Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 131


__ADS_3

pengajian berjalan dengan lancar hingga selesai, semua tamu setelah mendapatkan nasi kotak satu per satu pulang ke rumah masing-masing, jofanes dan riko bergabung bersama dengan ibu dan mentari tetapi mata riko sedari tadi mencari keberadaan adelia yang tak ada di antara mereka.....


"tar, fan gw cari angin di luar ya.... " ucap riko mencari alasan untuk mencari keberadaan adelia


riko melihat adelia sedang mengobrol bersama seorang prempuan yang memunggungi riko dengan berjalan sedikit berlari riko mendekat ke arah adelia.....


"adelia aku cariin kemana-mana tau nya di sini.... " ucap riko tak menghiraukan prempuan yang bersama adelia


"suara itu.... " batin diandra


"kak riko....... " ucap diandra pelan


riko yang mendengar seorang memanggil nama nya melirik ke samping betapa terkejut nya riko melihat prempuan yang sekarang ada di hadapan nya adalah diandra yang sudah lama menghilang.......


"Diandra...... " ucap riko


"kalian saling kenal....? " tanya adelia


"ia dia adik kelas ku waktu sekolah..... " ucap riko tanpa ia sadari bahwa ucapan nya barusan menggores luka di hati diandra


"oooo kebetulan banget ya teteh, teh diandra ini di kampus terkenal jago motoin lo kak jadi idola cowok_cowok di kampus......" ucap adelia


"del teteh pergi sekarang ia soalnya masih ada kerjaan lain gk bisah lama-lama mampirnya.... " ucap diandra


"ia udah teteh hati-hati adelia masuk duluan ya.... " ucap adelia pergi begitu saja


diandra melirik ke arah riko lalu melangkah pergi begitu saja, riko mengejar diandra ia juga sesekali berteriak memanggil diandra meminta nya untuk berhenti tetapi diandra tidak mengubris teriakan riko ia malah semakin mempercepat langkah kaki nya......


"diandra tunggu..... "ucap riko berhasil menarik tangan diandra


"lepas... " ucap diandra


"engak..... " ucap riko

__ADS_1


"kamu apa-apan sih lepas aku mau pergi.... " teriak diandra


"kamu kemana saja.....? " tanya riko


"seharus nya pertanyaan itu untuk kakak.... " ucap diandra


"setelah kakak kasih aku harapan palsu kak menghilang gitu aja sampai aku lulus kakak gk dateng bener kata temen-temen aku kak emang gk pernah serius dalam ucapan..... " ucap diandra lalu berlari sambil menangis


riko hanya diam ia tidak lagi mengejar diandra ia tidak bisah menjelaskan kemana dia selama ini, apa yang sudah menimpa dia selama 3tahun ini, ia hanya merasa bersalah membuat diandra menunggu tanpa kepastian......


hingga suara ponsel nya bergetar ternya jofanes yang Menghubungi nya dengan cepat riko menjawab telpon dari jofanes....


"dimana lo.........? " jofanes


"gw gk jauh dari rumah berlian kok kenapa.... " riko


"buruan ke sini kita mau balik gw sama mentari udah nungguin lo.... " jofanes


"oke gw ke Sana sekarang..... " ucap riko memutuskan telpon lalu berlari menuju arah rumah berlian


"ya udah yuk kita pulang sekarang mentari kamu pulang sama riko ya biar riko yang bawak mobil lo soal nya udah malem gw masih ada urusan gk bisah anter lo..... " ucap jofanes


"nak kenapa gk minep aja.... " ucap ibu


"ia kak minep dong.... " ucap adelia


"buk, adelia aku gk bisah minep buat hari ini soal nya aku besok harus ke luar kota ada urusan kerjaan.... " ucap mentari


"baik lah kalian hati-hati nak riko jaga mentari untuk ibu..... " ucap ibu


"siap tante..... " ucap riko


kini mobil mentari dan jofanes perlahan keluar dari perkarangan rumah berlian sunyi kembali terasa di hati mentari saat ini, di tambah dengan suasana hati riko yang juga kurang baik membuat keadaan di dalam mobil sunyi.....

__ADS_1


hingga mobil mentari sudah tiba di apartemenya riko kembali ke apartemenya menggunakan taxi ia menolak untuk membawak pulang mobil mentari walau sudah di minta mentari.....


riko masuk ke dalam apartemenya yang lumayan mewah, suasana gelap ruangan menambah kesan di hati riko kepribadi riko akan berbeda jika ia sedang sendiri, kehilangan sosok ibu membuat nya menjadi depresi ia selalu meminum obat penenang agar diri nya tidak melewati batasan emosi....


di tempat lain ya itu cafe seorang prempuan sedang menunggu ke kasih nya sejak satu jam lama nya jofanes duduk di kursi yang berhadapan dengan tasya......


"maaf aku terlambat..... " ucap jofanes


"sudah biasa..... " ucap tasya


"kenapa kamu kok tumben malem-malem ngajak aku ketemuan di luar....? " tanya jofanes


"kapan kamu nikahin aku.....? " tanya tasya


"kenapa pertanyaan itu lagi yang kamu tanya kan.... " ucap jofanes


"sayang kita pacaran udah lama aku pikir umur kita juga udah dewasa untuk menikah orang tua aku setiap hari nanyain keseriusan kamu sama aku..... " ucap tasya


"tunggu tasya aku pasti datang untuk ngelamar kamu tapi gk sekarang..... " ucap jofanes


"apa lagi yang bikin kamu ragu siu fanes, apa ini semua tentang mentari lagi aku bosen dengar ini semua aku tau kamu menganggap mentari adik tapi kamu harus sadar juga fanes aku pacar kamu aku juga sama kayak kamu sayang sama mentari.... " ucap tasya


"sayang aku hanya kasian dengan mentari dia baru saja kehilangan berlian aku harus jaga dia sekarang ini kamu tau kan hubungan mentari dan rains kurang baik sekarang........ " ucap jofanes


"apa maksutnya kehilangan berlian....? " tanya tasya


"berlian udah gk ada lagi dia gugur saat menjalan kan tugas nya..... " ucap jofanes


"astrafiruallah... " ucap tasya


"inalilahi sayang.... " ucap jofanes


"ah ia itu juga.... " ucap tasya

__ADS_1


happy ready.....


__ADS_2