Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 76


__ADS_3

arga kembali kekota nya Ia merasa lelah seharian berada di rumah sakit awal nya jofanes menawarkan untuk diri nya menginap semalam di rumah nya namun arga menolak ia memilih untuk kembali kekota nya begitu juga dengan tasya yang ikut kembali bersama arga....


jofanes pulang ke rumah nya dengan hati yang masih khawatir dengan keadaan semua ini sudah hampir satu bulan ia mencari keberadaan riko Ia mencoba menghubungi riko untuk memberi kabar tentang kecelakaan yang menimpa keluarga mentari.....


jofanes sudah mencoba pergi ke rumah riko namun rumah yang biasa Ia kunjungi kosong tidak ada seorang pun Ia mencoba ber tanya kepada masyarakat sekitar tidak ada yang tau kepergian riko....


*


tidak terasa sudah 4 bulan mentari berada di negara orang tepat nya di singapura Ia sudah mulai aktif belajar di kampus baru nya, sedangkan rains dan reza sudah mendapatkan perawatan intensit di rumah sakit terbaik di negara ini.....


sebelum pergi ke kampus setiap pagi nya mentari selalu berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk sang abang dan keponakan nya Hari-hari nya Ia habiskan berada di rumah sakit.....


seperti pagi ini mentari akan pergi kerumah sakit yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal nya Ia menuju ruangan di mana rains di rawat....


"excuse me the doctor called the madam to go to her room.... " ucap perawat

__ADS_1


di angguki mentari, mentari berjalan menuju ruangan dokter yang menangani rains dan reza


"Please, sit..... " ucap dokter mempersilahkan mentari untuk duduk


"what is it......? " tanya mentari menggunakan bahasa inggris juga


"saya bisah ber bahasa Indonesia kok kita berbicara menggunakan bahasa Indonesia saja.... " ucap dokter muda di hadapan mentari


"baik lah, jadi bagaimana kondisi kakak dan ponaan saya dok.....? "tanya mentari


"dok sampai kapan pun jangan pernah lepas benda itu dari tubuh kakak saya, saya yakin dia pasti sembuh.... " ucap mentari


"tapi itu akan menyiksa tuan rains nona.... " ucap dokter


"jangan pernah di lepas Saya yakin sekali kakak Saya akan sadar walau sekarang tidak tapi nanti Saya permisi dok..... " ucap mentari

__ADS_1


mentari berjalan menuju ruangan di mana keponakan nya di rawat benar saja kini reza sudah sadar dan membaik mentari berjalan mendekati reza yang tertidur pulas....


"mamah.... " ucap reza kepada mentari


mentari tidak menjawab ia hanya menangis melihat keadaan reza yang harus hilang ingatan dan hanya mengingat sang mamah


"mamah, mamah, mamah, mamah..... " ucap reza


mentari memeluk tubuh reza ia menangis bahagia atas kesembuham sang keponakan yang sangat Ia sayangi mentari berjanji akan belajar menjadi sosok mamah untuk reza dan akan merawat reza selamanya.....


"anak ganteng mamah harus pergi belajar dulu reza di sini gk boleh nakal ya reza harus nurut kata dokter dan kakak prawatnya agar reza cepet sembuh dari sakit nya reza mau kan abis ini mamah ajak jalan-jalan.... " ucap mentari


"mau reza janji gk bakal nangis dan rajin minum obat..... " ucap reza


"sip mamah jalan sekarang reza sama kakak prawat dulu ya.... " ucap mentari di angguki reza

__ADS_1


happy ready.....


__ADS_2