Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 8 : Persiapan Rapat


__ADS_3

Aku keluar dari rumah Nana dan berjalan pulang menuju rumahku. Jarak antara rumah aku dan Nana tidak jauh cuma beberapa menit saja sehingga tidak perlu menggunakan taksi untukku pulang


Saat aku berjalan sendirian, aku melihat ada seorang laki - laki yang mengikuti aku dari belakang. Karena disaat aku belok dia ikut belok disaat aku masuk gang dia ikut masuk gang. Karena aku takut kalau di culik akhirnya aku mempercepat langkahku sampai aku beeada di depan rumah


Saat aku berada di depan rumah aku tidak melihat orang uang mengikutiku lagi dan aku akhirnya terbebas dari orang yang tidak jelas itu. Aku langsung masuk rumah dan aku melihat ayah sedang duduk di ruang tengah


"Aku pulang" ucapku menutup pintu


"Tumben kamu udah pulang?" ucap ayah menatapku


"Ya... waktunya pulang, tadi ada dosen lagi dinas luar"


"Katanya ayah berminggu - minggu lagi pulangnya?" tanyaku sambil duduk di depan ayah


"Ada hal penting yang mau ayah ceritakan"


"Apa itu?"


"Panjang ceritanya... mmm bagaimana kuliahmu hari ini?"


"Lancar... Yah tau gak... temenku sebangku itu yatim piatu dan dia hidup sendiri, kasihan kan ya"


"Ayah ibunya kemana?"


"Aku tidak tahu... katanya udah meninggal"


"Kasihan banget ya" gumam ayah


"Ya makanya yah kasihan"


"Namanya siapa?"


"Namanya Nana"


"Oh ya... Besok hari sabtu... kamu ada kuliah gak?" tanya ayah serius kepadaku


"Enggak yah... aku libur, ada apa? "


"Besok ada rapat dengan PT Huan... ayah ada rapat beberapa minggu ini dengan petinggi yang lain, jadi ayah memintamu untuk menggantikan ayah"


"Tapi yah!!" protesku


"Ini untuk keberlangsungan perusahaan kita"


"Hmmm.."


"Ayah percaya kamu mampu apalagi kamu udah pernah melakukannya" ucap ayah yang terus memohon


"Hmmm tapi yah... direkturnya jahat..." protesku


"Jangan menilai orang dari keburukannya Sani, dia itu baik banget"


"Baik dari mana!!" protesku

__ADS_1


"Kamu kan belum pernah ketemu dia apalagi mengenalnya, jangan berkata seperti itu!!"


"Huuuh baiklah...direktur PT Huan itu namanya siapa?..."


"Steven Huan"


"Hmmm..." gumamku berfikir


"Bagus kalau kamu mau, jadi besok pukul 7 malam di perusahaan PT. Huan"


"Bentar aku belum menyetujuinya!!" protesku


"Huhuhu Ma liatlah anak kita tidak membantu ayahnya" gumam ayah sedih


"Ba.. baiklah jangan seperti itu!!"


"Oke deh jangan lupa di perusahaannya PT. Huan!!"


" Kenapa harus di perusahaan miliknya?"


"Ya janjiannya disana"


"Kalau aku diculik gimana?"


"Tidak... tidak, kamu kok takut banget sih"


"Ya pasti takutlah!!" protesku


"Tenang aja sayang kamu tidak akan kenapa - napa" gumam ayah


"Syarat apa itu?"


"Temenku boleh tinggal disini!!"


"Temen yang mana?"


"Temen yang aku ceritakan tadi"


"Temenmu sebangku?"


"Iya yah... boleh kan?"


"Baiklah nanti ayah pikirkan, ayah mau pergi dulu ini bahan untuk rapat besok" ucap ayahku menyerahkan beberapa lembar kertas kepadaku dan berlalu keluar dari rumah


"Baiklah ayah... aku mau pergi ke kamar" gumamku langsung pergi ke dalam kamar


Aku meletakkan tas di lemariku dan aku langsung berganti baju dan tiduran di atas kasur sembari memainkan handphoneku


Krriiiing


Handphoneku tiba - tiba berbunyi pada saat aku melihat notif di handphoneku ternyata yang menelepon adalah Asri


"Hallo.."

__ADS_1


"Hay San... udah di rumah?"


"Udah... ada apa?"


"Kamu jadi gak ikut?"


"Enggak"


"Ikutlah, San..." ucap Asri memohon


"Kapan - kapan aja ya"


"Emang kenapa kamu gak mau?"


"Aku harus belajar"


"Buat apa... kan besok libur..."


"Besok aku ada rapat menggantikan ayahku jadi ya mau gak mau" gumamku


"Baiklah ... semangat belajarnya" ucap Asri mematikan teleponnya


"Hmmm dasar si Asri" gumamku meletakkan handphoneku dan langsung membaca kertas yang diberikan ayah tadi dengan serius


Kalau masalah perusahaan ayah apalagi perusahaan keluarga aku selalu mempelajarinya dengan serius dan aku juga tidak mau mengecewakan ayah apalagi aku bisa dibilang bakal meneruskan perusahaan ayah kelak


Aku terus mempelajari bahan rapat tersebut sampai lupa waktu, aku melihat jam di handphone ternyata sudah pukul 7 malam. Aku merapikan kertas tersebut dan memasukkan ke dalam tas plastik warna biru milikku.


Krriiiinngg


Handphoneku kembali berdering dan aku melihat ternyata Asri yang meneleponku lagi


"Hallo San..."


"Iya hallo, ada apa?"


"Kamu kesini coba"


"Kemana?"


"Kesini, kamu ditunggu sama Tuan Huan"


"Untuk apa menungguku?"


"Ya gak tau ... kata dia suruh ngajak kamu"


"Gak bisa... bilang ke dia kapan - kapan saja aku datang" gumamku


"Seriusan San?"


"Ya aku seriusan, ya udah ya aku mau istirahat... selamat bersenang - senang kalian" gumamku langsung menutup telponnya


"Huuuhhh....mengganggu aja tuh si Steven" gumamku langsung bergegas mandi

__ADS_1


Setelah aku mandi aku langsung tidur untuk beristirahat apalagi aku harus mempersiapkan semuanya untuk kelancaran rapat besok


__ADS_2