
Selama perjalanan aku hanya diam tanpa kata dan Steven juga diam hanya sesekali melirikku disela - sela dia mengendarai mobilnya. Dan tanpa terasa kami sampai di rumah Steven, setelah mobil terparkir aku langsung membuka pintu dan turun dari mobil
"Hai tunggu sebentar" ucap Steven turun dari mobil
"Ada apa?" gumamku kesal
"Nanti sore kita pergi"
"Kemana?"
"Ke suatu acara, jadi kamu harus dandan secantik mungkin" ucap Seven, tanpa aku jawab berjalan masuk ke rumah
"Hey dengar gak?? protes Steven menutup pintu mobil
"Iya aku dengar" gumamku cuek dan membuka pintu rumah lalu berjalan menuju kamarku
Aku menutup pintu kamarku dan rebahan di kasurku yang empuk, aku kesal kenapa rahasiaku bisa terbongkar oleh orang lain apalagi yang tahu adalah atasanku sendiri, aku takut kalau Steven akan membongkar rahasia yang mati - matian aku tutup - tutupi selama ini kepada orang lain
"Haduh matilah aku" gumamku memukul - mukul wajahku dengan bantal
"Apa yang harus aku lakukan?" gumamku kesal sambil terus memukul wajahku
Toookkk.. Toookkk... Toookkk
"Permisi Nona, ini makanan nona" ucap pembantu dari luar kamar
"Sebentar" gumamku dan membuka pintu kamar
"Terimakasih ya" ucapku ramah dan menutup pintuku lagi
Aku membawa nampan yang berisi makanan itu ke dalam kamarku dan meletakkan di meja . Aku membuka laptopku dan mengerjakan kembali tugasku kuliah apalagi nanti sore aku harus keluar dengan Steven, tidak lama handphoneku berbunyi
Tiiinnngg
Aku segera bangkit dari kursiku dan mengambil handphoneku di dalam tas kuliahku dan membaca sebuah pesan dari Nana
*Sani, kamu minggu depan ikut pesta Xiao Min?~Nana
Minggu depan?, hari apa?~Sani
Malam minggu, jangan bilang kamu lupa~Nana
Kan malam minggu acaranya si ketua kelas kan masih 2 minggu lagi ~Sani
Aaah iya lupa hahaha~Nana
Mmmm, ya kita liat aja nanti~Sani
Okey, aku juga akan datang. Pokok jangan lupa datang ya~ Nana*
Setelah membalas pesan dari Nana aku melanjutkan mengerjakan tugasku sampai selesai karena aku tidak mau punya beban tugas setelah aku pulang nanti apalagi pasti bakal lebih malem pulangnya nanti
Toookk... toookkk... toookkk
Tiba - tiba terdengar suara pintuku terketuk dengan sangat keras yang mengganggu konsentrasiku
"Siapa?" gumamku kesal
"Udah siap belum?" teriak Steven dari luar
"Ntar dulu, aku lagi ngerjain tugas"
"Masih lama?"
"Enggak..."
__ADS_1
"Ya udah jangan lama - lama" gumam Steven meninggalkan kamarku
Aku segera menyelesaikan tugasku dan langsung bergegas mandi, aku tidak mau si tua ngeselin itu menyeramahiku disaat aku lagi bete kayak gini.
Aku membuka kran air bathtub lalu memasukkan sabun susu kambing ke dalamnya dan aku merendamkan tubuhku ke dalamnya. Aku memandang pantulan wajahku di permukaan air sabun berwarna putih itu, terlihat samar - samar seperti masa depanku yang terlihat sangat abstrak.
"Masa depan ya?, apa masa depanku?" desahku
"Mimpi aja gak punya sama sekali"
"I don't have sweet dreams" gumamku keluar dari bathtub dan mengeringkan tubuhku dengan handuk dan keluar dari kamar mandi
Aku membuka lemari pakaianku, memilih satu persatu pakaian yang cocok dengan suatu acara yang aku juga tidak tahu acara apa itu. Aku menemukan dua gaun yang indah cocok untuk ke acara pesta ulang tahun Xiao Min nantinya tapi aku bingung nantinya aku akan memakai baju yang memiliki rok pendek atau memiliki rok panjang
"Hmmm" desahku memadukan dua gaun tersebut dengan tubuhku
"Yang pendek aja deh" gumamku menggantungnya di bagian pojok gantungan baju
"Sani masih lama?" teriak Steven yang membuatku kaget
"A... apa?"
"Kamu masih lama?"
"Aku bingung mau pakek pakaian apa?" gumamku
"Pakai baju aja bingung" gumam Steven dari luar kamar
"Ya kan kita mau ke acara apa aku tidak tahu" protesku
"Pakai aja gaun, kita akan ke acara makan malam"
"Oh baiklah" gumamku mengambil gaun yang berwarna hitam dan langsung memakainya
"Sabar lagi mau dandan" gumamku ke meja rias dan mulai menggunakan make up agar terlihat cantik. Setelah selesai semaunya aku membuka pintu kamarku dan melihat Steven terlihat tampan di malam ini
"Kenapa kamu memandangiku seperti itu?" protes Steven
"Tidak ada"
"Ya udah ayo berangkat" gumam Steven berjalan duluan
"Emang kita mau kemana?" tanyaku
"Acara makan malam"
"Acaranya siapa?"
"Ya acara aku dan seseorang petinggi, nanti sekalian aku akan membahas beberapa persoalan dengan dia. Jadi kamu hanya diam dan makan saja" gumam Steven membuka pintu mobilnya
"Ya baiklah" desahku membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang
"Kenapa kamu duduk disitu?" tanya Steven menatapku
"Tidak ada, aku hanya ingin sendiri" gumamku menatap ke luar jendela
"Baiklah terserah kamu" gumam Steven langsung mengendarai mobilnya sendiri
Selama perjalanan Steven hanya memandangiku dari kaca spion, walaupun aku menyadarinya tapi aku berusaha tidak peduli. Yang ada dipikiranku saat ini ikuti saja kemauan si tua satu ini
"Mmmm kamu ada acara tidak dua minggu lagi?" tanya Steven tiba - tiba sambil menatapku dari kaca spion
"Ada..."
"Acara apa?"
__ADS_1
"Acara ulang tahun temenku sekelas"
"Oh ya?"
"Ya" jawabku cuek
"Kamu ikut?"
"Aku tidak tahu" gumamku
"Kenapa tidak tahu?"
"Ya aku belum memikirkannya saat ini" desahku
"Ya kalau kamu mau ikut, ikut saja tidak apa - apa, aku juga ada agenda rapat " gumam Steven santai
"Tumben tidak menyuruhku mengikutimu"
"Ya ini rapat membahas masalah lain bukan masalah perusahaan"
"Oh baiklah" desahku
"Kamu mau pergi ke pesta itu silahkan" gumam steven
"Iya liat aja nanti"
"Kenapa kamu seperti tidak semangat kalau ada pesta?" tanya Steven penasaran
"Tidak ada apa - apa"
"Kamu tidak suka pesta?"
"Suka tapi tidak terlalu"
"Kenapa?" tanya Steven penasaran
"Aku lebih suka menyendiri beberapa tahun ini" gumamku pelan
"Ada sesuatu yang mengganggumu?"
"Sedikit"
"Apa itu?"
"Sesuatu hal" gumamku
"Iya tentang apa?"
"Udah ah kepo banget, itu privasiku. Lebih baik kamu fokus menyetirnya" gumamku kesal dan Steven hanya memandangiku dari kaca spion
Selama beberapa menit kami berdua diam tanpa kata di sepanjang perjalanan, aku lebih suka dia diam dari pada mengurusi hidup orang lain. Tidak beberapa lama kemudian kamu berdua sampai di sebuah restoran elit yang ada di kota ini
"Kita udah sampai, kamu boleh turun" gumam Steven melepaskan sabuk pengamannya dan turun dari mobil
"Iya..." gumamku mengikuti langkah kaki Steven masuk ke dalam restoran itu
Saat kami berdua masuk ke dalam restoran tersebut, aku melihat ada seorang wanita cantik bergaun putih yang berdiri di depan kami berdua dengan senyum manisnya saat melihat kedatangan Steven
"Selamat datang tuan Steven, sendirian saja?" gumam wanita itu
"Tidak, aku mengajak seseorang juga" ucap Steven dingin dan menarikku yang dari tadi di belakang Steven
"Oh wanitamu kah?, baguslah mari silahkan masuk" gumam wanita itu berjalan mendahului kami dan kami mengikuti wanita itu dari belakang
Aku penasaran kenapa Steven mengajakku saat makan malam dengan wanita ini, apa benar Steven akan melakukan pertemuan dengan wanita itu tentang perusahaan atau mrngajakku hanya agar terlihat dia tidak mau diganggu wanita itu
__ADS_1