
Selama pelajaran aku diam - diam melatih kekuatanku di sela - sela pelajaran, aku mencoba merobohkan bangunan yang ada di sekitar kampus. Yang aku robohkan hanya bangunan - bangunan tua sehingga kalau roboh tidak akan ada yang mencurigainya
"Huuh kenapa cuma segini kekuatanku" desahku kesal
"Kalau kekuatanku segini apa bisa mengalahkan raja kegelapan, dan juga tadi dia muncul saat kami di atas atap" desahku dan kembali merobohkan gedung tua yang ada di sebelah kampus tapi tidak aku duga suara bangunan roboh itu terdengar sampai ke kelas
Brruuuuukkkk
"Suara apa itu?" teriak dosenku dan teman - temanku menatap ke luar jendela
"Haduh" desahku menepuk dahiku
"Hmmm kamu ini suka iseng ya" desah Sony mengelus rambutku
"Ya aku cuma berlatih saja" gumamku pelan
"Kalau berlatih jangan di dunia manusia" Sony terus mengusap rambutku
"Hmmm baiklah, Oh ya kenapa raja kegelapan ada diatap tadi?"
"Ya dia kuliah disini juga"
"Haaah? Kenapa?"
"Ingin membunuhmu" gumam Sony terus mengelus rambutku
"Oh sudah ku duga, mmm bisa gak kamu menghentikan tanganmu" desahku menatap Sony
"Emang kenapa?"
"Nanti banyak yang lihat tahu" protesku kesal
"Biarin saja"
"Biarin yak? Mereka tidak tahu identitasmu, apalagi disini banyak kaum lain selain manusia" gumamku dalam hati
"Hmmm ya baiklah" desah Sony mengalah
"Oh ya nanti sore kita berdua pergi"
"Pergi kemana?"
"Ke istana langit"
"Kenapa aku di ajak?"
"Kamu istriku, jadi kamu harus ikut"
"Baiklah.." desahku tiba - tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang yang membuatku terkejut
"Itu kelakuanmu Sani?" tanya Xiao Min di belakangku
"Ya bisa dibilang begitu"
"Hmmm kalau anak baru ini tahu bagaimana?" bisik Xiao Min ditelingaku
"Biarin lah, gak bakal tahu juga" desahku
"Baiklah kita lanjutkan pelajarannya, mungkin bangunannya sudah rapuh termakan usia" gumam dosenku kembali ke depan kelas dan teman - temanku juga kembali ke tempat masing - masing
"Jadi untuk menghitung soal ini harus menggunakan rumus yang sudah ibu jelaskan tadi ya"
"Baik bu"
"Ini soal - soal di papan tulis kerjakan dengan sebaik mungkin ya, kalau sudah selesai kumpulkan di ketua kelas ibu akan keluar sebentar ada sedikit urusan dengan direktur" ucap dosenku keluar dari kelas dan kami semua mengerjakan dengan serius
Pelajaran matematika emang pelajaran yang aku sukai jadi aku sangat mudah mengerjakannya tanpa kesulitan, aku segera mengumpulkan tugasku ke Xiao Min yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya
__ADS_1
"Aku udah selesai Xiao Min" gumamku meletakkan bukuku di atas mejanya
"Kamu sudah selesai? Cepatnya"
"Ya..." desahku mengambil tasku
"Kamu mau kemana?" tanya Sony dalam hati
"Ke suatu tempat" gumamku berjalan meninggalkan kelas, Sony terus memandangku dari tempat duduknya. Aku melangkahkan kakiku dan berpindah di atas menara kota yang tinggi di tengah kota
Aku duduk di puncak menara sambil menikmati angin yang berhembus di wajahku dan memandangi pemandangan yang indah yang dihiasi langit kuning kemerah - merahan
"Hidup menjadi manusia biasa tanpa beban menyenangkan ya" desahku menatap lalu lintas kota yang padat
"Ya apalah dayaku yang kebanyakan beban"
"Apa yang kamu lakukan disini?" gumam seorang laki - laki dibelakangku dan aku langsung menoleh ke arah belakangku, aku melihat Candra yang sedang berdiri di belakangku
"Oh kamu ya, ada apa raja siluman?"
"Tidak ada, aku biasanya datang kemari kok"
"Oh ya? Maaf menggunakan tempatmu"
"Tidak apa, pakai saja" gumam Candra duduk di sampingku
"Oh baiklah terimakasih"
"Mmm Sani tadi aku kok merasakan ada aura tidak nyaman ya di kampus? Kamu merasakannya juga gak?"
"Ya memang sedikit ada perselisihan di atap gedung kelas"
"Perselisihan apa maksudmu?"
"Kamu tidak perlu tahu"
"Kenapa?"
"Hmmm kamu selalu seperti itu San, oh ya aku tadi melihat anak baru itu memperlakukanmu dengan lembut kenapa?"
"Haah? Maksudmu?"
"Ya aku tadi melihat dia mengusap rmbutmu dengan lembut bahkan setiap pelajaran dia selalu menatapmu terus"
"Hahaha yang benar saja"
"Iihh seriusan, apa kamu kenal dengan dia?"
"Bisa dibilang ya aku kenal dia"
"Emang dia siapa?"
"Kamu tidak perlu tahu"
"Kenapa?"
"Nanti kamu cemburu" ejekku, tiba - tiba Candra mencium pipiku dengan lembut
"Ya aku cemburu"
"Hei.." teriakku kaget saat di cium Candra
"Aku benar - benar cemburu"
"Kenapa juga kamu cemburu?"
"Karena aku mencintaimu"
__ADS_1
"Mencintaiku?"
"Ya aku benar - benar mencintaimu, walaupun aku tidak tahu kamu mencintaiku atau tidak"
"Hahaha" tawa canggungku sedangkan Candra hanya menatapku
"Eeeh mmmm Candra kamu tahu tidak siapa kaisar langit?" tanyaku memecah kecanggungan ini
"Tahu, dia raja tertinggi ya setara dengan kerajaan kegelapan. Kalau menurut manusia itu kaisar langit itu malaikat kalau raja kegelapan itu dewa kematian, sebenarnya raja kegelapan ada dua orang"
"Haah dua?"
"Ya, satu dewa kematian yang satu dewa alam bawah"
"Apa itu dewa alam bawah?"
"Dewa alam bawah itu raja diantara para hantu manusia, dewa alam bawah ini biasanya akan mendukung keputusan kaisar langit tapi kadang juga menentang kaisar langit, tapi untuk dewa kematian inilah yang menjadi musuhmu"
"Wajah raja kegelapan apa sama?"
"Ya mereka hampir sama, bahkan kami para raja tidak bisa membedakan mereka. raja kegelapan itu sebenarnya satu tapi karena kesalahannya maka Tuhan membaginya menjadi dua jadi wajah mereka sama tapi beda kepribadian saja dan ditugaskan di beda bidang" jelas Candra sambil menatapku. "Jadi malam kemarin itu dewa kematian yang datang tadi di atap itu dewa alam bawah" ddesahku dalam hati
"Oh begitu ya, emang mereka tidak pernah berkelahi?"
"Berkelahi ya? Mereka bukan hanya berkelahi tapi mereka bermusuhan karena mereka bertolak belakang"
"Hahaha kenapa ya dunia ini sedikit lucu"
"Dunia kami ataupun dunia dewa ataupun dunia manusia emang lucu"
"Hmmm Candra aku mau tanya sebenarnya aku tuh siapa?"
"Kamu ya kamulah"
"Hadeh maksudku aku tuh dilahirkan untuk apa?" gumamku melirik Candra di sebelahku
"Kamu ya? Pastinya aku tidak tahu"
"Udah ah lupakan" desahku
"Aku memang tidak tahu takdirmu tapi menurut legenda, wanita yang ditakdirkan mempunyai tiga darah campuran merupakan istri kaisar langit dan darahnya sangat diburu oleh para raja untuk menguasai dunia. Tapi kalau kamu, mmmm aku tidak tahu" gumam Candra menatap matahari tenggelam di depan kami
"Ya aku sudah tahu sekarang" desahku beranjak dari dudukku
"Heeh kamu tahu apa?" tanya Candra bingung
"Sani ayo kembali" ucap Sony di belakangku
"Iya..." desahku berjalan mengarah ke arah Sony, tangan Candra langsung menahan tanganku
"Kembali kemana? Dan kamu siapa?" gumam Candra bingung
"Aku..."
"Udah, tidak ada hubungannya denganmu" desahku melepaskan tanganku dan berjalan ke arah Sony
"Jawablah pertanyaanku, aku akan merahasiakan semuanya"
"Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu" gumam Sony memelukku dan merubah wujudnya
"Aku kaisar langit, dan aku ingin membawa istriku kembali ke istana langit"
"Kaisar langit? Hormat hamba tuan" gumam Candra langsung menundukkan badannya ke arah Sony
"Ya bangunlah"
"Tunggu sebentar tuan, kalau Sani anda ajak ke istana langit sama saja dia tidak kembali ke dunia manusia?"
__ADS_1
"Tidak, dia masih bisa kembali kok. Kami hanya ada satu urusan sementara, jadi dia belum aku bawa selamanya. Oh ya raja siluman, terimakasih telah menjaga istriku" gumam Sony mengajakku berpindah ke istana langit