
mentari masih setia berdiri menatap berlian yang masih sibuk dengan aktifitas latihannya tidak terasa 1 jam Sudah mentari menatap berlian.....
ting
"tar kita cabut duluan ke rumah jofanes mau ngegeme luu pulang bareng berlian ya.... " pesan chat Riko
"iya... " balas mentari memasukan Kembali ponsel nya ke dalam saku baju
"sayang kemari kenapa kamu berdiri di situ sini duduk..... " ucap berlian memakai baju nya kembali
mentari berjalan menghampiri berlian, dengan kedua tangannya membawakan minuman untuk berlian....
mentari memberikan minuman kepada berlian Dan di ambil oleh berlian, mentari mengeluarkan sapu tangan milik nya dari tas ia memberikan nya kepada berlian untuk mengelap keringat nya.....
"apa kamu tidak sekolah atau bolos.... ? " tanya berlian
"itu kak pulang cepet..... " ucap mentari ragu
"oooo tadi Aku liat kamu ke sini gk sendiri sama jofanes kan kemana dia....? " tanya berlian
"mereka udah pulang kak, apa kakak udah selesai latihanya...? " tanya mentari
"iya kakak beres-beres dulu abis itu kita ke rumah kakak mau...? " ucap berlian melihat jam tangannya masih pukul 9:00 pagi
"emmm malu kak.... " ucap berlian
__ADS_1
"gkpp ayok kakak udah selesai nih.... " ajak berlian meraih tangan mentari
berlian Mengajak mentari untuk pergi ke rumah nya bertemu dengan ibu Dan adik bungsunya...
motor berlian sampai di halaman rumah yang cukup luas Dan hijau Karna bunga-bunga rumah yang tidak terlalu mewah nyaman jika di pandang.....
mentari menghentikan langkah nya ia melirik ke arah berlian yang juga menatap nya berlian tau bahwa mentari merasa gugub kali ini....
"ayok jangan malu..... " ajak berlian masuk ke dalam rumah
suasana rumah sepi tidak Ada sosok ibu Dan adik nya hingga berlian mendengar suara kericuhan dari belakang rumah berlian menarik pergelangan tangan mentari ke arah suara tersebut.....
"ibu ngapain.... ? " tanya berlian
"ibu lagi nangkep ikan nak... " ucap ibu berbalik badan dengan memegang 1 ekor ikanmasbesar
"ikann..... " teriak mentari
"ikan kak ikan Aku takut ikan.....!" ucap mentari menangis
"tar itu kan cuma ikan gk gigit kamu... " ucap Berlian
tiba-tiba pandangan mentari buram kepala nya pusing hingga Ia terjatuh di pelukan Berlian ibu yang melihat mentari pingsan segera menyuruh Berlian menggendong mentari masuk ke dalam kamar adila adik Berlian
"kak ini siapa.... ? " tanya adila yang bangkit dari tidur nya Dan mempersilahkan Berlian merebahkan tubuh mentari
"itu mentari pacar kakak.... " ucap Berlian sembari mengoleskan minyak kayu putih di hidup mentari
__ADS_1
"oo ini yang nama nya mentari Ian asli nya lebih cantik dari yang di foto ya del..... " ucap ibu
"iya bu cantik wajar kak Berlian cinta banget sama kak mentari Wong gelis pisan kulit nya aja putih bening.... " ucap adelia
mentari tersadar ia merasakan panas di area hidup nya Berlian yang melihat pergerakan mentari membantu mentari untuk duduk....
"yang kamu udah sadar.... ? " tanya Berlian
"nak gimana keadaan kamu apa kita kekelinik aja buat periksa kamu.... " ucap ibu kawathir
"gk usah tante Aku gk papa kok... " ucap mentari
"apa kamu selalu seperti ini jika melihat ikan..?" tanya berlian
"Aku emang takut ikan cuma kalo liat ikan dalem kolam pasti badan Aku geneteran Dan lemes kak.... " jelas mentari
setelah berbincang-bincang dengan ibu berlian dan adik nya mentari pamit pulang Karna Sudah siang berlian mengantar mentari pulang sebelum pulang berlian Mengajak mentari untuk makan di kedai dan di setujui mentari...
"tar minggu depan kakak harus jalan ke kota m.... untuk mencoba tes TNI kembali doin kakak ya semoga kali ini lulus.... " ucap berlian di sela-sela makan
"jadi kita harus Ldr kak jauh kak...? " tanya mentari
"iya sayang gkpapa kan ini demi cita-cita kakak Dan kehidupan kamu nanti nya, kakak mau kamu sekolah yang rajin bukannya 2 minggu lagi wisuda kelulusan kamu kan jadi kamu nanti mau lanjut kuliah di mana,Dan jurusan apa.....? " tanya berlian
"Aku belum dapet tempat kuliah kak, paling Aku ambil jurusan HUKUM apa kakak setuju...? " tanya mentari
"apapun jurusan yang mau kamu ambil kakak setuju sayang... " ucap berlian Tersenyum
__ADS_1
begitu pula dengan mentari Tersenyum manis kepadanya