Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 40 : Pindah Di Asrama Pagi


__ADS_3

Pagi ini aku bersiap - siap untuk pindah ke asrama, aku sudah mandi dan benar - benar siap meninggalkan rumah Steven yang dipenuhi dengan pembantu - pembantu vampirnya itu dan aku bisa hidup bebas ya walaupun hanya sementara tapi aku ingin menikmati hari - hari tanpa Steven


Tookkk ... Toookkk


Tiba - tiba pintu kamarku terketuk dari luar kamar dan aku segera membuka pintu kamarku, aku melihat Lina dan Lani berdiri di depan kamarku


"Nona..." teriak Lani  memelukku


"Ehh ... Mmmm... Ada apa?" gumamku bingung


"Nona akan pindah ya? Pasti akan sepi disini " gumam Lina


"Ya benar, apalagi nona Sani sudah aku anggap keluargaku sendiri" gumam Lani


"Kalian juga aku anggap keluargaku sendiri" gumamku memeluk mereka berdua


"Jangan lupakan kami ya nona"


"Iya, kan cuma sementara saja. Nani aku balik lagi kok" gumamku tersenyum


"Nona.. ini milik Lina dan Lani, jaga baik - baik ya nona" gumam Lina menyerahkan sebuah gantungan berbentuk kelelawar kecil, di mata kelelawar itu terdapat kristal berwarna merah menyala


"Ini apa?"


"Ini milik tuan Steven, selalu bawa ya nona" gumam Lina menatapku


"Iya, aku akan menjaganya baik - baik, terimakasih"


"Baiklah, kuliah dengan semangat ya nona"


"Siap .. ngomong - ngomong dimana Steven?"


"Oh tuan sedang ke as...." gumam Lani


"Emm ... Tuan sedang ada acara, katanya tidak bisa mengantarkan nona" gumam Lina menatap Lani dengan tatapan tajam


"Oh begitu ya, ya udah gak apa - apa kirim salamku buat dia ya"


"Baik nona..." gumam Lani senang


"Permisi nona, kita bisa berangkat sekarang" gumam sopir menatapku


"Oh baiklah, sampai ketemu lagi kalian berdua" gumamku mengikuti langkah kaki sopir di depanku


"Silahkan nona" gumam sopir membuka pintu mobil


"Terimakasih pak" gumamku masuk di dalam mobil dan mobil melaju keluar dari lingkungan rumah Steven


Setelah hampir dua jam kami berkendara akhirnya kami sampai di sebuah gedung tingkat dan tinggi seperti gedung yang sangat tua jika dilihat dari luar


"Kita sudah sampai nona"


"Baiklah teriamakasih pak"


"Barang - barang sudah ada di kamar nona, jadi nona tinggal menempati saja"


"Baik terimakasih pak"


"Semangat kuliahnya nona" gumam sopir tersenyum dan meninggalkan lingkungan gedung


"Hmmm ... ini ya asrama itu" gumamku melihat disekelilingku


"Kompleks Asrama Pagi" gumamku membaca papan tulisan di depanku


"Sani..." teriak Nana berlari di depanku


"Hai Nana.." gumamku tersenyum


"Kangen kamu tahu?"


"Oh ya, tumben kangen aku"


" Ya kan kita sudah lama tidak bertemu Sani..."


"Cuma beberapa hari loh masa udah kangen" gumamku


"Iya lah, kan biasanya juga kita bertemu tiap hari"

__ADS_1


"Mmm iya juga sih. Oh ya Nana, kemarin kamu ke kampung halamanmu? Kamu masih punya keluarga?" gumamku menatap Nana


"Eeehh, ayo aku antar kamu ke kamar" gumam Nana menarik tanganku


"Eee.. Kamu tahu kamarku?"


"Ya tahulah, ayo" gumam Nana terus menarik kamarku masuk ke dalam gedung dan naik ke tangga


"Asrama ini ramai juga ya" gumamku menatap sekelilingku


"Ya pastinya, namanya juga asrama wanita"


"Hmmm iya juga sih"


"Ini kamar kita" gumam Nana senang


"Kamar ... Kita? Kita sekamar?"


"Iya dong, ayo masuk" gumam Nana membuka pintu kamar


Di dalam kamar aku melihat kamar yang sangat  luas dan bersih, barang - barangku juga tersusun dengan rapi  di tempatnya dan tempat tidurku terlihat sangat nyaman. Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur dan merasakan empuknya kasur


"Huuuhh nyamannya" gumamku


"Akhirnya ya kita bisa tidur sekarang" gumam Nana menatapku


"Ya benar, sumpah terasa bebas"


"Tumben orang itu memperbolehkanmu tinggal di asrama"


"Gak tahu sih, dia yang menyuruhku" gumamku terduduk di atas kasur, aku melihat Nana tampak menatap kalungku yang tengah aku pakai


"Kamu lihat apa ?" gumamku membuyarkan lamunan Nana


"Ti... Tidak ada, kalungmu baru ya?"


"Iya, emnag kenapa tidak cantik kah?"


"Tidak .. Tidak, bagus banget" gumam Nana sedikit tersenyum


"Oohh syukurlah, ini milik ibuku dulu. Kakekku yang memberikannya kepadaku"


"Iya..."


"Dimana rumah kakekmu?"


"Di Dun... Eeehhh maksudku jauh dari sini" gumamku hampir keceplosan


"Oh kapan - kapan ajak aku ya"


"Iya boleh ... ngomong - ngomong..." gumamku berjalan ke jendela dan Nana menatapku


"Ada apa?"


"Itu bangunan apa?" gumamku menunjuk sebuah bangunan yang letaknya cukup jauh dari asrama ini


"Oh itu kompleks asrama malam"


"Yang kamu bilang orangnya tampan - tampan itu?" tanyaku menatap Nana


"Iya"


"Kenapa kok di jadi ada kelas malam?"


"Gak tahu sih, tapi dengar - dengar itu kelas dan asrama untuk para vampir dan iblis"


"Vampir dan Iblis?"


"Iya"


"Bukannya bahaya ya?" gumamku bingung


"Ya memang, makanya asrama pagi tidak boleh datang ke dalam asrama malam atau keluar pada malam hari"


"Huuuhhh kenapa kuliah di sini semakin menakutkan ya" desahku bersandar di dinding


"Hmmm aku juga tidak tahu sih, oh ya besok kita kembali kuliah"

__ADS_1


"Kata kamu 2 hari lagi tapi kenapa kok besok kembali kuliah?" tanyaku bingung


"Tidak tahu, pengumumannya baru tadi"


"Begitu ya... mmm barangmu rapi juga ya?" gumamku melihat kamar Nana di sebelahku


"Ya begitulah harus rapi dong"


"Ini bagus banget" gumamku melihat sebuah kristal berwarna biru di atas meja


"Ya ini milik ibuku dulu" gumam Nana, karena kristal biru itu sangat bagus tanganku tidak tahan untuk memegangnya


"Aaaahhhhh..." teriakku kesakitan, dadaku terasa terbakar dan mataku yang semula berwarna merah biasa berubah menjadi memerah darah kembali


"Ka... Kamu tidak apa - apa Sani?" tanya Nana khawatir


"Ti... Tidak apa - apa" gumamku dengan nafas terengah - engah


"Kamu kenapa Sani?"


"Tidak tahu... Aku memegang kristal itu berasa seperti tersetrum" gumamku mengatur nafasku


"Mungkin ada yang konslet di kristal ini, aku simpan saja di laciku" gumam Nana mengambil kristal biru itu dan segera memasukkannya di sebuah laci, "Dia memegangnya saja tidak terjadi apapun ya? Kenapa aku terasa tersetrum seperti itu" gumamku dalam hati


"Kamu jangan membuka laci itu ya, yang lain boleh kamu buka" gumam Nana menatapku


"Iya, aku juga tidak akan membuka barang milikmu tanpa izin" gumamku duduk di atas kasurku


"Ya sudah kamu istirahatlah, pasti kamu capek di jalan kan. Aku ambilkan makanan untukmu" gumam Nana keluar kamar


"Tidak perlu nanti aku ambil sendiri"


"Tidak apa - apa, tunggu sebentar ya" gumam Nana keluar kamar


"Kristal biru tadi apa ya?" gumamku bingung


"Apa aku tanya Steven aja ya?" gumamku mengambil handphoneku


"Eeehh jangan deng, dia pasti sibuk ada acara dan aku ngapain ngechat dia juga. Ntar kalau ketemu saja" gumamku meletakkan handphoneku di atas kasur


"Vampir dan iblis ya?" desahku menatap bangunan berwarna putih tersebut sambil menggenggam gantungan kecil yang diberikan Lina dan Lani


"Makanan sudah sampai" ucap Nana sambil membawa satu nampan makanan


"Cepat banget Na" gumamku memasukkan kembali gantungan itu ke saku rokku


"Iya cepat dong, Nana gitu loh. Mari makan bareng Sani" gumam Nana meletakkan nampan di atas meja


"Waaah enak banget ini pasti" gumamku melihat berbagai macam lauk tersedia di atas piring


"Ya pastilah, ayo makan. Selamat makan" gumam Nana mendahuluiku makan


"Selamat makan juga" gumamku memulai makanku


"Mmmm enak juga ya ternyata" gumamku


"Ya pastilah, kita dapat jatah disini jadi kita tidak perlu makan diluar" gumam Nana terus makan makanannya


"Oh ya? Mmm bagus juga, bisa hemat perbelanjaan" gumamku


"Mmm Na, emang besok mahasiswa kelas malam juga mulai kuliah?"


"Iya pastinya dimalam hari"


"Oh begitu"


"Kamu takut?" gumam Nana menatapku


"Ti... Tidak, cuma khawatir saja"


"Ya takut sama khawatir sama tahu"


"Beda dong.." gumamku


"Iya deh iya" desah Nana mengalah


"Yang penting jangan keluar asrama malam - malam" gumam Nana mengunyah makanannya

__ADS_1


"Iya siap" gumamku tersenyum


Aku tidak sabar untuk kuliah lagi dan aku sedniri berharap tidak akan bertemu dengan mahasiswa kelas malam yang menakutkan itu apalagi Steven tidak ada disini, aku juga tidak mau menjadi makanan mereka. Huuu menakutkan


__ADS_2