Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 123


__ADS_3

hujan semakin deras, kemacetan di sepanjang jalan membuat mentari menangis histeris berkali-kali Ia memencet klakson mobil nya berharap kemacetan cepat ber akhir dan mobil di depan nya bergerak tetapi sayang nya mobil di depan nya tidak kunjung berjalan sedikit pun......


mentari melihat ke arah luar menatap hujan yang turun begitu deras jarak antara balion dari sini sekitar 1 kilo,mentari mengambil ponsel dan tas nya menggati haihild nya dengan sendal jepit swallow lalu keluar dari mobil tanpa memperdulikan hujan Ia berlari di deras nya hujan berharap bahwa semua ini tidak nyata......


mentari menyebrang tanpa melihat ke arah kiri dan kanan hingga mengakibat Ia hampir di serempet motor dari arah berlawanan, mentari kembali berlari tanpa memperdulikan setiap tetapan dari semua orang hingga Ia terjatuh di aspal membuat kedua lutut dan telapak tangan nya terluka lalu mengeluarkan darah......


"hikss..... hiksss..... " mentari menangis tersungkur


lalu bangkit tanpa menghiraukan rasa perih luka di lutut nya ia tetap berlari di deras nya hujan hingga tiba di depan gerbang kokoh batalion mentari memelan kan langkah nya masuk ke dalam ruangan komandan vano.....


dengan pakaian basah kuyup dan sendal jepit putus mentari berjalan gontai semua doa Ia panjatkan berharap apa yang di katakan sersat toby bohong, mentari membukak Pintu ruangan terlihat komandan vano duduk dengan kedua tangan memegang kepala nya....


"mentari.... " ucap komandan vano terkejut melihat keadaan mentari saat ini


"kak bilang sama aku kalo ini semua gk bener kak ini semua bohong, ini semua cuma mimpi, aku mohon kak..... " ucap mentari menangis

__ADS_1


"maaf mentari aku menyesal atas semua nya kapten berlian dan sersat jordan memang benar gugur saat menjalan kan tugas nya dan ini surat pernyataan bahwa kdua prajurit Tim terbaik telah gugur...... " ucap komandan vano


dengan tangan gemetar mentari mengambil surat itu Ia membaca seksama setiap tulisan yang ada di kertas itu mentari berlari keluar dari ruangan komandan vano berlari tanpa arah dengan air Mata yang tidak berhenti mengalir.....


mentari duduk di salah satu bangku menatap hujan yang mulai reda bayangan di saat berlian berpamitan kepada kembali terbayang untuk pertama kali nya mentari berani mencuim pipi putih berlian dan untuk terakhir kali nya Ia mencium pipi berlian.....


mentari kembali menangis dan menangis hingga bella datang berlari menghampiri nya dan berdiri di samping mentari.....


"katakan ini semua bohong...... " ucap bella


bella membaca kertas tersebut membuat Ia kembali syok hingga terduduk di samping mentari, bella meremas kertas itu dan membuang nya kesembarang arah, bella menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.....


"gk mungkin jordan ninggalin gw gitu aja kita 2 bulan lagi nikah...... " ucap bella di sela tangisnya


"gw gk percaya tapi gw ngerasa Allah gk adil sama gw kenapa Allah ambil semua orang-orang yang gw sayang pertama gw kehilangan kedua orang tua gw, adek gw satu-satu nya, ponakan,sekaligus kakak ipar apa Allah gk cukup ambil itu semua kenapa sekarang Allah ambil kak berlian kita baru mulai kembali hubungan....... " ucap mentari menghapus air Mata nya lalu menatap bella yang masih sesegukan menangis

__ADS_1


"lo tau sebelum dia pergi untuk pertama kali nya gw cium pipi dia,pertama kali nya gw berani peluk dia duluan dan lo tau itu terakhir kali nya buat gw bisah ngelakuin hal-hal yang bikin dia bahagia kalo gw kangen dia gw harus kemana bell gw harus kemana....... " ucap mentari kembali menangis


"lo masih bisah cium dia tar sedang kan gw saat dia pergi menjalan kan tugas nya kita masih berantem Karna hal sepele gw bahkan gk pegang tangan dia untuk terakhir kali.... " ucap bella


mentari bangkit begitu saja lalu berjalan pelan hendak meninggalkan bella Ia berfikir bahwa mereka berdua butuh waktu sendiri untuk menenangkan hati dan pikiran......


"tar kaki lo..... " ucap bella menyentuh lutut mentari


"gk papa ini cuma luka kecil.... " ucap mentari menepis tangan bella lalu kembali berjalan keluar dari batalion kembali berjalan ke jalan besar hingga mobil berwarna hitam berhenti di dekat nya


"maaf nona Saya di perintah kan komandan untuk mengantar anda pulang..... " ucap pratu devin


mentari masuk ke dalam mobil tanpa menjawab ucapan pratu devin, di sepanjang jalan mentari menangis menatap ke arah jalan sesekali ia mengusap air Mata nya yang jatuh hidung mancung milik nya kini berubah menjadi merah jambu, kelopak Mata nya kini sudah di hiasi Mata panda akibat menangis sepanjang hari.......


"maaf ya Karna author udah hampir 3 hari gk up cerita baru Karna author sakit dan sekarang aja masih sakit jujur di sken ini author nulis sambil nangis gk kebayang banget kan kalo itu terjadi sama kita jangan lupa, like, view, vote dari kalian ya... 🥰🥳🥳"

__ADS_1


happy ready sayang......


__ADS_2