
perlahan mentari melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti jofanes, dan riko terlihat semua orang sibuj dengan tugas mereka masing-masing....
adelia yang melihat kedatangan mentari segera mendekat ke arah ketiga orang itu, adelia memeluk erat tubuh mentari hingga air mata mereka berdua jatuh bersamaan mentari mengelus pucuk kepala sang adik berlian.....
"gila fan itu adek nya berlian semok banget tuh body..... " ucap riko
"syutttt gw gapar pula tuh mulut, kita ke sini bukan mau nyari cewek riko.... " ucap jofanes menatap tajam ke arah riko
"ya elah santay bro gw juga tau situasi tapi kalo bonus nya liat yang bening begini gk sia-sia kita ikut mentari kan...... " celetuk riko,
jofanes tidak lagi menanggapi ucapan riko ia memilih untuk meninggal kan riko dan pergi mendekati mentari, riko pun berlari menyusul jofanes yang semakin jauh dari nya......
"fan, ko ini adik dari kak berlian..." ucap mentari melepas pelukan mereka
"kenalin aku riko..... " ucap riko sambil mengulurkan tangan kanannya di sambut ramah oleh adelia
__ADS_1
"adelia kak..... " ucap adelia tersenyum
"tangan nih cewek alus banget, emang gila nih cewek paket komplit kenapa gk dari dulu gw kenal nih cewek..... " batin riko
yang belum juga melepas genggaman tangan antara dia dan adelia hingga adelia mulai merasa risih dan mencoba melepas genggaman riko yang seakan tidak mau lepas begitu saja.....
"kak tangan aku..... " ucap adelia
"oooh maaf..... " ucap riko segera melepas tanganya dari tangan adelia lalu mencium telapak tangan nya sendiri
"gk pernah berubah masih aja gk bisah liat yang bening dikit aja dasar playboy..... "batin mentari menatap riko
"udah dek kita tinggalin aja mereka berdua, di mana ibu.....? " tanya mentari
"lagi ngobrol sama ibu-ibu di dalam yok kak.... " ucap adelia menarik tangan mentari
__ADS_1
jofanes dan riko berkeliling di sekitar rumah menikmati cuasa dan hembusan angin yang sejuk kebetulan rumah berlian letak nya di pinggir kota dan memiliki pemandangan yang bisah di bilang masih alami belum ada campur tangan dari manusia.....
jofanes dan riko berjalan-jalan di sekitar perkebunan tamanan seperti, sawi,kangkunh, tomat,timun, yang lumayan luas hingga tatapan riko tertuju kepada sosok prempuan yang berdiri menatap kearah tanaman seperti sosok yang ia kenal dan ia rindukan....
ketika riko sedang memandangi punggung prempuan itu dan ingin mendekati nya tiba-tiba jofanes menarik tangan nya dan mengajak ia untuk kembali ke rumah berlian mau tak mau riko mengurungkan niat nya ia kembali ke rumah berlian bersama dengan jofanes....
mentari bergabung bersama dengan ibu sedangkan adelia memilih untuk membantu perkerjaan di belakang, sebenarnya sedari tadi mentari merasa risih dengan semua pertanyaan yang di lontarkan oleh ibu-ibu tentang diri nya dan berlian, yang memang tak berjodoh lah, ini lah itu lah membuat kepala mentari Teresa pusing,ibu yang menyadari bahwa mentari tak nyaman menyuruh mentari untuk beristirahat di kamar berlian.....
"nak kamu pasti capek dari perjalanan yang cukup jauh lebih baik kamu istirahat di kamar berlian sampai pengajian nya di mulai.... " ucap ibu
"ia bu.... " ucap mentari bangkit meninggal para ibu-ibu
mentari masuk ke dalam kamar berlian, masih rapi seperti pertama ia datang ke rumah ini, kamar berlian memang jarang sekali di tempati setelah ia menjadi tentara ia juga jarang pulang karna tugas yang ia kerjakan......
__ADS_1
happy ready......