
Sreeekkk... ssrreeeekkk
Suara gorden kamar yang sedang dibuka oleh seseorang sampai - sampai mataku sangat silau karena sinar matahari yang masuk kekamarku melalui jendela kamar dan menusuk ke mataku
"Selamat pagi nona"
"Hmmm pagi juga" gumamku mengusap mataku"
"Hari ini waktunya kuliah nona, silahkan bersiap - siap nona... sarapan sebentar lagi siap" ucap Sali tersenyum kepadaku
"Hmmm baiklah" gumamku terduduk di kasur dan bergegas menuju kamar mandi
Aku memasukkan air hangat dan sabun susu kambing ke dalam bathtub lalu merendamkan tubuhku ke dalam bathtub
"Hmmm nikmatnya" gumamku
"Hmmm... Cwo yang kemarin boleh juga sih" gumamku
"Mmm tapi ...tidak mungkin ah ... apa sih Sani kamu bayangin apa coba, kamu gak pantas buat dia" gumamku kesal
"Yaaah semoga saja aku tidak bertemu dengan laki - laki itu lagi" gumamku kesal sambil keluar dari bathtub dan berjalan menuju ke ruang ganti untuk memilih pakaian yang akan aku kenakan di kampus, setelah berganti pakaian akupun turun menuju ruamh makan
"Selamat pagi nona, sarapan sudah matang" ucap Sali ramah
"Terimakasih Sali" gumamku dan aku memakan sepotong roti dan susu hangat sampai habis
"Sali aku berangkat dulu ya" ucapku dan langsung bergegas keluar rumah
"Nona tidak ingin diantar?"
"Tidak perlu Sali, aku ingin jalan kaki saja... bye" gumamku dan berjalan meninggalkan rumah
Aku berjalan sendirian menuju ke kampus, ya walaupun jaraknya antara rumah dan kampus lumayan jauh tapi aku sudah terbiasa untuk berjalan kaki.
Tiiinngg
__ADS_1
Tiba - tiba handphoneku berbunyi dengan keras membuatku terkejut dari lamunanku dan mengambil handphoneku di dalam tasku
*Sani sudah berangkat?... kita berangkat bareng yuk, aku tunggu di depan rumah ya ~Nana
Oke ~Sani*
Saat aku memasukkan kembali handphoneku ke dalam tasku kembali. Tiba - tiba aku tidak sengaja menabrak seseorang lagi dan akupun terjatuh
"Aaauuu" rintihku dan berusaha bangun dari tempatku terjatuh
Aku berusaha bangun dan menatap seseorang yang aku tabrak tersebut, tidak ku sangka laki - laki yang aku tabrak hari ini adalah laki - laki yang kemarin aku tabrak
"Uuppss" gumamku kaget
"Hai gadis kecil, kita ketemu lagi"
"Maa... maaf tuan aku tidak sengaja" gumamku takut
"Tidak ku sangka bertemu denganmu lagi, gadis kecil" guman laki - laki itu mengangkat daguku seperti kejadian kemarin
"Kamu gadis kecil sengaja ya menabrakkan dirimu kepadaku"
"Ti... tidak tuan, a... aku benar - benar tidak sengaja" gumamku berusaha melepaskan tangannya dari daguku
"Oh ya?"
"Iya tuan... to... tolong lepasin aku" gumamku memohon
"Melepaskanmu?... kamu kemarin sudah lepas dariku dan sekarang meminta melepaskanmu lagi"
"Ku mohon tuan"
"Tidak akan ku lepas"
"Ku mohon tuan yang tampan"
__ADS_1
"Hmmm baiklah... ku lepaskan kamu hari ini, tapi kalau kamu bertemu denganku lagi... aku tidak akan melepaskanmu dan kamu harus membayar seumur hidupmu untukku" ucap laki - laki itu dengan dingin
"Ba... baik tu... tuan terimakasih" gumamku dan terus berlari menjauh dari laki - laki itu
"Heeh siapa yang akan melepaskanmu, aku akan memilikimu suatu hari nanti" gumam laki - laki itu dan berlalu jauh dari pandanganku
Aku tidak tahu kenapa aku bertemu dengan orang itu lagi apalagi dia mengancamku seperti itu, mengancam aku ha
rus membayar seumur hidupku untuknya ...
"Hmmm jangan harap" gumamku kesal dan terus berlari menuju ke rumah Nana
Setelah capek melarikan diri dari laki - laki aneh itu akhirnya aku sampai di depan rumah Nana, dengan nafas terengah - engah aku berusaha untuk memanggil Nana dari luar rumah
"Nana"
"Na aku di depan" teriakku kecang, tiba - tiba Nana keluar dari rumah dan menemuiku
"Pagi Sani, kamu habis olahraga?"
"Olahraga apanya... aku baru lari dari laki - laki aneh kemarin"
"Kamu bertemu dengannya lagi?"
"Yups malah menabrak dia lagi"
"Kamu ya berani - beraninya menabrak dia lagi"
"Ya gak sengaja Na... ya aku sekarang mulai berhati - hati lagi kalau enggak...."
"Kalau enggak kenapa?" tanya Nana penasaran
"Mmm tidak ada ... udah lupakan saja... kita berangkat aja dulu yuk"
"Hayuk lah" ajak Nana dengan senang
__ADS_1
Aku dan Nana berjalan bersama menuju ke kampus bersama, semoga saja kedepannya aku tidak bertemu dengan laki - laki aneh itu lagi kalau tidak sia - sia hidupku di masa depan