Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 127


__ADS_3

mentari yang baru saja terbangun melihat figuran foto di tangan nya ia berlari keluar dari kamar nya mencari ke beradaan berlian ia masih sama berharap bahwa ini semua mimpi tidak nyata dan membuat mentari kembali menangis.......


..."yang paling aku takuti adalah ketika aku terbangun pada suatu pagi dan kau sudah tidak ada lagi di dunia inišŸ‚"...


...(mentari Claudia inggris)...


ucap mentari di sela tangis nya ia berjalan sambil menghapus air Mata nya ia meraih gagang Pintu lemari es untuk mengambil air minum lalu melihat ke adaan dapur nya saat ini terlihat rapi seingat nya banyak piring-piring kotor yang tertumpuk kini sudah bersih......



lalu ia melihat ke arah meja sudah tersaji berbagai menu makanan suara cacing-cacing dalam perut nya tiba-tiba meminta untuk di beri makan......



mentari mendekati meja makan ia sedikit mengambil nasi dan lauk sedari kemarin napsu makannya hilang sedikit demi sedikit nasi di atas piring kini masuk ke dalam perut nya ia menatap semua makanan yang tersaji lalu menatap kursi di samping nya bayang-bayang berlian kembali menghiasi pikiran nya.....

__ADS_1


mentari menghentikan makannya ia masuk ke dalam kamar untuk mengecek ponsel nya wallpaper foto dia dan berlian masih terpajang indah di ponsel nya ia melihat chat masuk dari sang abang memberitahukan bahwa ia sudah menjemput reza dan sudah membuat sarapan untuk nya......


"dek reza sudah abang jemput dan hari ini akan bersama abang, abang sudah membuat kan mu sarapan di makan ya cantik😘...... " pesan dari abang nya rains


mentari hanya membaca pesan dari rains lalu mencari nama jofanes di kontak whatshap nya untuk datang ke sini bersama dengan riko diri nya sekarang benar-benar membutuhkan kedua Sahabatnya......


"*di mana lo sama riko....? " tanya mentari


"di kantar tar gw sekarang kalo riko paling di restoran kenapa emang.....? " tanya jofanes yang sama sekali belum tau apa yang terjadi kepada berlian


"bisah ke apartemen gw gk sekarang..... " ucap jofanes


setelah mendengar ucapan jofanes,mentari memutuskan sambungan telpon Ia memutuskan untuk membersihkan tubuh nya agar lebih segar lagi tetapi ketukan Pintu membuat mentari mengurungkan niat nya.....


"cepat banget jofanes sama riko sampek perasaan gw baru deh matiin telpon.... " gumam mentari lalu berjalan membukak Pintu

__ADS_1


terlihat sosok prempuan paruhbaya tersenyum di depan nya,mentari berhambur memeluk tubuh prempuan itu air Mata nya jatuh kembali sosok yang Ia rindu kan ialah pelukan sang ibu yang Ia kembali dapat kan dari ibu berlian.....


"ibu duduk dulu ya,mau minum apa.....? " tanya mentari menghapus air Mata nya


"nak duduk sini di dekat ibu.... " ucap ibu berlian


mentari patuh ia berjalan duduk di dekat ibu, ibu melirik di sekeliling ruang tamu Mata nya tertuju kepada foto figuran sang anak nya bersama ke kasih yang ia cintai selama ini yaitu berlian dan mentari......


"sini ibu mau peluk mentari lagi.... " ucap ibu membukak kedua tangan nya lebar meminta mentari memeluk nya


"sayang menangis lah ibu tau kamu sedang tidak baik-baik saja begitu juga dengan keadaan ibu sekarang dan adelia kita sama-sama terpuruk dan kehilangan berlian, kamu harus iklas ia kita berdoa saja semoga berlian berada tepat di Sisi allah..... " ucap ibu mulai meneteskan air Mata tetapi cepat-cepat ibu menghapus tangis nya agar mentari tak semakin menangis


"ibu kak berlian belum meninggal dia masih ada dia cuma liburan aja..... " ucap mentari


"sayang kamu harus iklas jangan menyalahi kehendak Allah, nanti malam ibu mau kamu datang ke rumah untuk mendoakan berlian ibu akan mengadakan pengajian...... " ucap ibu

__ADS_1


"ibu...... " ucap mentari semakin terisak


mentari belum benar-benar percaya bahwa ke kasihnya kini sudah tidak ada lagi dia sudah pergi meninggal kan nya berlian sudah ber janji akan kembali dan akan memenuhi janji itu setelah ibu merasa selesai berbicara ia pamit pulang setelah memeluk erat mentari......


__ADS_2