Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 75


__ADS_3

kini mentari dan arga sudah tiba di apartmen milik nya setelah kepergian ke singapura mentari akan menjual apartmen ini agar dan untuk rumah nya akan tetap di rawat oleh mbok ta sedangkan rumah rains akan di jaga oleh pak man pegawai di perkebunan......


mentari membereskan semua baju-baju nya tak lupa ia juga memasukkan foto diri nya bersama berlian kedalam koper serta boneka kecil pemberian berlian Ia bawak juga semua peralatan mentari sudah rapi sesuai pada tempat nya.....


ketika melewati cermin Ia melihat kalung di lehernya mentari melepas kalung pemberian berlian dan meletakkan nya kedalam wadah berisi perhiasaannya Ia meraih Dabing kedalam pelukannya hingga suara ketukan pintu kamar nya terdengar......


"semoga kelak kita akan bertemu kembali kak berlian..... " batin mentari


mentari berjalan membukak pintu kamar nya


"udah selesai....? " tanya arga


"ga lo mau gk jaga Dabing selama gw gk ada di singapura....? " tanya mentari


"emmmmm boleh..... " ucap arga


"janji lo harus jaga dia lo harus bawak dia perawatan di setiap hari minggu.... " ucap mentari memberikan Dabing ke pada arga


"Ia bawel kebetulan adek gw juga punya kucing.... " ucap arga

__ADS_1


membawak Dabing masuk kedalam kandangnya selalu itu Ia membantu mentari membak koper kedalam bagasi mentari menatap apartmen pemberian sang ayah yang akan Ia jual setelah pergi dari sini lagi-lagi mentari meneteskan air mata......


"kita langsung ke rumah sakit....?" arga di dalam mobil


"ke rumah gw dulu ada yang mau gw ambil.... " ucap mentari


"oke.... " ucap arga singkat


"ga gw minta maaf udah nyusahin lo..... " ucap mentari menunduk


"lo gk perlu minta maaf tar kita sepupu keluarga mba citra juga sedih kehilangan sosok mba citra tante derin sama kayak lo belum bisah terima kehilangan anak prempuannya dan cucu kesayangan nya tapi semua udah kehendak Allah...... " ucap arga


jofanes memintak perawat untuk memindahkan rains ke ruangan yang lain tanpa sepengetahuan siapapun agar bisah mengelabui musuh mengincar rains, jofanes membiarkan kedua bodyguard nya tetap berada di ruangan tersebut agar laki-laki misterius itu tidak curiga......


setelah mentari mengambil foto dan buku serta ke perluannya yang lain kini Ia sudah berada di dalam mobil arga mereka akan segera menuju rumah sakit......


"tar buang ponsel lo ke jalanan sekarang juga.... " perintah arga


"kok di buang di ponsel gw banyak foto-foto gw sama keluarga gw kalik.... " ucap mentari

__ADS_1


"ambil memori ponsel lo setelah itu buang itu perintah dari jofanes kita akan segera ke bandara jofanes dan tasya sudah menunggu di Sana..... " ucap arga


mentari mengambil memori ponsel nya setelah itu melempar ponsel nya kejalanan tah butuh waktu lama ponsel nya sudah hancur berserakan di tepi jalan.....


arga mengambil jalan pintas untuk mengelabui siapapun yang berusaha untuk mengikuti mobil nya hingga mereka berhasil lolos dari mobil yang sedari tadi mengikuti arah mereka.....


kini mentari dan arga sudah tiba di loby bandara terlihat dari kejauhan sosok jofanes dan tasya serta para medis yang sudah menunggu mereka.....


"tar lo harus pergi sekarang juga ini ponsel baru lo di dalam nya udah ada nomor gw, tasya dan arga jangan pernah kasih nomor lo ke siapapun inget di lo gk pergi sendirian dokter herlambang akan ikut lo ke singapura di Sana udah ada tempat tinggal yang gk jauh dari rumah sakit bang rains, soal kuliah lo gw udah pindahin lo ke fakultas di Sana jaga diri baik-baik.... " ucap jofanes memegang kedua bahu mentari


"fan makasih buat semua nya gw bakal inget semua kebaikan lo hari ini.... " ucap mentari


"hati-hati tar di Sana jaga diri baik-baik gw dan jofanes bakal sering jenguk lo di Sana.... " ucap arga


"jofanes, arga, kak tasya gw jalan sekarang.... " ucap mentari melangkah bersama dengan para medis dan rains dan reza


jofanes menatap kepergian mentari ia berjanji akan menjaga mentari sampai kapan pun dan dia berjanji akan mencari tau tentang kecelakaan ini.....


kini pesawat yang di tumpangi mentari sudah lepas landas namun arga masih setia menatap pesawat yang terlihat semakin menjauh.....

__ADS_1


happy ready.....


__ADS_2