
Setelah inspeksi dadakan yang tidak jelas itu kami tidak ada pelajaran sama sekali sedangkan di pikiranku kenapa Steven bisa mengalahkan raja kegelapan padahal kan kekuatan dia masih tersegel
"Aku harus tahu" gumamku beranjak dari tempat dudukku dan membawa tasku
"Kamu mau kemana?" gumam Sony berdiri menghalangiku
"Aku mau ke kerajaan vampir" gumamku menerobos badan Sony
"Tidak boleh!!"
"Tenang saja aku tidak akan terluka, kamu tidak perlu ikut" gumamku berjalan meninggalkan kelas dan berpindah ke dalam kerajaan vampir
"Sani?" gumam kakek di depanku
"Kakek kenapa ada disini?"
"Cuma duduk - duduk saja, wajahmu kenapa pucat. Apa kamu sakit?"
"Tidak kakek, aku baik - baik saja"
"Ada apa yang membuat cucuku kemari?"
"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu tentang Steven"
"Kenapa dengan cucuku satu itu? Apa dia menyusahkanmu?"
"Sedikit"
"Emang ada apa? Ceritalah kepada kakek"
"Kenapa Steven bisa mengalahkan raja kegelapan yang kuat itu kek?" gumamku penasaran
"Kamu sudah tahu masalah itu?"
"Ya benar"
"Ya setelah dia bertemu denganmu itu Steven rajin berlatih terus menerus lalu pergi tanpa pamit. Terus pulang - pulang dia berubah sangat dingin dan kejam"
"Lalu kakek tahu dia menjadi raja kegelapan dari mana?"
"Steven yang memberitahukan kepada kakek"
"Kenapa dia melakukan itu?"
"Dia ingin merebutmu dari kaisar langit"
"Merebutku? Kenapa dia tidak mencari yang lain aja sih" gerutuku kesal
"Dia bilang tidak mau"
"Hmmm" desahku menundukkan kepalaku
"Cucuku apa darahmu sudah kamu berikan kepada kaisar langit?"
"Kakek kenapa tahu?" tanyaku kaget
"Itu sangat terlihat kamu kekurangan darah"
"Iya aku beri kepada kaisar langit, ini juga gara - gara Steven menyerang kaisar langit membuat kaisar langit tidak sadar berminggu - minggu" gerutuku kesal
"Ya saat ini kekuatan steven 10 kali lebih kuat dari pada kekuatannya sebelumnya"
"Kakek bagaimana cara aku mengalahkan steven?"
"Kakek tidak tahu cu, masalahnya Steven itu vampir apapun yang kamu lakukan akan sia - sia. Vampir itu abadi berbeda dengan kaisar langit"
"Kalau melukai jantungnya apakah bisa kek?"
"Tidak bisa"
"Kenapa tidak bisa?"
"Karena dia bukan vampir biasa, karena Steven yang sekarang tidak punya jantung, seperti kaisar langit"
"Apa? Kenapa bisa?"
"Karena dia sekarang raja kegelapan, raja terkuat diantara seluruh raja bahkan kaisar langit saja tidak bisa melawannya apalagi kamu"
__ADS_1
"Haish kenapa jadi ribet sih!! Kenapa juga dia melakukan itu menyusahkanku aja " desahku kesal
"Dia mengalahkan raja kegelapan selain ingin merebutmu tapi juga dia ingin menghilangkan kutukan yang ada di dirinya, jadi dia berlatih keras sampai babak belur tapi ya tidak kakek sangka dia berhasil mengalahkan raja kegelapan"
"Apa yang harus aku lakukan kakek?" gumamku bingung
"Mending kamu menjauh dari steven dari pada dia membunuhmu"
"Hmmm kakek apa ibu sudah bangun?"
"Belum"
"Hmmm" desahku
"Kamu ingin bertemu ibumu?"
"Iya kek"
"Tapi hal itu tidak mungkin"
"Haah? Kenapa?" tanyaku terkejut
"Karena ibumu tidak akan pernah bisa bangun"
"Kenapa bisa? Apa ini kelakuan Steven?"
"Bukan, emang ibumu tidak akan bangun sampai kapanpun"
"Tapi katanya ibu tidur panjang?"
"Ya tapi dia sudah melebihi waktunya, kalau melebihi waktu itu sama saja dia sudah mati"
"Tidak... Tidak mungkin" gumamku tidak percaya, air mataku mengalir dengan deras di pipiku. aku saat ini tidak punya siapapun lagi di dunia manusia ataupun di dunia vampir ini
"Ya itu kenyataannya cu kalau seorang vampir menyegel kekuatan vampir sama saja dia menukarkan nyawanya menjadi segel" jelas kakek yang membuatku tambah sedih
"Kakek... Apa aku bisa melihat ibu?"
"Bisa, tapi kamu harus bersama Steven untuk melihatnya"
"Kenapa harus dengan dia?"
"Hmmm apa Alex Huan tidak bisa?"
"Tidak bisa, dia bukan raja vampir. Yang bisa hanya steven"
"Hmmm baiklah, aku pulang dulu kakek" gumamku mengusap air mataku dan beranjak dari tempat dudukku
"Kamu tidak menginap disini bersama kakek?"
"Nanti kapan - kapan saja kakek, ada hal yang harus aku urus" gumamku berpindah kembali ke depan kelasku
Aku membuka pintu kelas dan duduk di tempat dudukku, aku tidak peduli teman - teman sekelasku menatapku dengan tatapan bingung. Sony menarik kursinya dan duduk di sebelahku
"Apa yang barusan kamu lakukan?"
"Tidak penting" gumamku sedih
"Kenapa kamu menangis? Apa raja kegelapan menyakitimu?"
"Tidak. Aku tidak bertemu dengannya"
"Lalu ada apa? Ceritalah kepadaku" gumam sony mengelus rambutku dengan lembut
"Gak mau, banyak orang" desahku pelan, Sony langsung menjentikkan jari tangannya dan waktu langsung berhenti seketika
"Sudah ceritalah"
"Aku tidak punya siapapun lagi, ayah dan ibuku meninggal. Untuk ketemu ibuku aku harus meminta steven membuka segel pintunya. Aku bingung harus berbuat apa" desahku pelan
"Hmmm kenapa harus Steven yang membukanya?"
"Karena dia seorang raja jadi hanya raja yang bisa membuka segel itu"
"Tapi kamu tidak bisa melakukannya"
"Aku tahu, tapi aku harus bertemu dengan ibuku apapun yang terjadi"
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mengizinkanmu"
"Sony, kekuatanmu saja tidak bisa mengalahkan Steven. Aku tidak yakin kita bisa mengalahkannya" desahku pelan
"Bisa, kita pasti bisa"
"Kalau kekuatanmu hanya segitu apa bisa coba sedangkan aku sendiri cuma hanya segini"
"Ya aku tahu, sebenarnya aku harus bertapa dan berlatih kemarin sampai kekuatanku pulih seutuhnya"
"Sampai kapan?"
"Aku tidak tahu, mungkin bisa bertahun - tahun atau bahkan berabad - abad"
"Selama itu?"
"Ya, cuma aku belum bisa meninggalkanmu sendirian"
"Kenapa?"
"Banyak yang mengincarmu jadi aku takut kamu terluka"
"Kalau kamu terus menunda bagaimana bisa mengalahkan Steven"
"Tapi kamu bagaimana?"
"Tenang saja aku bisa menjaga diriku sendiri" gumamku tersenyum
"Kamu yakin?"
"Ya aku yakin" gumamku serius
"Hmmm baiklah, kamu jaga diri ya. Jangan sampai terluka" gumam sony mencium keningku dan menghilang di depanku
"Sekarang banget ya?" desahku pelan dan waktu kembali normal kembali bahkan teman - temanku sekelas tidak menyadari kalau sony sudah tidak ada di kelas
"Sani kita ke kantin yuk!!" ajak Nana tersenyum kepadaku
"Ke kantin?"
"Ya dari pada tidak ada pelajaran, ngomong - ngomong kenapa kursi kosong ini ada disini?"
"Kan ini ada pemiliknya!"
"Pemiliknya? Hahaha tidak ada tahu" gumam Nana mengembalikan kursi itu ke tempat asalnya
"Kan kamu tahu sendiri kursi itu kosong sejak lama" gumam Nana menarik tanganku
"Tapi kan?"
"Aah udah jangan berkhayal, ayo aku sudah sangat lapar!!" gumam Nana terus menarikku
"Mmm Nana siapa nama kepala kampus kita yang baru?"
"Kan aku sudah bilang kalau si Raja kegelapan yang baru itu yang menjadi kepala kampus"
"Jadi kamu tidak lupa?"
"Lupa? Tidak kok"
"Kamu ingat Sony?"
"Sony? Siapa itu?"
"Teman kita yang baru!!"
"Tidak ada teman baru di kelas kita dan tidak ada nama Sony di kampus kita"
"Iih ada loh!!"
"Tidak ada"
"Ada, dia kaisar langit tahu!!"
"Hahaha kamu ini ngada - ngada aja, kaisar langit ada di istana langit sono" gumam Nana menunjuk ke arah langit
"Hmmm, jangan - jangan emang sony sengaja menghapus ingatan mereka tentang dia" desahku pelan
__ADS_1
"Udah jangan bawel, kita makan dulu" gumam Nana terus menarik tanganku menuju ke kantin
Ya walaupun saat ini aku akan sendirian selama itu Semoga saja tidak ada yang kejadian yang menyebalkan dikemudian hari apalagi saat ini tidak ada kaisar langit kalau aku terjadi apa - apa aku juga tidak ada yang bisa menolongku. Tapi yang aku pikirkan adalah apakah kamu akan berhasil mengalahkan Steven, Sony!!