
kini mentari sudah ada di bandara bersama dengan rains, reza,serta jofanes dan riko yang juga ada di Sana sedari tadi reza tak mau turun dari gendongannya dan ingin ikut bersama nya sedangkan pesawat yang akan ia tumpangi akan tekaut sekitar 20 menit lagi.....
"dek kamu serius mau kembali ke rumah kita yang dulu.....? " tanya rains
"ia bang lagian mbok ta kan selama ini tinggal di Sana sama anak laki-laki nya...... " ucap mentari
"ntar kita berdua sama jofanes bakal sering-sering pulang ke Sana..... " ucap riko
"om nanti kalo ke rumah mamah yang baru aku ikut ya.... " ucap reza kepada jofanes
"pasti nanti om ajakin.... " ucap jofanes
"mamah kok papah lian gk ikut mamah kalo mamah pergi sendiri siapa yang jaga in mamah....? " ucap Reza
__ADS_1
semua orang menatap ke arah mentari, mentari menarik napas dalam-dalam lalu duduk di dekat reza sunggu perkaatan reza barusan membuat hati nya kembali sakit benar ucapan reza tidak ada lagi yang akan menjaga diri nya sekarang ini
"sayang papah lian nya lagi kerja jadi gk bisah ikut mamah, reza sama papah rains gk boleh nakal ya harus nurut kalo papah rains nakal lagi kayak kemarin reza buru-buru telpon mamah atau telpon tante ika oke..... " ucap mentari
"dek ngomong apa an sih.... " ucap rains
"jaga-jaga kalo cewek itu godain abang ku lagi, riko jofanes liat in abang gw dia bodoh soal cewek, gw berangkat sekarang enam menit lagi pesawat gw lepas landas.... " ucap mentari
kini pesawat mentari sudah lepas landas begitu pula dengan bella yang juga sudah dalam perjalanan menuju dewa bondolingo dimana ia akan menjadi relawan bersama dengan dua rekan kerja nya.....
di kediaman rumah mentari mbok ta sudah di sibukkan dengan kegiatan bersih-bersihnya sudah hampir empat tahun mentari sama sekali tak ingin pulang ke rumah ini karna troma akan kejadian yang menimpa keluarganya hanya rains yang sesekali mengunjungi mbok ta dan gino yang di minta untuk tinggal di Sana.....
mbok ta memintak gino untuk menjemput mentari di bandara mau tak mau gino harus mengikuti kemauan sang ibu karna yang akan datang adalah pemilik rumah ini......
__ADS_1
gino sudah duduk di kursi tunggu yang ada di bandara dengan poster foto mentari di samping nya agar mempermudah mencari keberadaan mentari pesawat mentari akan mendarat 1 jam lagi tetapi sang ibu sudah meminta nya untuk menunggu membuat gino kesal saja.....
"ibu ada-ada saja pesawat non mentari masih 1 jam lagi mendarat nya kenapa ibu sudah meminta ku datang astaga..... " gurutu gino membenarkan posisi duduk nya
selama perjalanan mentari yang diam menatap awan di sekelilingnya ia tidak menyangka bahwa nasip buruk akan menimpa nya kehilangan keluarga sudah membuat nya terpuruk bertahun-tahun lama nya kini ia akan melewati pase yang sama lagi setelah kehilangan berlian untuk selama-lama nya..........
kini pesawat mentari sudah mendarat mentari berjalan menyusuri lorong bandara mencari seseorang yang di tugas kan untuk menjemput nya dengan tangan kiri yang menggerer koper milik nya mentari membenarkan kacamata hitam nya menyusuri setiap orang-orang yang ada di Sana......
hingga pandangan nya tertuju kepada sosok laki-laki yang sedang duduk melamun dengan poster foto mentari saat masa sekolah dulu dengan cepat mentari berjalan ke arah laki-laki tersebut dengan rasa dongkol dan kesal.....
"yang benar saja foto jaman bahela di jadiin poster segedek itu Mana orang-orang ngeliatin nya sambil senyum-senyum lagi astaga ini laki minta di gepak kali ya.... " grutu mentari
happy ready.....
__ADS_1