
Badanku terasa sangat lemah dan kepalaku tetap terasa sangat berat saat ini. Aku membuka kedua mataku dan melihat di sekelilingku ternyata aku terbaring di atas tempat tidur Sony. Disebelahku, aku melihat Sony yang tertidur di kursi sambil memegang tanganku dengan erat
"Sony kenapa kamu tidur disini?" gumamku pelan sambil mengelus rambut Sony dengan lembut
"Mmmm... " desah Sony membuka kedua matanya
"Sani!!! Kamu sudah sadar!!" teriak Sony senang sambil memelukku dengan erat
"Ya, aku tidak kenapa - napa kok. Kenapa heboh banget sih" gerutuku kesal
"Dasar bandel.." gumam Sony kesal mencubit pipiku dengat kencang
"Aauuuu sakit tahu!!" protesku
"Kenapa kamu memberikan darahmu kepadaku? Kan sudah aku bilang darahmu sangat berharga!!! Kamu jadi dua bulan pingsan kehabisan darah tahu!!" protes Sony kesal
"Aku melakukan itu karena kamu tidak sadar hampir 3 minggu tahu!! Kalau aku tidak menolongmu kamu bakal mati!!" protesku kesal
"Kenapa kamu menyelamatkan aku?"
"Kenapa? Alasanya cuma sederhana, karena aku tidak mau kehilanganmu" gumamku pelan
"Dasar bodoh, kalau kamu melakukan itu malah aku yang takut kehilanganmu tahu" gumam Sony memelukku dengan erat
"Kenapa juga? Kan aku tidak kenapa - napa kan ini" gumamku santai
"Kamu pingsan dua bulan lamanya, kalau aku meminum seluruh darahmu sampai habis kamu akan mati tahu!!" gumam Sony terus memelukku erat
"Emang seberapa banyak kamu meminum darahku?"
"Ya aku bisa saja meminum darahmu sampai kering tahu, bisa dibilang lebih parah dari pada raja vampir, makanya aku tidak mau terjadi hal seperti itu"
"Ya tidak apalah, kalau aku mati karena menolongmu itu kebanggaan bagiku" desahku tersenyum
"Tidak bisa, lain kali kamu tidak boleh melakukannya lagi. Paham!!" protes Sony sambil menatapku serius
"Kenapa?"
"Karena kakekku meninggal setelah memberikan darahnya untuk nenekku, makanya aku tidak mau kalau itu terjadi kepadamu"
"Ngomong - ngomong kakekmu keturunan apa aja?"
"Keturunan apa ya, aku lupa"
"Kok bisa lupa loh!!"
"Udah lama tahu, intinya kakekku bukan dari keturunan vampir ataupun iblis ataupun manusia sepertimu"
"Baiklah, aku tidak akan melakukannya. Tapi aku akan melakukannya kalau kamu berada di situasi genting seperti ini"
"Gak boleh!!"
"Meskipun kamu bilang gak boleh, tetep aku lakukan!!"
"Hmm kamu ini selalu keras kepala, dengar ya kalau permaisuri kaisar langit meninggal pastinya seluruh dunia juga musnah. Berbeda denganku, kalau kaisar langit meninggal bakal di ganti dengan kaisar langit yang baru dan kamu menjadi permaisuri untuk kaisar langit yang baru"
"Kenapa begitu?"
"Ya itu hukum alam, dan tidak bisa diganggu gugat"
__ADS_1
"Tunggu, apa katamu? .. Menjadi permaisuri kaisar langit yang baru?"
"Ya begitulah"
"Tidak mau lah, gila aja mending aku mati!!"
"Kenapa tidak mau?"
"Aku orangnya setia tahu, kalau udah punya satu ya satu gak mau cari yang lain!!"
"Aku seumur hidupku disakiti oleh laki - laki dan laki - lakilah yang membuatku sangat menderita bertahun - tahun" gumamku pelan
"Hmmm, kamu selalu keras kepala" desah Sony tersenyum kepadaku
"Kalau kamu tidak ingin aku mati, kamu harus selalu disampingku. Mengerti!!" gumam Sony memegang tanganku lembut
"Ya aku mengerti yang mulia"
"Baiklah, kamu makan ya" gumam Sony mengambil sebuah piring berisi makanan yang terlihat sangat enak
"Ini makanan sejak kapan?"
"Baru tadi di bawakan bawahanku"
"Oh ku kira makanan sejak dua bulan yang lalu"
"Tidak lah, pasti udah busuk tahu!!"
"Ya kan aku cuma bertanya Sony"
"Iya - iya" desah Sony mulai menyuapiku
"Akulah, tapi ya di bantu bawahanku yang wanita juga sih"
"Di bantu? Membantu apa?"
"Ya membantumu mandi dan mengganti pakaian, aku tidak bisa mengganti pakaianmu"
"Hahaha, cuma itu aja?"
"Ya cuma itu aja, kalau yang lainnya aku yang melakukannya"
"Mandi? Kan aku gak sadar, bagaimana caranya aku mandi?"
"Tidak tahu, bawahanku yang tahu. Ya kan kalian sama - sama wanita jadi bawahanku tahulah apa yang harus dilakukannya"
"Oh iya juga sih" desahku menyandarkan tubuhku di dinding
"Maaf ya Sony kalau aku merepotkanmu"
"Tidak apa sayang, aku tidak keberatan kok"
"Mmm kata kamu aku disini selama 2 bulan ya, jadi aku membolos selama 8 hari dong?" tanyaku terkejut
"Tidak, aku sudah mengizinkanmu sakit. Jadi tidak masalah kamu tidak masuk beberapa hari. Sebenarnya kamu tidak masuk selama 10 hari"
"Sepuluh hari? Tapi tadi katamu aku tidak sadar 2 bulan aja"
"Tidak, kamu tidak sadar selama 2 bulan 2 minggu 2 hari"
__ADS_1
"Oh ya? Mmm aku kira dua bulan aja" desahku mengunyah makananku
"Ya makanya itulah aku memarahi kamu kalau kamu melakukan itu lagi"
"Tidak apa - apa kok yang mulia, senang bisa membantu anda"
"Hmmm untung kamu permaisuriku kalau enggak..."
"Kalau enggak kenapa?"
"Udah ku buang ke neraka"
"Iih jahat" gerutuku kesal
"Ya walaupun kami malaikat tapi kami juga biaa kejam, apalagi aku mempunyai beberapa type malaikat mulai dari malaikat pembawa rezeki, malaikat pembawa hujan, malaikat cinta, sampai malaikat kematian kebanyakan sifat mereka aku miliki semuanya"
"Oh menakutkan juga ya kalau membuat kamu marah"
"Ya aku belum pernah marah sih, emang aku sengaja tidak mau marah"
"Kenapa?"
"Kalau emosiku tidak bisa di atur nanti seperti raja kegelapan, dua sifat yang bertolak belakang di pisah oleh Tuhan"
"Emang dulu raja kegelapan juga pernah marah?"
"Ya, dia dulu kehilangan kendali emosi saat wanitanya meninggal dan dia tidak tau siapa yang akan menjadi separuh reinkarnasi wanitanya, tapi saat bertemu denganmu dewa alam bawah menyadari kalau di tubuhmu ada separuh jiwa wanita raja kegelapan dan separuh jiwaku. Makanya dia ingin membunuhmu itu agar separuh jiwaku yang ada di tubuhmu itu hilang"
"Oh begitu ya kejadian yang sebenarnya" gumamku mengerti
"Ya makanya raja kegelapan ingin sekali membunuhmu"
"Mmm Sony, kamu yang kuat aja bisa tidak sadar selama tiga minggu, apa aku bisa mnegalahkannya?"
Bisa, selama aku bersama kamu bisa menghadapinya"
"Kita bersama?, maksudnya?"
"Ya kita melawan raja kegelapan bersamaan dengan menggabung kekuatan kita"
"Oh begitu ya? Mmm baguslah, aku sedikit lega"
"Ya udah kamu istirahat dulu ya" gumam Sony meletakkan piring itu di atas meja
"Kamu jangan kemana - mana ya"
"Ada apa sayang?"
"Gak mau kamu kemana - mana!!"
"Baiklah, aku masih disini kok" desah Sony duduk di kursi dekat tempat tidurnya dan memegang tanganku dengan lembut
"Udah istirahatlah ya, aku tetap disini kok "
"Kamu gak ada agenda kan?"
"Tidak ada, perdana menteriku yang mengatur semuanya permasalahan. Jadi jangan masalah, aku tidak akan kemanapun kok"
"Hmmm baiklah" desahku menutup kedua mataku
__ADS_1