Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 38 : Belajar Teknik Dasar Vampir


__ADS_3

Aku dan Steven keluar ruangan tetua vampir dan di susul oleh tetua vampir yang berjalan menuju kembali ke ruangan aula yang di penuhi oleh vampir yang sedang berpesta. Aku sendiri masih tidak percaya kalau aku masih bersaudara dengan raja vampir menyebalkan ini dan raja iblis. Aku menatap wajah tetua vampir yang ternyata kakek kandungku sendiri.


Aku masih ingat saat liburan sekolah, banyak temanku yang pergi berlibur ke rumah kakek nenek mereka. Namun saat aku bertanya kenapa tidak berlibur ke rumah kakek nenek ibu selalu bilang rumah mereka sangat jauh dari rumah. Emang hidupku sangat aneh saat aku dilahirkan sampai sekarang


"Apa yang kamu pikirkan?" gumam Steven menatapku


"Tidak ada" gumamku pelan


"Kamu masih memikirkan omongan kakek?"


"Tidak juga, aku tidak ingin memikirkan aku harus milih yang mana" desahku


"Sani ada yang ingin kamu bicarakan berdua dengan kakek?" ucap tetua vampir yang mengagetkanku


"Mmm iya kakek, apakah bisa?"


"Boleh, mari ikut kakek" gumam tetua vampir menaiki tangga


"Kalau aku?" gumam Steven manja


"Kamu masuk saja ke pesta, biar Sani berbicara empat mata dengan kakek" gumam tetua terus melanjutkan langkah kakinya


"Huuu aku dicampakkan!" gerutu Steven


"Udah sana gak perlu protes" gumamku berjalan melewati Steven dan mengikuti langkah kaki tetua vampir


Tetua vampir terus melangkahkan kakinya menuju ke sebuah balkon di lantai dua yang disinari sinar bulan yang sangat indah. Tetua vampir menatapku dengan serius


"Apa yang ingin kamu sampaikan kepada kakek?" gumam tetua vampir terus menatapku


"Tidak ada kek, aku cuma merasa senang saja bisa bertemu kakekku sendiri" gumamku meneteskan air mata


"Dulu saat liburan sekolah banyak teman - temanku yang berlibur ke rumah kakek neneknya masih - masing sedangkan aku tidak melakukan apapun saat liburan. Saat aku bertanya kepada ibu kenap atidak mengunjungi kakek dan nenek ibu hanya menjawab rumah kakek dan nenek jauh dari rumah jadi tidak bisa kesana" gumamku sedih


"Tenang saja cucuku, sekarang kan kamu bisa bertemu dengan kakekmu ini" gumam tetua vampir memelukku


"Dan maafkan kakekmu ini ya cucuku karena keegoisan kakekmu ini membuat kamu harus memegang kepedihan hidup seperti ini" gumam tetua vampir sedih


"Tidak apa - apa kakek, kalau tidak seperti ini aku juga gak akan pernah ketemu kakek" gumamku


"Kan sekarang kamu bertemu dengan kakek cucuku" gumam tetua vampir tersenyum kepadaku sambil menghapus air mataku


"Hehehe iya kakek"


"Kakek apakah aku mempunyai kekuatan?"


"Ya kamu punya"


"Bagaimana caranya kakek?"

__ADS_1


"Kamu tidak diajarkan oleh Steven?"


"Tidak kakek"


"Kalau kamu mau, kakek ajarkan bagian dasar kekuatan vampir kaum bangsawan dulu, fokuskan pikiranmu dan kumpulkan aliran jiwamu di kedua matamu, rasakan energi yang ada di dalam kedua matamu sampai kedua matamu bercahaya dan tataplah pohon yang ada di depan itu" gumam tetua vampir menatapku, aku berusaha mengikuti perkataan tetua dan melakukannya dengan sungguuh - sungguh


"Aku bisa merasakannya kakek?" ucapku senang saat aku merasa kedua bola mataku bercahaya


"Bagus, coba tatap pohon besar di depan itu" perintah tetua dan aku menatap pohon itu dengan tatapan tajam


Duuuaaarrr


Tiba - tiba saat aku menatap pohon tersebut, tidak lama kemudian pohon di depanku meledak dengan sendirinya


"Nah bagus.. Kamu bisa berlatih sendiri seperti yang kamu lakukan hari ini, teknik dasar ini bisa untuk teknik dasar lainnya"


"Baik kakek, kakek tapi bagaimana cara aku untuk membuka segel itu?" gumamku bingung


"Berlatihlah kekuatan vampir dari dasar, menengah, dan tingkat tinggi. Kalau kamu sudah menguasainya semua kakek dan nenek akan mengajarkan kekuatan vampir dan iblis terlarang kepadamu"


"Kakek dan nenek?"


"Ya cucuku, karena kekuatan ini snagat berbahaya jadi harus kami berdua yang membantu mengajarkanmu"


"Baik kakek, aku akan berlatih bersungguh - sungguh" gumamku senang


"Steven saja berlatih bertahun - tahun masih belum bisa"


"Iya benar, Steven menjadi Level S itu dia membutuhkan tiga ribu tahun berjuang, tapi kamu sehari saja sudah bisa melakukan teknik dasar Level S"


"Ini teknik dasar Level S?"


"Iya cucuku, emang kakek bangga denganmu"


"Hehehe terimakasih kakek... Mmm kakek menurut kakek diantara vampir dan iblis aku harus memilih mana?"


"Menurutmu?"


"Aku tidak tahu kakek..." gumamku bingung


"Ikuti kata hatimu cucuku, mau tidak mau suatu hari nanti kamu akan bertemu dengan raja iblis dan juga bertemu dengan nenekmu. Saat kamu sudah bertemu mereka, kamu akan tambah bingung untuk memilih siapa."


"Kalau aku memilih salah satu diantara mereka apakah satunya akan musnah kakek?"


"Iya, itu benar"


"Kalau aku tidak memilih diantara dua orang itu bagaimana?"


"Ya sampai kapanpun itu akan menjadi tanggung jawabmu cucuku"

__ADS_1


"Tapi kakek aku bingung mau memilih siapa? Aku takut aku salah pilih kakek" desahku


"Apapun pilihan cuucku kakek akan mendukung. Tapi kakek berharap kamu memilih menjadi ratu vampir" gumam kakek melangkah meninggalkanku


"Tapi kek... "


"Kakek percaya kepadamu, ingat kata - kata kakek hari ini ya"


"Kakek mau kemana?"


"Mau kembali ke pesta"


"Kakek boleh aku mencoba melakukan teleportasi?"


"Kamu bisa melakukannya?"


"Tidak tahu kakek, aku ingin mencobanya saja. Boleh?"


"Boleh, tapi setela mengumpulkan jiwamu di satu titik kamu harus memfokuskan satu tempat"


"Baik kakek aku lakukan" gumamku mencoba untuk melakukan apa yang dikatakan kakek kepadaku


"Baiklah mencoba memfokuskan satu tempat..." desahku dalam hati sambil melihat tempat yang ada di pesta sesuai dengan yang aku inginkan


"Nah disitu saja" gumamku dalam hati sambil terus berfokus ke tempat yang aku inginkan


Aku menutup mataku dan terus berfokus untuk melakukan teleportasi yang dilakukan oleh Steven


"Sani kamu kenapa bisa disini?" gumam Steven di bawahku, dan aku membuka mataku dan terkejut ternyata aku jatuh di atas tubuh Steven


"A... Aku.." gumamku bingung mau menjawab apa


"Hei pergilah dari tubuhku!!" protes Steven dan aku langsung segera bangun seakan tidak terjadi apapun


"Bagus, kamu bisa menggunakan teknik itu dengan baik" gumam tetua vampir datang menghampiri kami berdua


"Kakek melihatnya?"


"Iya cucuku"


"Tapi kakek kenapa aku bisa sampai di atas Steven?" gumamku kesal


"Berarti kamu terlalu fokus memikirkan Stevan"


"Memikirkan ... Dia? Hehh aku tidak pernah sekalipun memikirkan laki - laki ini kakek" protesku sambil menunjuk Steven yang berdiri di sebelahku


"Heeiii...!!!" protes Steven


"Kalau kamu mau menggunakan teknik itu kamu harus melatih kefokusanmu dengan baik, pasti kamu bisa melakukannya dengan lebih baik" gumam tetua vampir yang tiba - tiba menghilang

__ADS_1


"Melatih kefokusanku" gumamku pelan dan menatap kedua tanganku


Aku melakukan teleportasi ini membuat tubuhku sangat lelah dan menguras banyak energi jiwaku, sepertinya aku harus terus belajar melatih teknik ini dan mengakhiri semua ini


__ADS_2