Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 2 : Kelas Pertama


__ADS_3

Hari ini adalah awal aku masuk ke Universitas ternama yakni Kwanchi University, universitas yang sangat ingin aku masuki sedari dulu dan kecapaian sekarang ini.


"Waaah... keren banget ini kampusnya" gumamku bangga saat melangkahkan kakiku untuk pertama kalinya


Aku berjalan menyusuri jalan yang ada di depan rektorat kampus. Selama berjalan sendirian, aku melihat banyak anak - anak yang di antar oleh orang tua mereka bahkan keluarga mereka. Sedangkan aku hanya berangkat sendiri karena ayah ada pertemuan penting dan mendadak sehingga aku pergi ke kampus untuk first time sendirian tanpa teman sama sekali.


"Hay Sani..." teriak Asri mengagetkanku


"Hi Asri, senang bertemu denganmu" ucapku senang


"Kamu di kelas mana?"


"Aku di kelas 1A, kamu di kelas mana?"


"Aaah keren kamu bisa di kelas unggulan orang - orang kaya ... aku mah apa atuh cuma di 1D" gerutu Asri


"Udah unggulan orang kaya atau tidak itu sama saja bagiku" ucapku menghibur Asri


"Iya kan aku pengen sekelas sama kamu Sani"


"Iya aku juga, tapi walaupun kita gak sekelas tapi kan kita bisa sering bertemu" gumamku


"Hmm baiklah Sani, aku akui emang kamu pintar banget... pasti banyak cwo - cwo yang suka padamu, jadi iri deh"


"Hahaha kamu jangan seperti itu, kan pasti kamu yang banyak disukai laki - laki yang ada di kampus" ucapku merendah


"Tidak Sani, kamu pasti banyak yang suka dengan kepintaranmu dan kecantikanmu"


Krriinngg


Suara bel kampus yang sangat keras dan mengagetkanku, untung ada bunyi bel jadi bisa mengalihkan perkataan Asri


"Mmm udah ah kita masuk ke kelas, udah bunyi bel tuh" ajakku

__ADS_1


"Baiklah Sani, see you, nanti bertemu di kantin ya" gumam Asri meninggalkanku sendiri


"Baiklah" gumamku sambil tersenyum


Sering kali aku berharap banyak laki - laki yang suka kepadaku seperti kata Asri. Namun, akankah mereka mau menerimaku dengan segala kekuranganku ini? perkataan itu sering terngiang - ngiang di kepalaku dan hal itu sangat menyebalkan


Aku berjalan lirih menuju ke ruang kelasku, aku lihat banyak anak - anak yang sangat cantik, tampan, dan seperti anak dari keluarga kaya


Saat sampai di depan kelas, aku langsung mencari tempat duduk yang ku inginkan dan aku menemukan satu tempat duduk yang berada di belakang kelas. Tapi saat aku akan menduduki tempat duduk itu, tiba - tiba ada seorang laki - laki yang menghampiriku dengan sinis


"Hey... ini adalah tempat dudukku" protes laki - laki itu


"Tapi kan aku yang menemukannya pertama kali" protesku


"Apa haknya kamu memprotesku!!" bentak laki - laki itu dan mendorongku sampai terjatuh ke bawah


"Hei wanita ******, kamu tidak pantas duduk di tempat ini!!" teriak laki - laki iti memakiku


Aku menaruh tasku dan langsung duduk di kursi tersebut, tidak beberapa lama ada satu wanita cantik yang duduk di sebelahku. Dia cantik, putih, dan sepertinya dari keluarga kaya juga.


"Hay.." ucap wanita itu ramah


"Hay juga" sapaku dengan ramah


"Aku Nana Shi, nama kamu siapa?"


"Aku Sani Lan"


"Oh keluarga Lan yang kaya itu?"


"Hahaha tidak, hanya keluarga biasa saja"


"Hahaha kamu merendah banget ya Sani... ummm disini anak - anak orang kaya semua ya!" gumam Nana

__ADS_1


"Mmm aku tidak tahu sih"


"Tuh cwo di belakang kelas anak dari pejabat parlemen... Xiao Min"


"Yang duduk di pojok itu?" tanyaku kaget


"Iya... yang kamu barusan di dorong sama dia"


"Oh mmm" gumamku


"Ya dia sih anak pejabat ya pantas saja kalau dia mempunyai sikap seperti itu, tapi walaupun begitu dia sangat tampan Sani" gumam Nana


"Hmmm ganteng apanya, orang kayak gitu ngeselin banget" gumamku


"Sabar wkwkwk... oh ya semoga kita menjadi teman ya" ucap Nana tersenyum


"Iya semoga kita jadi teman baik" ucapku tersenyum juga


Tidak berapa lama datang seorang dosen yang sangat muda memasuki ruang kelas


"Selama pagi anak - anak" sapa dosen tersebut


"Selamat pagi pak"


"Perkenalkan saya Sanchi Ne, dosen kalian sekaligus wali kelas kalian, mohon bantuan ya" ucap dosen itu dengan tersenyum


"Shuutt Sani, dosennya tampan dan muda ya, andaikan saja..." bisik Nana di telingaku


"Hihi iya sih" gumamku mengerti maksudnya


"Baiklah anak - anak kita mulai pembelajaran kita hari ini" ucap dosen dan kami mulai melakukan pelajaran pertama di pagi hari ini


Ini pertama kalinya aku punya teman di kampus baru apalagi dia sangat ramah sekali kepadaku bahkan di terbuka denganku, ya semoga saja aku dan Nana bisa menjadi teman baik di kelas

__ADS_1


__ADS_2