
kini satu persatu mobil sudah tiba di pemakaman semua jenazah di keluar kan dengan hati-hati mentari menatap papan yang bertulis nama dari masing-masing jenazah ia menatap nama rains betapa syok ia melihat nya jofanes yang menyadari tatapan mentari mendekati mentari.....
"ikuti aja permainan ini itu bukan tubuh bang rains yang asli.... " bisik jofanes kepada mentari
mentari menatap jofanes ada rasa lega di hati nya ia kembali mengikuti acara pemakaman lagi-lagi ia menangis melihat wajah sang ayah yang sudah terkubur kaku di bawah tanah terakhir pemakaman sang ponakan rasya, satu persatu para pelayat pergi meninggalkan pemakaman kini hanya ada mentari dan jofanes.....
mentari duduk di antara nisan ayah dan mamah nya ia kembali menangis sejadi-jadi nya hati nya hancur Ia ingin memeluk sang ayah Ia ingin mengatakan rindu kepada sang ayah,
jofanes tetap setiap menemani mentari.....
"tar kita harus kembali ke rumah sakit sekarang reza udah sadar.... " ucap jofanes
__ADS_1
"gw mau pulang ke rumah dulu fan.... " ucap mentari
"gw anter... " ucap jofanes
"gk perlu fan lo balik ke rumah lo pasti lo gw pengen sendiri sekarang..... " ucap mentari bangkit meninggalkan jofanes
jofanes hendak menghentikan langkah mentari namun ia Mengurungkan niat nya ia sadar mentari butuh waktu untuk menenangkan diri nya jofanes menghubungi arga untuk memberi tahunkan bahwa ia akan pulang ke rumah Terlebih dahulu baru akan kembali ke rumah sakit......
ia menatap dua kursi di halaman rumah dimana kedua orangtua nya sering Menghabiskan sore hingga azan berkumanda mentari membukak pintu rumah suasana sepi menyelimuti rumah ruang tamu dimana tempat mereka menonton ber cerita bersama kini juga sepi bayang-bayang sang ayah duduk membaca koran dengan segelas kopi menghampiri ingatannya.....
ia berjalan menuju kamar sang adik melda ia menatap suasana kamar tampak rapi bayang-bayang sang adik tersenyum kepada nya membuat ia menangis mentari berjalan masuk ke dalam kamar sang adik ia duduk di kasur menatap kasur empuk tempat ternyaman sang adik Menghabiskan waktu di kamar nya.....
__ADS_1
mentari keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerja sang ayah ia mengelilingi setiap sudut ruang kerja sang ayah terdapat bingkai foto keluarga terdapat senyum sang ayah mengembang di antara diri nya, adik nya, abang serta sang mamah mentari membelai foto tersebut ia menangis tersedu memeluk foto tersebut.....
mentari menatap sebuah buku di sebuah laci yang terbukak mentari mengambil buku tersebut ia membaca setiap tulisan yang ayah nya rangkai ia membelai kertas berisi tulisan tentang diri nya selama ini ia berfikir sang ayah selalu egois kepada diri nya ternyata tidak sang ayah sangat Menyayangi diri nya.....
ia membawak foto dan buku tersebut keluar dari ruang kerja sang ayah mentari masuk ke kamar kedua orang tua nya ia membukak lemari pakaian sang ayah dan mamah mentari mengambil salah satu baju kedua orang tua nya ia memeluk erat dan menangis tersedu hingga baju tersebut basah.....
mentari melihat sebuah boneka milik rasya tergeletak di lantai kamar kedua orang tua nya mentari memungut boneka tersebut dan meletakkannya di atas kasur.....
"mentari gk tau bisah hindup tanpa kalian atau gk yah mah mentari kangen kalian mentari pengen peluk..... " ucap mentari di sela tangisnya
happy ready......
__ADS_1