
setiap hari mentari selalu menyempatkan untuk menjenguk keadaan berlian dan riko sore ini setelah mengurus kasus anggi mentari menuju rumah sakit dengan membawak bubur untuk berlian jujur mentari merasa lelah untuk mencari semua bukti-bukti kejahatan anggi ia berjalan gontai menuju ruang berlian.....
mentari mendekat ke ranjang pasien ia duduk di samping berlian yang sedang tertidur pulas lagi-lagi mentari merasa bersalah sudah membuat berlian terluka rasa kantuk dan lelah yang mentari rasakan membuat nya tertidur di pinggir ranjang dengan tangan yang tetap memegang erat tangan berlian......
berlian terbangun ia melihat wajah mentari, berlian mengulurkan tangan nya untuk menyentuh pipi mentari namun aksi nya barusan membuat mentari terbangun dan menatap nya.....
"kamu kenapa....? " tanya berlian
"gk papa kak cuma lelah aja bukti yang Aku dapat belum cukup buat bikin anggi di hukum seberat-beratnya.... " ucap mentari termenung
"kamu waktu itu pakai baju anti peluru yang Aku kasih kan....? " tanya berlian
"ia kak Aku pakek... " ucap mentari
"di baju itu ada penyadap suara kamu akan mendapatkan semua bukti dari pembicaraan yang terekam dari alat itu.... " ucap berlian
"benar kah....? " tanya mentari gembira
"ia semua baju anti peluru yang kami kenakan di lengkapi dengan alat penyadap suara.... " ucap berlian
"kalo begitu Aku akan mengdakan sidang kedua..... " ucap mentari
"semoga berhasil jika kamu butuh saksi Aku siap.... " ucap berlian tersenyum
"kalo gitu mentari mau pulang dulu kakak jaga diri..... " ucap mentari berlari
__ADS_1
namun seketika mentari menghenti kan lari nya ia malah kembali menuju ruang berlian mentari membukak pintu.....
"Aku udah siapin bubur buat kakak di makan.... " ucap mentari menujukkan mangku di atas mejah dekat ranjang berlian
"Terimakasih.... " ucap berlian di angguki mentari
dengan kecepatan penuh mentari menuju apartemen nya belum itu ia menghubungi jofanes untuk menuju apartemen nya juga selain itu mentari meminta rains untuk menggantikan diri nya menjaga berlian dan riko....
setelah sampai di apartemen mentari berlari menuju kamar nya membukak lemari baju untuk mencari baju tersebut hingga menemukannya.....
ketika mentari sudah menemukan benda tersebut jofanes datang mentari memberikan benda tersebut kepada jofanes, mereka benda mencoba untuk mendengarkan semua percakapan mereka di gedung itu hingga ada rekaman suara mentari yang sedang berbicara kepada tasya dan ika yang sedang membahas jofanes.....
"kalian tau awal Aku berteman dengan jofanes dan riko tidak memberikan kesan yang baik kalian tau jofanes itu seperti Gunung es susah untuk di cairkan awal nya Aku berteman dengan riko dan bertemu dengan jofanes kami sempat berkelahi waktu itu Aku sering mengumpatnya dengan kata-kata kasar dia suka menghadang mobil ku dia pikir nyawa nya seperti kucing tapi kalian tau jofanes itu cengeng dia masih suka mandi dengan air panas hahahaha..... " ucap mentari
mentari mencoba mengambil benda itu tetap dengan cepat jofanes memasukkan benda tersebut ke dalam kantung celana nya jofanes menatap tajam ke arah mentari dengan cepat jofanes menarik telinga mentari seperti anak kecil.....
"ampun fan gw janji gk bakal ngomong tentang lo yang suka ngupil deh.... " ucap mentari
"coba aja bilang ke tasya lagi gw pastiin aib lo suka tidur ngiler di tambah ngorok gw kasih tau ke berlian biar lo tau rasa.... " ucap jofanes menakut-nakuti mentari
"ih baperan fan gw kangen riko kapan dia sadar.... " ucap mentari duduk di samping jofanes
"kita doain aja agar riko cepet sadar eh yang ngerawat dia kan Bella.... " ucap jofanes
"iss kesel kalo gw liat muka tuh cewek.... " ucap mentari
__ADS_1
"udah lagian bukan Bella yang salah dia gk tau apa-apa si putra aja yang sok udah pacaran sama lo masih kencan aja sama cewek lain.... " ucap jofanes
"ya sih udah ah kita ke kantor gw sekarang buat ambulance bukti-bukti yang lain buat sidang besok ika udah nungguin di Sana.... " ucap mentari
mentari mengajak jofanes untuk pergi ke kantor kejaksaan di mana tempatnya berkerja ia akan mengumpulkan semua berkas dan bukti untuk per sidangan, mentari berjalan sejajar dengan jofanes banyak mata yang menatap ke arah samping mentari apa lagi kaum hawa tidak jarang ada yang berbisik tentang ketampanan jofanes......
di saat mentari dan jofanes mentari melewati karyawan yang sedang membicarakan tentang kapten berlian dan rains abang nya.....
"ganteng banget sih duda yang satu ini Aku mau lo sama dia..... " ucap salah satu karyawan yang sedang memuji rains
"aku mah sakit hati ternyata kapten berlian sudah memiliki tanangan aku pikir dia punya hubungan dengan pengacara mentari ternyata tidak kasian sekali mentari... "jawan karyawan lain
" pasti tunangannya lebih cantik dari mentari.... ... "
mentari yang mendengar ucapan mereka ingin menegur nya tetapi jofanes menarik tangan nya untuk segera menuju ruanganya mau tak mau mentari harus kembali memendang rasa marah nya.....
"iss lo aapan sih pakek Tarik tangan gw segala gw pengen nyumpel mulut tuh orang-orang... " ucap mentari
"kenapa harus marah lo kan emang gk punya hubungan lagi sama berlian..... " ejek jofanes
"diem gk lo... " ucap mentari
mentari melempar buku ke arah jofanes tetapi jofanes berhasil mengelak buku itu malah mengenai wajah ika, ika yang mendapat lemparan itu menatap tajam ke arah jofanes dan mentari lalu ia memungut buku tersebut dan berjalan mendekati mentari....
"lain kali lempar dengan tepat sasaran bos.... " ucap ika
__ADS_1
happy ready.....