
Pagi ini aku terbangun dari tidurku, semalam saat aku balik ke kamarku aku tidak melihat adanya Nana jadi aku langsung bisa tidur dengan nyenyak. Tapi pagi ini aku melihat Nana yang sedang tertidur di tempat tidurnya, aku segera mandi dan membangunkan Nana yang sedang tidur
"Good Morning Nona iblis" gumamku menatap Nana
"Hei jangan panggil aku seperti itu!!"
"Ya kan kamu emang nona muda iblis"
"Tapi ya jangan memanggilku seperti itu" gerutu Nana kesal
"Ya ya maaf" desahku mengisir rambutku
"Hmmm, dasar ya Sani. Oh ya kamu nanti malem ikut pesta si ketua kelas?"
"Ya, kamu ikut?"
"Aku males sebenarnya tapi karena kamu ikut aku ikut juga deh"
"Kenapa kamu ikut - ikut?"
"Hei aku juga ditugaskan melindungimu tahu"
"Hmmm lindungilah dirimu sendiri Na, buat apa melindungiku. Aku ingin segera mengakhiri drama hidupku ini biar aku mati dengan tenang" desahku terus menyisir rambutku
"Hei kamu kenapa ngomong kayak gitu!! protes Nana menatapku dengan tatapan iblisnya
"Udah lah Na, emang ini yang harus aku lakukan. Apalagi aku juga tidak akan membiarkan kalian para kaum vampir dan iblis musnah jadi ya ujung - ujungnya aku juga yang harus mengorbankan nyawaku untuk kalian. Kalau aku tiada kan kalian bisa menjalankan hidup tenang dan tidak akan ada yang mengingatku ataupun mengkhawatirkanku lagi" desahku memakai make upku sedangkan Nana hanya diam tanpa kata
Mungkin perkataanku sangat menyakitkan bagiku dan juga bagi Nana, sampai Nana menundukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun tapi ya emang itu yang harus aku lakukan, itu lah hidupku sesungguhnya
"Aku mau mandi dulu" gumam Nana masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah terlihat sangat sedih
"Kamu tidak perlu terlalu sedih seperti itu Na, seharusnya aku yang sedih" desahku pelan dan terus berdandan di meja riasku
Setelah beberapa menit Nana bersiap - siap kami berduapun berangkat ke kelas kami. Selama seharian kami mengikuti pelajaran yang membosankan itu dan akhinya pelajaran yang membosankan itu selesai tepat pukul empat sore
"Baiklah anak - anak, pelajaran hari ini selesai kalian bisa pulang" gumam doesanku dan pergi keluar kelas
"Yeay akhirnya" desah salah satu temanku
"Hai gaes, jangan lupa nanti malam ya" teriak Xiao Min di depan kelas
"Ya siap " teriak teman - temanku senang dan beranjak keluar kelas. Tiba - tiba Xiao Min berjalan mendekatiku
"Ada apa?" gumamku menata barang - barangku
"Kamu nanti datang kan?"
"Iya"
"Beneran?"
"Iya nanti aku datang"
"Oke, aku tunggu Sani" ucap Xiao Min senang dan berjalan meninggalkanku
Setelah aku menata barangku, aku memakai headset ku dan beranjak dari tempat dudukku dan melihat kursi milik Nana tapi ternyata Nana sudah tidak ada di mejanya
"Hmm ya mungkin dia laporan kepada Leo" desahku meninggalkan ruang kelas
Aku berjalan biasa keluar gedung kampus menuju ke taman di dekat asrama malam, di taman aku mengambil satu bunga berwarna merah yang sangat indah. Di taman aku melihat perilaku mahasiswa kelas pagi yang seperti biasanya banyak yang menunggu mahasiswa asrama malam keluar dari kandang mereka. Tidak lama kemudian gerbang asrama malam terbuka, suara memanggil nama - nama anak malam di panggil.
Semua mahasiswa iblis dan vampir keluar asrama malam, tapi saat Steven dan Leo keluar mereka hanya sesekali melirikku setelah itu pura - pura tidak mengenalku padahal jarak antara taman dengan jalan yang mereka lalui tidak jauh
"Baguslah, sekalian saja tidak mengenalku" desahku pelan sambil iseng membakar bunga di tanganku
"Membosankan" desahku berjalan melewati dua gerombolan itu tanpa berkata - kata apapun
"Hei kamu asal jalan saja di depan kami" protes salah satu kaum iblis kesal
__ADS_1
"Ya sedikit menghargai kenapa?" protes salah satu kaum vampir menatapku dingin
"Bukan urusanku, gak usah menggangguku" gumamku dingin, aku berusaha menyembunyikan kami dari tatapan mahasiswa kelas pagi yang masih berkeliaran agar tidak ketahuan dengan teknik vampir dasar
"Kamu ya!!" teriak dua orang itu kesal dan menyerangku tapi aku langsung menangkisnya
"Kamu bisa menangis serangan kami? Kamu siapa?"
"Kalian tidak perlu tahu" gumamku terus berjalan tanpa menghiraukan dua kelompok itu
"Hei aku bertanya kepadamu tau !!" teriak salah satu kaum vampir dan terus menerus menyerangku, sedangkan Steven dan Leo hanya menatapku saja
"Sudah aku bilang jangan ganggu ya jangan ganggu apa kalian tuli!!!" gumamku kesal dan menyerang dua kelompok itu sampai seluruhnya terjatuh dan hanya Steven dan Leo yang berhasil bertahan
"Emang kalian tidak bisa mendidik anak buahmu dengan baik apa!!!" gerutu kesal lal menghilangkan efek teknik yang aku gunakan dan berjalan meninggalkan jalan itu masuk ke dalam asramaku sedangkan Steven dan Leo hanya diam tanpa kata, sepertinya mereka berdua berusaha menutupi sesuatu dariku
"Apa - apaan sih mereka itu menyerangku disaat tidak tepat" gerutuku kesal dan masuk ke dalam kamarku
Di dalam kamar aku melihat Nana yang sedang sibuk membaca buku miliknya di atas tempat tidur
"Kamu kenapa marah - marah seperti itu?" gumam Nana menatapku
"Tidak ada, cuma masalah sedikit"
"Hmmm udah kamu siap - siap sana kita bentar lagi berangkat"
"Iya.." desahku meletakkan tasku dan segera mandi
Setelah aku mandi, aku langsung membuka lemari pakaianku dan mengambil gaun yang diberi oleh Steven waktu itu, aku memakai gaun warna hitam dengan rok selutut dan beberapa hiasan yang membuatnya nampak terlihat cantik
"kamu memakai gaun itu?" tanya Nana menatapku
"Iya, emang kenapa?"
"Tidak ada, gaun itu sangat cantik"
"Oh ya, terimakasih" gumamku langsung berdandan di depan meja riasku
"Bagus, kamu cocok banget pakai gaun itu"
"Oh ya? Aku senang mendengarnya" gumam Nana memelukku
"Sani apapun yang terjadi kamu harus tetap hidup" bisik Nana dan membuatku terkejut
"Doakan saja Nana" desahku berusaha tersenyum
"Ya udah ayo kita pergi"
"Baiklah" desahku mengikuti Nana keluar kamar
Di bawah asrama matahari sudah berkumpul teman - teman kami yang menunggu keberangkatan ke rumah Xiao Min. Aku menuruni tangga asrama dan mulai berkumpul dengan teman - temanku yang ada di bawah
"Apa sudah berkumpul semua?" tanya Xiao Min senang
"Sudah"
"Baiklah silahkan memasuki mobil yang sudah aku sediakan" gumam Xiao Min
Kami semua masuk ke dalam mobil yang telah disediakan, aku mengambil kursi di pinggir dekat jendela sedangkan Nana aku tidak tahu dimana dia berada. Tiba - tiba Candra berjalan ke arahku dan duduk di sampingku
"Aku duduk disini boleh kan?"
"Ya silahkan raja sil..." tiba - tiba tangan Candra membungkam bibirku dengan tangannya
"Huusshh jangan mengatakan itu disini" aku hanya mengangguk pelan dan tangan Candra terlepas dari bibirku
"Hei kamu ngapain duduk disebelah Sani!!" protes Nana di depan kami
"Itu tempatku, cari tempat lainnya!!"
__ADS_1
"Kamu kan bisa duduk disebelahku sini"
"Gak mau, aku maunya duduk di sebelah Sani"
"Iiih kan sama aja"
"Gak mau!!" protes Nana kesal
"Udah ah kalian berdua kalau berantem aku gak jadi ikut" gumamku dingin
"Ba... Baiklah" desah Nana mengalah dan duduk di sebelah Candra sedangkan Candra duduk di tengah - tengah antara aku dan Nana
Tidak lama kemudian mobil melaju meninggalkan area asrama matahari. Di dalam mobil aku menatap Nana yang terlihat santai duduk di sebelah Candra
"Ada apa Sani menatapku seperti itu?" gumam Nana menatapku
"Mataku terlihat banget gak?" bisikku
"Iya kenapa?"
"Oh baiklah, tidak apa" desahku menatap keluar jendela mobil
"Ada apa Sani?" bisik Candra di telingaku
"Tidak ada apa - apa"
"Kamu terlihat khawatir gitu?"
"Ya aku sebenarnya tidak suka pesta" desahku
"Tenang saja kan ada aku" gumam Candra lembut sambil merangkulku
"Hei kamu rangkul - rangkul orang sembarangan!!" protes Nana
"Suka - suka lah Sani temanku juga jadi bukan urusanmu" gerutu Candra kesal
"Kamu !!!" teriak Nana kesal
"Udah lah Na, jangan marah - marah terus"
"Tapi Sani... Dia"
"Udahlah cuma teman saja" gumamku menatap keluar jendela kembali
"Hmmm terserah kamu lah, nnanti kalau dua orang menyebalkan itu memarahimu jangan kesal kepadaku"
"Tidak akan, mereka tidak punya hak memarahiku" desahku pelan
"Hmmm kamu sudah tahu ya Sani?"
"Ya, jadi gak perlu khawatir" desahku menyandarkan kepalaku ke kaca mobil sambil memandangi pemandangan matahari terbenam di depanku
Perjalanan dari area kampus dengan rumah Xiao Min lumayan jauh karena harus melewati beberapa kota jadi kami harus menempuh perjalanan beberapa jam saja. Teman - temanku yang lain sudah tertidur termasuk Nana sedangkan aku sendiri masih terjaga karena emang tidak bisa memejamkan mataku
"Kamuu gak istirahat?" gumam Candra di telingaku
"Tidak, kamu istirahatlah" desahku namun secara sepontan Candra merangkul pinggangku dan menarikku di dalam pelukannya lalu menciumku dengan lembut yang membuatku sangat terkejut
"Udah kamu jangan sedih seperti itu, jangan dipikirkan semua bebanmu" bisik Candra mengelus rambutku
"Hmmm "
"Kalau ingin menangis, menangislah tidak akan ada yang mendengarmu" gumam Candra memelukku sangat erat, bahkan tidak aku menduga rasa nyaman muncul dari pelukan yang Candra berikan dan rasa nyaman itu membuatku sangat sedih karena aku tidak pernah merasakannya seumur hidupku
Tanpa sadar aku meneteskan air mataku dan membasahi tangan Candra, bukannya menghindar Candra malah semakin erat memelukku
"Aku juga sepertimu Sani tidak punya teman dan tidak punya siapapun yang bisa di ajak curhat. Tapi sekarang kamu punya aku, kalau mau cerita masalah apapun cerita ke aku ya jangan di pendam sendiri" gumam Candra lembut dan aku hanya mengangguk pelan
"Aku akan berjuang untuk bisa menjadi lebih kuat agar aku bisa melindungimu dengan sekuat tenagaku. Apalagi aku tidak mau kamu terluka Sani" gumam Candra serius dan aku hanya diam tanpa kata
__ADS_1
"Udah, Sani kan cantik jangan jangan nangis lagi ya. Jangan dijadikan beban apapun itu" gumam Candra mencium keningku dan terus memelukku dengan erat
Tidak tahu kenapa aku tidak bisa menolak pelukan dari Candra, pelukan yang terasa sangat hangat dan menenangkan hatiku, pelukan yang membuatku merasa aku sedang dipeluk oleh kedua orangtuaku