Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 49 : Bertemu Ibu


__ADS_3

Cekrek


suara jendela kamar terbuka lebar dan aku melihat seseorang perempuan yang sedang berdiri membelakangiku. Seingatku aku pernah bertemu dengan perempuan itu tapi aku tidak mengingatnya karena wajahnya sangat amat cantik


"Sani, kemarilah" ucap wanita itu dengan dingin


Aku segera meletakkan buku novelku dan berjalan ke arah wanita itu berdiri


"Iya, siapa ya?" gumamku bingung


"Kamu sekarang sudah besar anakku" gumam wanita itu menatapku dengan senang


"Ibu?" aku terkejut ibuku berada di depanku sekarang


"Kamu masih mangenalku ya nak"


"Iya pasti lah ibu. Ibu kenapa ibu disini?" gumamku berusaha memeluk ibuku tapi tidak sanggup memeluknya


"Ibu... Kenapa aku tidak bisa memelukmu?" gumamku sedih


"Tubuh ibu ada disuatu tempat, ini hanya jiwa ibu saja. Karena ibu kangen kepadamu sayang"


"Mmmm ngomong - ngomong kenapa ada laki - laki di kamarmu?" gumam ibu menatap Steven yang sedang terbaring di tempat tidurku


"Ya, gimana ya menjelaskannya.."


"Kamu udah nikah?"


"Eeehh be... Belum lah ibu, aku masih kecil juga"


"Lalu dia?"


"Dia Steven Huan"


"Steven Huan?" ucap ibu kaget


"Iya ibu, kenapa ibu kaget?"

__ADS_1


"Kamu tahu siapa dia?"


"Ya aku tahu, dia raja vampir dan si Leo raja iblis juga aku sudah pernah bertemu ibu"


"Seharusnya kamu tidak bertemu mereka nak"


"Ya aku tahu, ayah juga sudah menceritakannya kepadaku ..." desahku menatap pemandangan di depanku


"Tapi ibu, aku sendiri melakukan perjanjian jiwa dengan raja vampir" gumamku pelan


"Kamu melakukannya? Kamu tahu konsekuensinya seperti apa!!"


"Ya aku tahu"


"Kalau tahu kenapa kamu melakukannya" ucap ibu memarahiku, ini kali pertama ibuku memarahi aku seperti itu


"Dulu sesuatu hal terjadi kepadaku ibu bahkan ayah juga mengizinkan aku tinggal di rumah Steven " desahku sedih


"Ehh... Mmmm kalau kamu di gigit Stteven bagaimana? Nanti kamu jadi vapir level E gimana? Kau hanya manusia biasa"


"Ya dulu aku manusia biasa ibu tapi segel yang ibu berikan rusak jadi ya kekuatanku bangkit lagi"


"Aku tidak tahu, malah Steven yang menyelamatkan aku kalau tidak percaya tanyakan sama kakek"


"Hmmm, seharusnya kamu jadi manusia biasa saja jangan mengambil langkah menyusahkan hidupmu seperti itu"


"Ya bagaimanapun aku berusaha menghindar selalu bertemu lagi ibu..."


"...Dan aku bingung memillih mereka berdua ibu" desahku pelan


"Hmm inilah yang tidak ibu inginkan, ibu ingin kamu hidup tenang dan damai seperti manusia lainnya jadi kamu tidak harus memilih mereka berdua"


"Lalu apa yang harus aku pilih ibu?" desahku menatap ibuku


"Memilih di antara dua orang yang berkuasa itu emang susah nak, kalau kamu memilih salah satu diantara mereka berdua pasti satu orang yang tidak kamu pilih kaumnya dan juga kerajaannya akan musnah dari alamnya"


"Apakah taku harus memilih diantara dua raja itu ibu?"

__ADS_1


"Tidak bisa nak, kamu harus memilih satu satu diantara mereka"


"Hmmm kalau begitu apakah tidak ada cara lainnya ibu?"


"Ada, kamu bisa mengelamatkan kerajaan dan kaum yang tidak kamu pilih dengan mengorbankan nyawamu nak"


"Oh begitu ya ibu" desahku


"Jadi karena kamu memilih untuk tidak menjadi manusia biasa, kamu harus bisa memilih diantara dua raja itu"


"Hmmm baiklah ibu, aku mengerti" desahku menatap tubuh ibuku yang sedikit memudar


"Ingat nak karena ini sudah keputusanmu jadi kamu harus menjalankan kewajibanmu sebagai seorang ratu..." gumam ibuku dan wujudnya menghilang dari pandanganku


"Baik ibu, aku tidak akan mengecewakan ibu .. Walaupun nyawaku menjadi taruhannya" desahku


"Apa yang kamu lakukan disini?" gumam Steven mengusap kedua matanya


"Tidak ada, cuma ingin disini saja"


"Oh aku kira kamu ingin melompat di ketinggian ini"


"Tidak lah, aku tidak berbuat hal bodoh seperti itu, apalagi banyak yang mengincar nyawaku termasuk kalian juga jadi ya aku berusaha menikmati hidupku sebelum terbunuh"


"Siapa yang mengincar nyawamu?"


"Banyak"


"Tidak akan ada yang bisa mengambil nyawamu, aku dan Leo selalu melindungimu"


"Kenapa kalian melindungiku? Lindungilah nyawa kalian" gumamku membalikkan badanku


"Nyawamu adalah nyawa kami juga"


"Hmmm dasar keras kepala" desahku dingin, tiba - tiba tangan Steven memegang tanganku


"Sani, aku emang tidak mau kehilanganmu semenjak kita bertemu dari awal, aku ingin kamu menjadi istriku kelak"

__ADS_1


"Ya semoga saja keinginanmu itu terwujud Steven" gumamku melepaskan tanganku dan melangkah pergi dari kamarku


Aku sendiri tidak punya rasa apapun kepada semua laki - laki apalagi kepada Steven, rasa tidak percaya kepada perkataan laki - laki itu masih terus aku pertahankan sampai sekarang


__ADS_2