Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 14 : Melembur Tugas


__ADS_3

Aku membuka pintu kamar dan aku kaget melihat kamar yang disediakan untukku sangat mewah. Dekorasi kamar yang mewah bewarna emas dan tempat tidur bewarna krem di padukan dengan hiasan warna emas yang sangat elegan membuatku terkagum tinggal di rumah Steven ini


"Waah sumpah ini rumah yang sangat mewah" gumamku


"Andaikan rumahku seperti ini... udah berasa putri di negeri dongeng" gumamku sambil merebahkan tubuhku di kasur empuk itu


"Aaah aku merasa kayak anak yang terdampar di surga" gumamku memejam mata


Tiiiiiinngggg


Handphoneku tiba - tiba berbunyi keras, aku langsung membuka handphoneku dan ternyata Nana yang mengirimiku pesan


*Sani... jangan lupa tugas!!!!~Nana


Iya bawel :) ~Sani*


*Kamu ingat tugasnya tidak? ~Nana


Tidak aku lupa... hehehe ~Sani


Hadeeeh... kamu buka di drive kelas dan masukkan kata sandinya, cari folder tugas hari senin ~Nana


Ohh... baiklah, terimakasih Nana~Sani


Oke... cepat di kerjakan, nanti keburu kamu capek terus lupa ~Nana


Iya siap~Sani*


Setelah membalas pesan Nana aku langsung mencari barangku yang ada di kamar, aku membuka setiap lemari dan hanya terdapat baju - bajuku saja tetapi tidak ada laptopku. Aku membuka seluruh lemari tapi tidak ketemu satupun aku takut laptopku ketinggalan di rumah, aku meraih handphoneku untuk menelepon ayah tetapi saat aku akan menelepon ayahku aku melihat laptop di atas meja kerja.


Aku segera meletakkan handphoneku dan segera mengambil laptopku lalu menghidupkannya. Setelah laptopku hidup aku langsung mengerjakan tugas kuliahku yang sangat banyak dan membuatku lama kelamaan semakin muak. Tugas yang ada yaitu Tugas esay lah tugas makalah lah tugas ini lah tugas itu lah bikin aku pusing tapi mau bagaimana lagi aku harus mengerjakannya.


Aku mengerjakan satu persatu tugas yang menyebalkan itu. Aku mengerjakan tugas dengan serius bahkan targetku malam ini sudah selesai. Dan aku baru menyadari bahwa bekerja sambil kuliah itu membuat tubuh sangat capek


Toookkk.. tttookkk ....ttoookkkk


Tiba - tiba pintuku diketuk oleh seseorang dari luar, karena aku fokus mengerjakan akhirnya aku berteriak agar dia membukanya sendiri


"Masuk..." teriakku sambil terus mengetik tugasku. Tiba - tiba Steven masuk ke dalam kamarku dengan membawakan sesuatu untukku


"Lagi apa?" tanya Steven menatapku


"Menurutmu?"


"Sok sibuk" ejek Steven


"Biarin lah... ada urusan apa datang?"


"Tidak ada cuma ingin melihatmu aja"


"Ohh..." gumamku tidak peduli


"Kamu lagi apa sebenarnya?" tanya Steven penasaran


"Lagi ngerjain tugas"


"Kamu gak capek?"


"Ya... capek sih tapi mau bagaimana lagi" gumamku


"Makan aja dulu... kamu belum makan"


"Nanti aja, nangung kurang dikit lagi"


"Ya udah ini susu hangat dan biskuit untukmu, bisa buatmu mengganjal perutmu yang lapar sambil mengerjakan tugas... kalau udah selesai cepet makan ya... aku menunggumu disini" gumam Steven meletakkan gelas susu dan piring kecil yang berisi biskuit coklat keju di mejaku dan duduk di kasurku

__ADS_1


"Kamu makan aja dulu" gumamku


"Ntar aja nungguin kamu"


"Kenapa harus nungguin aku?"


"Ya biar bisa makan bareng - bareng"


"Kenapa mau makan denganku?... kan kamu sering makan sendiri kan" gumamku


"Tidak masalah, aku cuma pengen makan bareng kamu aja"


"Hmmm baiklah" gumamku meminum susu itu dan melanjutkan mengetik


"Kamu tumben baik" gumamku


"Emang aku gak baik?"


"Ya ku kira"


"Emang aku dimatamu seperti itu?"


"Ya awalnya. Tatapanmu dingin dan menakutkan" gumamku


"Aku emang seperti ini"


"Seperti ini bagaimana?"


"Ya kamu aka tahu suatu saat nanti" gumam Steven menatapku yang sedang mengerjakan tugas


"Hmmm iya deh iya" gumamku terus mengetik tugasku


"Oh ya Asri mengajakku ke bar lagi... kamu mau ikut?" tanya Steven memegang handphone di tangannya


"Ya pengen ngajak aja, apalagi kalau kamu ikut pasti bakal seru"


"Kata siapa?" protesku kepada Steven


"Kataku lah... kata siapa lagi" gumam Steven memasukkan kembali handphonenya


"Gak ah, kalian bersenang - senang aja aku tidak ikut"


"Udah ikut aja kenapa!!"


"Gak mau!!" protesku


"Sekalian kita makan malam"


"Gak perlu, aku makan malam di rumah aja" gumamku


"Aku seriusan loh"


"Ayolah Sani"


"Engg...."


Krriiiinngggg


Tiba - tiba handphoneku berdering, aku segera melihat di notif ternyata Asri yang sedang menelepon tanpa pikir panjang aku langsung mengangkat telpon dari Asri


"Hallo..." gumamku


"Hai Sani"


"Ya ada apa?"

__ADS_1


"Kamu mau ikut ke bar?" tanya Asri dengan semangat


"Ngapain?"


"Ketemu sama Tuan ganteng"


"Siapa?"


"Tuan Steven"


"Enggak ah... Kalian aja"


"Aaah kamu gak seru San" gumam Asri


"Emang dia kayak gitu" teriak Steven dan aku langsung melototinnya


"Siapa itu San?, kayaknya suaranya tidak asing" gumam Asri curiga


"Bu... bukan siapa - siapa"


"Jangan bohong Sani!!!" protes Asri


"Beneran gak bohong"


"Kenapa suaranya begitu dekat"


"Ya namanya juga di rumah pasti suaranya terlihat dekat" gumamku mencari alasan


"Oh ya?? Jadi Itu tadi suara siapa?"


"Suara ayah"


"Kok suaranya keliatan masih muda?" gumam Asri curiga


"Ya, ayah lagi ngobrol sama pengurus rumah tanggaku, jadi suara yang terlihat muda itu tadi suara pengurus rumah tanggaku"


"Heii ... Mmmmmm" gumam Steven yang langsung aku bungkam mulutnya dengan tanganku


"Ohh begitu aku kira Tuan Steven, suaranya merdu hampir mirip, ya udah ya kalau gitu, jangan lupa besok sekolah"


"Iya, ini lagi ngerjain kok bye" gumamku labgsung mematikan handphoneku dan melepaskan tanganku dari mulut Steven


"Kamu berani ya menyumpal mulutku dengan tanganmu" protes Steven


"Udah jangan cerewet, itu juga karena mulutmu teriak, kalau sampai dia tahu aku tinggal disini bahaya"


"Bahaya kenapa?"


"Kamu akan tahu suatu saat nanti, udah aah pergi sana, Asri udah menunggumu tuh"


"Baiklah, jangan lupa makan"


"Ya, kalau tidak lupa" gumamku dan Steven menutup pintu kamar dengan pelan


"Hmmm gak ngerti apa lagi sibuk tugas kayak gini" gumamku terus menyelesaikan tugasku


Setelah aku menyelesaikan tugasku aku segera menutup laptopku dan bermain instagram di handphoneku


Aku melihat setiap story setiap orang yang muncul di berandaku. Dan saat aku menggeser ke story yang lain, aku melihat story Asri yang berada di bar dengan Steven berdua saja tanpa mengajak Lili dan Nana


"Hmmm berani juga ini bocah ke bar sama tuh orang berdua lagi" gumamku melihat seluruh isi storynya


"Mungkin udah di apa - apain tuh orang sama setan sampai - sampai dia ngajak tuh setan ke bar" gumamku mengganti ke story lainnya


Aku menatap satu persatu story yang ada di berandaku, rasa lelah dan capek mengganggu di badanku tapi aku lapar pengen keluar makan tapi aku belum tahu dengan leluasa rumah mewah ini. Akhirnya aku putuskan untuk menunggu setan itu pulang dan aku bisa makan malam. Tetapi tanpa ku sadari aku ketiduran di atas laptopku

__ADS_1


__ADS_2