Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 45 : Bertarung Dengan Pemburu


__ADS_3

Pelajaran pagi ini adalah manajemen, dosenku mengajar di depan kelas dengan semnagat tapi semakin fokus mendengarkannya aku malah semakin bosan dan mengantuk apalagi pelajaran ini dari pagi sampai sore hari


Ya memang pelajaran ini adalah pelajaran yang sangat aku suka sebenarnya tapi karena aku bosan makanya aku sendiri diam - diam mengumpulkan energi jiwaku untuk meningkatkan kemampuanku sendiri tapi tiba - tiba ada seseorang yang melemparku sebuah kertas ke arahku, dengan sigap aku menangkap kertas itu dan membaca tulisan itu


"Jangan melatih kekuatanmu disaat banyak orang" gumamku pelan


"Siapa yang melemparkannya ke arahku?" gumamku memandangi sekitarku tapi semua orang yang ada di dalam kelas fokus menulis di buku masing - masing


"Sani... kamu sedang mencari apa dari tadi tolah toleh mulu!!" teriak dosenku yang membuatku terkejut


"Ti... Tidak ada bu"


"Dengarkan penjelasan saya baik - baik. Mengerti !!!" protes guruku kesal


"Ba.. baik bu"gumamku pelan namun tiba - tiba ada seseorang melempariku kertas lainnya ke kepalaku


"Aduhh" gerutuku kesal dan membaca kertas - kertas itu


"Udah fokus ke pelajaran.."


"Jangan aneh - aneh.."


"Banyak yang mengawasimu tahu" gumamku membaca kertas itu satu persatu


"Mengawasiku? Siapa?" gumamku bingung


"Apa ini ulah Steven?" gerutuku kesal tapi tidak lama kemudian aku dilempari kertas lagi dan kali ini aku berhasil menangkapnya lalu aku membaca kertas itu


"Aku bukan Steven, udah gak perlu tahu aku siapa. Belajar aja yang rajin. Suatu hari nanti aku ingin bertarung denganmu" gumamku pelan membaca surat terakhir itu


"Ulah siapa sih sebenarnya!!" gumamku kesal dan membakar semua kertas itu sampai menjadi abu


"Awas saja nanti" desahku kesal dan mendengarkan pelajaran kembali


Beberapa jam aku mendengarkan penjelasan dosenku sampai aku terus menerus menguap, akhirnya pelajaran yang melelahkan itu telah berakhir. Dosenku keluar kelas dan banyak anak - anak kelas yang segera pulang ke rumah masing - masing. Saat aku akan beranjak dari tempat dudukku aku melihat Xiao Min berdiri di sampingku


"Ada apa Xiao Min?" gumamku menatapnya


"Bolehkah aku berbicara sebentar denganmu?"


"Boleh, mau bicara apa?"


"Tapi jangan disini"


"Kenapa?"


"Karena aku ingin berbicara empat mata denganmu"


"Lalu dimana?"


"Di suatu tempat.."


"Sani ayo kita pulang" ucap Nana mendatangiku


"Kamu pulanglah dulu Na, Xiao Min ingin berbicara denganku" gumamku


"Iya sebentar aja, please" gumma Xiao Min memohon kepada Nana


"Hmm baiklah jangan lama - lama uda sore soalnya" gerutu Nana meninggalkan kami berdua


"Ya udah mari Sani" gumam Xiao Min lembut

__ADS_1


"Baiklah" desahku mengikuti langkah Xiao Min dari belakang. Xiao min berjalan keluar gedung dan berhenti di belakang gedung kampus


Di belakang gedung Xiao min terus menatapku dengan tatapan takut dan tatapan merasa bersalah tapi dia berusaha tidak terlihat kalau dia sedang cemas


"Jadi mau ngomong apa?" gumamku menatap Xiao Min


"Mmm bagaimana ya menjelaskannya" desah Xiao Min bingung


"Jelasin aja gak apa - apa"


"Mmmm... Sani, apakah kamu keturunan manusia, vampir, dan iblis?" gumam Xiao Min serius


"Kenapa kamu tanyakan ini?" gumamku kaget


"Ya aku ingin memastikan saja"


"Apa kamu tadi yang melempariku kertas?"


"Kertas? Aku tidak melemparimu"


"Oh ya? Berarti bukan kamu" desahku


"Kenapa gitu?"


"Tidak ada, lupakan saja" desahku


"Emang kamu dapat informasi itu dari siapa?" gumamku menatap Xiao Min


"Dari organisasi"


"Organisasi apa?"


"Pemburu vampir dan iblis khusus"


"Iya.."


"Kamu anggota mereka?"


"Iya, jadi aku ingin bertanya langsung kepadamu untuk memastikan saja"


"Hmmm" desahku bingung


"Jawablah dengan jujur Sani"


"Kalau aku menjawabnya dengan jujur apa kamu akan membunuhku" gumamku dingin


"Walaupun aku tidak ikhlas tapi mau tidak mau aku harus melakukannya karena kamu bakal calon ratu terkuat dan bisa memusnahkan umat manusia bahkan kaum vampir dan iblis kalau kamu masih vampir atau iblis biasa kami tidak akan membunuhmu kecuali karena alasan tertentu" ucap Xiao Min mengeluarkan senjatanya


"Oh begitu ya" desahku menatap mata Xiao Min


"Ya sudah bunuhlah aku" gumamku pasrah menundukkan kepalaku


"Haaah .... Kamu kenapa pasrah seperti itu?" gumam Xiao Min bingung


"Ya emang dari awal aku tahu aku ini siapa, aku ingin mengakhiri hidupku kok dan emang ini satu - satunya cara, ya apalagi kalau kamu berhasil membunuhku kamu diangkat menjadi kepala cabang kan" gumamku santai


"Kenapa kamu tahu?"


"Karena ayahku selain menjadi pemimpin perusahaan terkenal juga seorang pemburu vampir dan iblis khusus dan kepala cabang di kota ini"


"Tuan Lan?"

__ADS_1


"Ya dia ayahku, jadi bunuhlah aku sekarang itulah yang aku inginkan" desahku pasrah


"Sani... maafkan aku, aku akan selalu mencintaimu" gumam Xiao Min menarik pelatuknya dan aku memejamkan kedua mataku


"Cinta ya?" Aku bersyukur masih ada yang mencintaiku walaupun harus berakhir tragis seperti ini dan memang seharusnya seperti ini hidupku


Duuaaaaarrr.... Duuuaaarrr.. Duuuaaarrr


Suara tembakan yang sangat keras yang membuatku hanya bisa pasrah kalau aku akan mati mengenaskan di tangan orang yang pernah mencintaiku ini. Aku mengingat saat - saat kita berdua memandangi pemandangan kota di atas tebing dulu. "Hemmm masa - masa yang indah" desahku dalam hati


Tapi saat aku sudah sangat bersiap untuk mati hari ini aku malah tidak merasakan sakit sama sekali. "Apa aku sudah di surga?" gumamku dalam hati dan aku membuka kedua mataku. Betapa terkejutnya aku melihat Steven dan Leo berada di depanku dan melindungiku dari tembakan Xiao Min dan di sebelah Xiao Min terdapat banyak orang yang memegang senjata mereka juga sambil terus menembak ke arah kami


"Ka... Kalian berdua?" gumamku terkejut


"Hei cantik pasrah banget kamu, udah tahu kamu mau dibunuh" ucap Leo dingin


"Selama kamu belum memilih satu diantara kami" gumam Steven


"Tidak akan kami biarkan kamu terbunuh" gumam Leo dingin


"Kalian... " desahku kaget melihat dua orang raja yang bertarung melawan pemburu vampir dan iblis khusus hanya demi melindungiku


"Hmmm dasar bodoh" gumamku tersenyum kesal yang membuat Leo dan Steven bingung


"Buat apa kalian bertarung di sore hari seperti ini hanya demi aku orang yang tidak berguna seperti ini" teriakku kencang yang membuat Leo, Steven, dan Xiao Min menatapku


"Buat apa? Kamu bilang buat apa?" gumam Steven dingin


"Kamu tahu kenapa kami selalu memperebutkanmu" gumam Leo dingin


"Karena kamu orang yang aku cintai" ucap Steven dan Leo bersamaan


"Hei, itu kata - kataku" protes Steven kesal


"Hei itu kata - kataku tahu!!" protes Leo kesal sambil terus melawan pemburu vampir dan iblis khusus yang menembak ke arahku terus menerus


"Udah ah nanti aja berantemnya, kita lawan mereka dulu semakin banyak tahu!!" protes Steven melawan para pemburu itu dengan sekuat tenaga


"Dasar kalian berdua sangat lemah" gumamku membangkitkan jiwa vampir dan iblisku bersamaan lalu berjalan ke depan Leo dan Steven


"Hei kamu ngapain di depan kami!!" protes Steven


"Kambali ke belakang kami" protes Leo kesal


"Cerewet" ucapku dingin


"Maafkan aku Xiao Min..." desahku memfokuskan kekuatanku dan mengeluarkan seluruh kekuatanku menyerang pemburu vampir dan iblis khusus itu yang membuat seluruh pemburu itu terluka parah


"Uuukkhhh... Sa... Sani" desah Xiao Min terluka karena terkena kekuatanku


"Maafkan aku, sebenarnya aku tidak ingin melawanmu tapi aku terpaksa" gumamku pelan dan membalikkan badanku


"Kamu menyerang mereka?" gumam Leo terkejut


"Dengan satu serangan aja?" gumam Steven terkejut


"Ya kalian terlalu lemah" gumamku berjalan di antara Leo dan Steven dengan dingin


"Heiii" protes Steven dan Leo kesal


"Kalau ingin bertarung jangan kelamaan nanti kalian berdua Ma...Ti" desahku terjatuh ke tanah

__ADS_1


Aku tidak tahu kenapa setelah mencoba mengumpulkan dua kekuatan menjadi satu malah menguras semua energi yang aku miliki dan membuat aku lemas dan kehilangan kesadaranku kembali


__ADS_2