
Aku pulang dengan senang dan pulang ke rumah kembali. Perjalanan yang jauh dan kondisiku yang sangat capek membuatku tertidur di kursi mobil sampai akhirnya aku sampai ke rumah
"Nona muda, kita udah sampai" ucap sopir dengan lembut dan aku terbangun dari tidurku
"Mmm... baiklah, makasih pak" gumamku menahan kantuk dan masuk ke dalam rumah
Aku berjalan ke dalam rumah menahan kantukku, di dalam rumah aku melihat ayah duduk di kursi ruang tamu dengan rasa khawatir yang tinggi
"Malam yah" gumamku menutup pintu
"Malam juga nak... bagaimana pertemuanmu?"
"Yaaa lancar yah"
"Syukurlah"
"Ayah kok udah pulang?"
"Baru saja pulang, tadi tuan Steven menelepon ayah"
"Kenapa dia menelepon ayah?" tanyaku kaget
"Katanya tuan Steven tertarik denganmu dan menjadikanmu sekretaris pribadinya"
"Emang ayah menyetujuinya?"
"Iya lah... ayah menyetujuinya"
"Kenapa ayah menyetujuinya?" protesku
"Ya itu peluang bagus untukmu "
"Hmmm baiklah... tapi mulai besok aku tinggal di rumah Steven itu ayah... emang ayah rela?" tanyaku
"Tinggal dirumahnya?:
"Iya ayah tadi dia bilang seperti itu!!" protesku meyakinkan ayah
"Ya kalau kamu diberikan hidup layak tidak apa bagi ayah"
"Aayyaaahh" protesku
"Apalagi dia tampan, kaya, pembisnis terkenal bisa aja nanti jadi menantu ayah"
__ADS_1
"AYAH NIHH" protesku
"Ya kan gak apa - apa" gumam ayah sambil tertawa
"Au ahhh aku mau tidur" gumamku kesal dan langsung pergi ke kamarku
Walaupun aku menerima syarat dan kontrak dari Steven dengan harapan ayah menolaknya, malah sekarang ayah mendukung penuh. Tidak tahu aku harus bagaimana menghadapinya di seumur hidupku
Aku mengganti pakaianku dan merebahkan tubuhku yang sangat lelah. Aku teringat bagaimana Steven menciumku dengan lembut, Oh Tuhan ... apa yang harus aku lakukan, hatiku bercampur aduk... takut, senang, bahagia, bingung bercampur jadi satu. Aku takut Steven tahu kalau aku sudah tidak perawan, senang Steven mengatakan aku miliknya, bahagia ketika Steven menyuruhku menjadi sekretaris pribadinya dan aku bingung bagaimana untuk mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi kepada Steven... bagaimanapun juga aku tidak pantas menjadi istrinya Steven, jadi jangan terlalu senang dulu Sani...
Kriiinngg
Handphoneku tiba - tiba berbunyi yang membuyarkan lamunanku. Aku melihat notifikasi layar handphoneku yang ternyata Asri yang meneleponku
"Hallo" gumamku
"Hai San..."
"Ada apa?"
"Besok ke mall yuk"
"Aku tidak bisa"
"Aku besok kerja"
"Kerja apa?"
"Sekretaris"
"Waah di perusahaan mana?" tanya Asri penasaran
"Ya... kamu akan tahu sendiri suatu saat nanti"
"Waah semangat yaaah... kalau udah gajian kabarin aku ya" gumam Asri senang
"Emang kenapa harus mengabari kamu?"
"Ya kan ... bayarin lah"
"Heleh tuman" gumamku
"Hehehe... ya udah deh, semangat buat besok Sani... bye" ucap Asri menutup teleponnya
__ADS_1
"Hmmm... kalau kamu tahu aku bekerja di perusahaan milik Steven, apakah kamu akan marah padaku Asri" gumamku
Aku mendengar Asri sangat menyukai Steven karena kebaikannya Steven kepada Asri, tapi malah aku yang disuruh Steven untuk menjadi sekretaris pribadinya bahkan aku di fasilitasi semua yang dimiliki oleh Steven
Kriiinnggg
handphoneku berbunyi lagi dan aku melihat di layar handphoneku ada nomor baru yang sedang meneleponku, karena aku penasaran aku mengangkat teleponnya
"Hallo..." gumamku
"Hai cantik" ucap seorang pria di dalam telepon
"Siapa ya?"
"Aku Steven"
"Oh ya tuan muda ada apa meneleponku?" tanyaku dengan bermalas - malasan
"Tidak ada... aku cuma pengen meneleponmu aja"
"Hmmm ya kan kamu meneleponku pasti ada alasannya" gumamku
"Ya aku cuma pengen meneleponmu aja... sungguh... "
"Baiklah Steven"
"Kamu lagi apa?... udah sampai rumah kan?"
"Lagi rebahan aja... udah kok... tenang aja" gumamku
"Oh syukurlah... besok jangan sampai lupa ya!!" ucap Steven dengan nada senang
"Iya aku tahu... ayah juga udah kamu kasih tahu kan" gumamku
"Iya pastilah... meminta restu kepada calon mertua itu kewajiban" gumam Steven lirih
"Hee??... kamu ngomong apa?" tanyaku kaget karena tidak mendengarkan suara Steven
"Udah kamu istirahat aja dulu... jangan sampai telat... selamat malam cantik" gumam Steven langsung mematikan teleponnya
"Iya.. selamat malam... juga" gumamku meletakkan handphoneku di atas kasur
Aku harus mempersiapkan semua perlengkapanku untuk bekerja besok pagi, apalagi perjalanan yang sangat jauh yang ditakutkan aku terlambat untuk berangkat bekerja. Kalau aku terlambat nanti Steven menceramahiku panjang lebar
__ADS_1
Huufftt besok my first time ya?... kata - kata yang masih terpikirkan di otakku. Aku berharap semoga pekerjaanku pertama besok sangat nyaman dan tidak ada halangan apapun sehingga aku bisa bekerja dengan serius, anggap saja ini hanya magang untuk bekal bekerjaku dimasa depan