
siang ini sepulang mentari dari kampus Ia berencanda untuk kembali menjenguk keadaan berlian sebelum itu mentari menghubungi tasya untuk menjemput reza di sekolah nya karna ika tidak bisah menjemput reza.....
kini mentari sudah tiba di rumah sakit mentari langsung menuju ruang pasien mentari sebelumnya mentari mampir untuk membeli makanan untuk nya dan juga untuk berlian....
"bagaimana keadaan kak berlian....? " tanya mentari
"hari ini aku sudah di perbolehkan pulang, ini ATM ku tolong urus adminitrasi nya komandan tidak bisah datang ke sini jadi aku membayar nya sendiri..... " ucap berlian
"baiklah.... "ucap mentari
mentari melangkah menujupintu namun pintu kamar terbukak lebih dahulu sebelum dia membukak nya terlihat dokter Bella dengan dua perawat mendekati kasur berlian....
"sebelum pulang kapten saya priksa dulu agar memastikan anda sudah baik- baik saja.... " ucap Bella menyentuh tangan berlian
mentari mengurungkan niat nya ia mengawi setiap gerak gerik Bella dari sofa, berlian yang menyadari tatapan mentari tersenyum lick.....
"bukan nya kamu tadi akan membayar tagihan rumah sakit... ? " tanya berlian
"engak nanti aja aku tiba-tiba laper..... " ucap mentari gugub dan meraih kantung platis yang berisi Makanan
Bella melirik ke arah mentari setalah itu ya melanjutkan tugas nya untuk memeriksa keadaan berlian.....
"keadaan anda sudah membaik kapten kalo begitu saya permisi..... " ucap Bella
"tar.... " sapa Bella tersenyum
mentari hanya menatap Bella tanpa membalas sapaan nya atau sekedar tersenyum mentari mengaduk-aduk Makanan nya mood nya berubah menjadi hancur setalah melihat wajah bella rasa dendam di masa lalu kini muncul kembali......
"aku mau juga dong Makanan nya......" ucap berlian
"makan sendiri.... " ucap mentari bangkit berjalan menuju pintu
__ADS_1
"katanya kamu laper kok gk jadi makan....? " tanya berlian
"gk jadi aku mau bayar tagihan rumah sakit..... " ucap mentari meninggal berlian begitu saja
"dasar bilang aja cemburu..... " gumam berlian
di kantor mentari suasana nampak gaduh sedari tadi asisten tasya berusaha untuk menenangkan reza semua barang yang ada di ruangan mentari hancur dan berserakan serta laptop kerja mentari berubah menjadi barang ronsokan......
"mamah, papah.... " ucap reza
"reza sebentar lagi ke sini kok..... " ucap tasya
"mamah..... " teriak reza
"ya tante telpon sekarang mamah tapi reza gk boleh banting semua alat kerja mamah ya.... " rayu tasya
"*Hallo mentari... " ucap tasya
"Ia kak kenapa....? " tanya mentari
"kamu harus cepat ke kantor sekarang dari tadi reza ngamuk dia ingin bersama dengan mamah dan papah nya.... " ucap tasya
"baik lah kak aku segera ke kantor..... " ucap* mentari
berlian yang melihat mentari panik pun mendekati nya mentari sebenarnya mereka berdua akan segera pulang semua perlengkapan sudah beres oleh mentari....
"kak aku gk bisah antar kakak pulang ke barak aku harus ke kantor sekarang reza mencari ku sedari tadi.... " ucap mentari Panik
"aku ikut.... " ucap berlian menarik tangan mentari
__ADS_1
kini mereka sudah tiba di kantor awal nya berlian mengira bahwa mereka akan ke kantor kejaksaan tetapi bukan berlian hendak bertanya namun niat nya Ia urungkan ketika melihat suasana ruang mentari kertas-kertas berserakan laptop berisi file prusahaan hancur mentari melihat kearah reza yang duduk di pojokan dengan Kepala di antara kedua lututnya......
"reza apa yang kamu lakukan lihat ini kerjaaan mamah hancur kapan kamu sehari saja tidak membuat masalah sedikit saja kamu mengerti keadaan mamah dan tidak menyusahkan semua orang..... " ucap mentari Marah
"papah.... " ucap reza kepada berlian
"tetap diam di situ jangan bergerak sedikit pun.... " teriak mentari
"mentari kamu tidak perlu berteriak seperti itu kepada reza, reza masih kecil.... " ucap berlian
"kak tau apa ha kakak gk tau jadi aku gimana......! "ucap mentari menangis
"nona tolong bawak reza keluar.... " ucap berlian
tasya berjalan mendekati reza lalu membawak nya keluar dari ruangan tersebut, reza menangis di dalam pelukan tasya Ia merasa menyesal sudah membuat mamah nya marah....
"udah ya reza jangan nangis lagi mamah gk Marah kok sama reza gimana kalo kita beli es crime.... " ucap tasya di angguki reza
berlian mendekati mentari Ia membiar kan mentari menangis sampai diri nya merasa tenang mentari memunguti setiap kertas yang berserakan, setalah itu Ia berjalan menuju kursi nya.....
"apa kamu merasa lega setalah menangis.... ? " tanya berlian
berlian berjalan mendekati mentari namun langkah nya terhenti setelah mendengar dering telpon di ponsel nya berlian tidak menganggakat nya namun diri nya menatap kearah mentari.....
"lebih baik kakak sekarang kembali ke barak aku tidak apa-apa..... " ucap mentari
"maaf aku akan menemui mu kembali.... " ucap berlian berlari meninggal mentari sendirian
"bahkan keadaan ku seperti ini dia harus meninggal kan ku demi panggilan Negara apa aku harus kembali kepada nya tetapi aku juga harus berbesar hati untuk berbagi diri nya dengan Negara..... " batin mentari kembali menangis
"saingan terberat sebagai pasangan Tentara adalah Negara nya berbagi waktu, berbagi perhatian bukan dengan wanita lain melainkan dengan Negara nya....... 💐" by fictoria mshdr
__ADS_1
"selamat membaca..... ❤"