di masak rains....
mentari keluar setelah siap dengan gamis dan penutup kepada nya samar-samar ia mendengar suara seseorang yang berada di dapur nya dengan hati-hati mentari berjalan menuju dapur........
"ternyata ada dua bekicot...... " ucap mentari meletak kan sapu di tangan nya
jofanes dan riko membalik tubuh nya menatap pakaian mentari dari atas hingga bawah lalu menatap wajah mentari lebih tepat nya di area Mata mentari membekak dan merah......
jofanes dan riko mendekati mentari mereka kembali menatap wajah mentari, riko Mengangkat dagu mentari agar lebih jelas lagi....
"tar kok lo pakek baju kek gini, terus lo abis nangis ya.....? " tanya riko
"lo kenapa tar......? " tanya jofanes khwatir
"fan riko..... " ucap mentari
__ADS_1
"ia tar kenapa lo kenapa.....? " tanya jofanes lagi
"kak berlian fan, ko..... " ucap mentari
"dia kenapa selingkuh lagi, atau mutusin lo atau apa......? " tanya riko
dengan cepat mentari menggeleng untuk menjawab semua pertanyaan riko
"terus kenapa..... " ucap jofanes
"berlian ninggalin gw untuk selama nya dia gugur saat melakukan tugas nya..... " ucap mentari tak lagi menangis rasa nya air Mata nya sudah habis ia hanya bisah menangis di hati
"tar maaf Karna gw baru tau..... " ucap jofanes meraih kedua tangan mentari
"sekarang lo mau kemana kita antar...... ? " tanya riko
"tadi ibu nya kak berlian datang ke sini dia minta gw untuk datang ke pengajian memperingati kematian kak berlian....... " ucap mentari
__ADS_1
"ya sudah kita anter lo..... " ucap jofanes mengelus pucuk kepala mentari lalu tersenyum
"tapi gw mau ambil mobil gw dulu kalian anter gw ke jln b....... "ucap mentari di angguki jofanes dan riko
di sepanjang jalan mentari tidak banyak berbicara ia hanya diam memandang ke arah luar pepohonan hijau cukup membuat hati nya tenang dan sejuk sesekali jofanes dan riko melirik mentari lewat kaca mobil yang menghadap ke arah bangku belakang......
"begitu banyak cobaan yang lo tangguh tar lo wanita tangguh yang selama ini gw kenal lo wanita yang begitu sabar, semoga Allah berikan jodoh yang terindah buat lo dan yang terbaik..... "batin riko
"hari ini aku kehilangan senyum mentari kembali ia kembali menangis seperti dia kehilangan orangtua nya yallah jangan beri kan mentari begitu banyak cobaan di luar kemampuan nya jaga dia dan lapangkan lah selalu hati nya untuk menerima semua cobaan mu..... " batin jofanes
kini mobil jofanes sudah menemukan keberadaan mobil mentari berkali-kali jofanes dan riko meyakinkan mentari agar tidak mengemudi mobil dan membiarkan riko saja yang membawak mobil nya tetapi mentari tetap berisi keras ingin mengendarai mobil nya sendiri mau tak mau jofanes membiarkan mentari begitu saja.....
jofanes dan riko mengikuti mobil mentari dari belakang hingga kedua mobil itu masuk ke dalam perkarangan rumah berlian yang baru 4bulan ia kunjungi bersama dengan berlian
halaman rumah yang cantik banyak bunga berjejer di setiap sudut rumah selalu membuat Mata mentari sejuk melihat suasana rumah berlian ia selalu berharap akan tinggal selama nya di rumah ini dan menikmati keindahan itu bersama dengan berlian tetapi semua keinginnnya sirnah begitu saja......
__ADS_1
happy ready.....