Mentari Untuk Sang Prajurit

Mentari Untuk Sang Prajurit
episode 50


__ADS_3

mentari berlari menuju garasi melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi tidak butuh waktu lama ia tiba di Gerbang sekolahan yang sudah di tutup oleh satpam ia melihat kedua sahabatnya dengan motor mereka


masing-masing seperti sedang memohon kepada satpam tersebut......


mentari mendekati mobil nya di antara jofanes dan riko ia turun dari mobil berjalan mendekati mereka....


"ini lagi cah gendeng kok bisah telat nya kompak loh..... " ucap pak satpam


"pak tolong sekali ini aja bolehin kita masuk.... " ucap riko


mentari melipat kedua tangan nya di depan dada menatap kedua sahabatnya dan satpam melihat kedua sahabatnya gagal merayu satpam itu mentari membukak dompet mengambil selembar uang merah 100 ribu dan menyodor kannya kepada pak satpam....


"bapak pasti belum sarapan Sana gih ngopi pak... " ucap mentari memberikan uang itu


"kamu berusaha nyogok saya....!" ucap pak satpam


"gk gitu pak anggap saja ini rezeki bapak.... " ucap mentari


"bener iya ini bukan nyogok..... "ucap pak satpam mengambil uang dari tangan mentari


"kita boleh kan pak masuk sekarang.....? "tanya jofanes di angguki pak satpam

__ADS_1


"pinter... " ucap jofanes tersenyum kepada mentari


satpam membukak Gerbang mentari melempar konci mobil kepada satpam tersebut dan berlari masuk ke dalam sekolah begitu pula dengan jofanes dan riko dengan lincah memarkirkan motor gedek milik mereka....


"walah-walah cah gendeng berani sekali nyuruh saya parkirkan mobil nya.... " gumam pak satpam


pak satpam melangkah masuk kedalam mobil mentari duduk rapi seketika ia bingung cara mengendarai mobil....


"waduh saya lupa kalo ndak bisah mengendarai mobil.... " ucap pak satpam renyah ia keluar dari mobil mengunci mobil lalu berjalan kembali ke pos satpam


mentari berlari menuju kelas bersama dengan jofanes dan riko setiba di depan kelas bukan retno sudah memberikan kertas ujian nasional hari ke 6.....


mentari mendorong tubuh jofanes untuk berjalan duluan mau tak mau jofanes berjalan tepat di depan mentari dan riko ia mendekati bum retno yang sudah menatap tajam ke arah mereka bertiga.....


"maaf bu.... " ucap mentari menunduk


"baiklah ibu maaf kan karna ini hari terakhir ujian kalian boleh ikut dan duduk di korsi kalian masing-masing..... " ucap buk retno


"terimakasih bu..... " ucap jofanes


mereka berjalan menuju korsi mereka masing-masing buk retno memberikan lembar ujian Matematik mentari yang melihat setiap soal memukul kepala nya yang tidak sakit itu ia menoleh kebelakang menghadap ke jofanes.....

__ADS_1


"gw sama sekali gk ngerti mau ngisi apa fan sama sekali gk belajar..... " ucap mentari


"ada gw.... " ucap jofanes tersenyum


"mentari jofanes apa yang kalian bicarakan.... " teriak buk retno


"tidak bu.... " ucap mentari kembali pokus menatap soal-soal ujian


tidak terasa waktu ujian habis mentari menyelasaikan dengan tepat waktu dengan bantuan jofanes berbeda dengan riko yang nampak murung menatap mereka berdua.....


semua murit satu persatu meninggalkan kelas begitu pula dengan mentari dan kedua sahabatnya mereka berjalan menuju kantin untuk makan....


"kenapa tuh muka murung muluk....? " tanya mentari


"jofanes cikil banget lo di kasih contekan pas gw minta dia pura-pura tuli..... " celetuk riko


"benarkah kasian banget.... " ucap mentari memegang wajah riko dengan kedua tangan nya gemas


"sakit tar.... " ucap riko


"hahah kalian duluan aja ke kantin gw ke toilet dulu.... " ucap mentari di angguki jofanes dan riko

__ADS_1


happy ready**๐Ÿ˜๐Ÿ˜Œ


__ADS_2