Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 72


__ADS_3

"selamat siang.... " ucap petugas ke polisi an


"selamat siang pak... " ucap jofanes


"begini pak kami menemukan keadaan mobil korban dengan keadaan rem blong maka dari itu kami memutuskan tidak melanjutkan kasus ini kedatangan kami ingin menanyakan keadaan korban....? " tanya petugas polisi


"semua jenazah akan segera di kebumikan tidak ada yang selamat hanya anak laki-laki bernama reza saja.... " ucap jofanes


"baik lah kami permisi.... " ucap sang polisi


jofanes hanya memberi jawaban dengan anggukan Ia menatap punggung kedua petugas ke polisian jofanes merasa ada yang aneh dengan polisi itu dan merasa ada kejanggalan dari kecelakana mobil ini....


kini mentari terbaring lemah di kasur pasien sudah hampor setengah jam mentari belum juga kunjung sadar jofanes dan arga mulai merasa khawatir dengan keadaan mentari berkali-kali jofanes mencoba membuat mentari sadar.....


"dok kenapa mentari belum juga sadar....?" tanya jofanes


"pasien merasa tergunjang dan belum menerima semua apa yang terjadi sebentar lagi Ia akan sadar sabar dan para perawat sedang mengurus ke lima jenazah yang ada di kamar mayat.... " ucap dokter


"dok kita bisah bicara di luar.....? " tanya jofanes

__ADS_1


"boleh silahkan..... " ucap dokter berjalan menuju ruangannya


"ga tolong jagain mentari gw mau urus pemakaman tante dan om..... " ucap jofanes


di angguki oleh arga


jofanes berjalan menuju ruangan dokter tersebut ia ingin menanyakan perihal keadaan rains dan reza.....


"silahkan duduk.... " ucap dokter


"dok Saya ingin keadaan rains di sembunyikan dan Saya ingin pasien yang bernama rains di nyatakan sudah meninggalkan setelah mendapatkan perawatan dan untuk ambulance yang akan menuju pemakaman enam mobil Saya harap dokter mengerti..... " ucap jofanes


"bagaimana bisah terjadi bagaimana nanti acara pemakamannya..... ? " tanya dokter


"Saya tidak ingin mengambil risiko.... " ucap dokter


"apa dokter tidak tau siapa Saya, Saya jofanes adi jaya putra sulung pemilik rumah sakit ini jika dokter membantu Saya menyembunyikan keselamatan rains dari polisi atau pihak mana pun dokter akan naik jabatan..... " ucap jofanes Tegas


"apa tuan jofanes benarkah.....? " tanya dokter

__ADS_1


dokter meragukan identitas jofanes karna selama ini tidak ada yang tau wujut wajah anak dari pemilik rumah sakit ini


jofanes meraih ponsel nya ia menunjukkan sebuah foto diri nya dengan sang ayah kepada dokter.....


"baik lah..... " ucap dokter


"Saya ingin memindahkan kedua pasien ke rumah sakit di singapura tanpa sepengetahuan siapapun kecuali mentari dan arga tolong urus semua nya..... " ucap jofanes meninggalkan ruangan dokter tersebut


jofanes berjalan menuju ruangan di mana rains dan reza di rawat baru ingin melangkah ia melihat sosok mentari berlari menuju kamar mayat dengan cepat jofanes berlari mengejar mentari......


jofanes menarik mentari kedalam pelukannya,dengan susah payah ia menahan diri mentari yang membrontak ingin melepas pelukan jofanes.....


"lepas fan gw mau ketemu ayah sama mamah mereka harus bangun mereka gk boleh tidur gw gk bisah hidup sendiri tanpa mereka fan.... " ucap mentari menangis


"sadar tar lo gk boleh gini terus bang rains dan ponaan lo reza sekarang butuh lo, kita harus urus pemakaman nyokap, bokap, melda, mba citra dan rasya iklasin mereka tar jangan gini lagi gw sakit liat lo gini lo masih punya gw lo masih punya bang rains yang sekarang bener-bener butuh lo, lo masih punya arga kita semua bakal selalu ada buat lo tar.... " ucap jofanes


"gw kehilangan semua nya fan beberapa jam yang lalu gw kehilangan berlian dia tega sakitin gw fan dan sekarang gw kehilangan keluarga yang paling gw sayang buat selama nya gw harus gimana...... " ucap mentari


"udah tar lo harus kuat gw sama jofanes bakal selalu ada buat lo kita harus pergi Kepemakamsn sekarang juga..... " ucap arga

__ADS_1


jofanes membawak mentari menuju mobil nya dan arga menjads keadaan rains dan reza di rumah sakit di per jalanan menuju pemakaman mentari nampak aneh dengan enam mobil ambulance di belakang mobil jofanes ia ingin menanyakan kepada jofanes namun ia urungkan.....


happy ready......


__ADS_2