
dengan kamar bercat putih di temani dua dokter dan tiga perawat kini berlian sudah berada di ruang operasi detak jantung berlian tidak beraturan.....
kecemasan, takut, khawatir bercampur menjadi Satu Ia takut operasi ini gagal dan mengakibatkan Ia tidak akan bisah melihat untuk selama-lama nya dan mengubur semua cita-citanya dan harus mengiklaskan mentari begitu saja.....
sedangkan kini mentari berada di kursi tunggu di temani riko dan jofanes yang juga ada di sana rasa yang sama kini mentari rasa kan sedari pukukl 10:30 pagi mentari sudah ada di sana dan sekarang pukul sudah menuju angkat 12.....
tetapi belum juga ada tanda-tanda lampu padam membuat mentari semakin cemas dan risau sedari tadi Ia bolak balik di depan pintu membuat riko jenggel hingga menarik nya untuk duduk di kursi bersama mereka.....
"lo balak balik kayak gitu kek strikaan tau gk........ " ucap riko
"gw khawatir ko fan dari tadi kok belum ada dokter yang keluar gimana kalo operasi nya gagal.... " ucap mentari
"udah lo tenang aja gw ke kantin dulu beli aqua buat kita...." ucap jofanes
"sekalian roti gw laper...... " teriak riko
di angguki jofanes
tidak lama dari kepergian jofanes dokter keluar dari ruang operasi dengan cepat mentari berlari mendekat ke arah dokter.....
__ADS_1
"bagaimana keadaan kak berlian dokter.....? " tanya mentari
"operasi nya berjalan dengan lancar kita tunggu hingga besok pagi untuk membukak perban dan melihat apa langkah oparasi ini berhasil atau tidak nya..... " ucap dokter
"berapa persen berlian bisah melihat kembali dokter.....? " tanya riko
"sekitar 70% karna kayu yang masuk ke dalam mata tuan berlian hingga mengakibatkan luka sudah lama sekali sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap kalo begitu Saya permisi... " ucap dokter lalu pamit untuk beristirahat
"tenang tar masih ada 70% lagi.... " ucap riko
dari kejauhan terlihat jofanes berlari ke arah mereka dengan raut wajah tegang membuat riko dan mentari menatap bingung ke arahnya.....
"lo kenapa fan abis liat setan apa.....? " tanya riko
"lo setan nya, his gw mau ngasih tau kabar buruk, kakek herman tar..... " ucap jofanes lagi
"kenapa ada apa kakek....? " tanya mentari khawatir
"kakek udah gk ada tar dia meninggal..... " ucap jofanes berkaca-kaca
__ADS_1
"apa gk mungkin..... " mentari berlari menuju ruang an di mana kakek di rawat
benar saja kini tubuh kakek herman sudah di tutup dengan Kain putih alat yang terpasang di tubuh nya kini sudah di lepas lagi-lagi mentari harus menangis merelakan orang terdekat nya pergi meninggalkan nya untuk selamanya....
"kakek bangun kakek becanda kan kenapa kakek juga ninggalin mentari hiks hiks.... " ucap mentari menggoyang tubuh kakek herman
"udah tar kakek udah gk ada kakek udah tenang di syurga..... " ucap riko
"Ia iklasin yang perlu kita lakuin sekarang ini mengurus pemakanan kakek tadi perawat kasih ini ke gw kata nya surat dari kakek buat lo dan syal rajut ini juga buat lo...... " ucap jofanes
mentari menerima surat dan syal itu Ia bangkit menghapus air mata nya Ia sudah seharusnya Ia mengiklaskan kepergian kakek, agar tidak merasakan sakit lagi setiap hari nya....
"kakek mentari minta maaf karna gk ada di saat-saat terakhir kakek bernapas tenang di syurga Allah sekarang kakek gk bakal ngerasa sakit lagi mentari sayang kakek.... " batin menatap ke arah tubuh kakek t
riko dan jofanes menyiapkan pemakaman untuk kakek sedangkan mentari sebelum Ia pergi untuk ikut bersama kedua sahabatnya Ia menyempatkan diri untuk melihat ke adaan berlian setelah itu Ia me minta tasya untuk menjaga berlian selama Ia tidak ada di rumah sakit....
tentu saja tasya mengiyakan per mintaan mentari bagaimana pun mentari sudah Ia anggap sebagai adik seperti jofanes dan riko Kepada mentari......
happy ready....
__ADS_1