
Pagi harinya dan pagi - pagi berikutnya aku berkuliah seperti biasanya tanpa ada masalah dan kejadian yang aneh baik bertemu dengan mahasiswa malam ataupun kejadian menyebalkan lainnya. Sampai aku kuliah selama dua minggu juga tidak terdapat kejadian aneh yang menyangkut tentang mahasiswa malam itu bahkan teman - temanku telah melupakan kejadian yang pernah terjadi pada waktu itu, jadi karena aku tidak mau ada yang terluka lagi aku harus memendam amarahku
Krriiiiiiiiinnngggg
Terdengar bunyi alarm jam pulang di sore hari, dosen kami berjalan keluar kelas dan kami sekelas bersiap - siap unuk pulang ke asrama masing - masing. Aku juga sedang membereskan alat tulisku yang berantakan di mejaku
"Heii... hayuk kita lihat mahasiswa malam yang ganteng - ganteng itu" gumam temanku di sebelahku
"Waah iya aku juga ingin menatap wajah tempan mereka" gumam temanku satunya
"Ya udah ayolah" gumam temanku menarik tangan temankku yang lainnya
"Hei tunggu aku ikuut!" teriak temanku yang lain berlari ke luar kelas
"Hei aku juga ikut!!" teriak temanku laki - laki, aku menatap teman - temanku yang sangat bersemangat untuk melihat mahasiswa kelas malam itu
"Ayo kita pulang Sani" gumam Nana berdiri di sampingku
"Apa yang sedang mereka lakukan?" gumamku
"Oh mereka? Biasalah melihat mahasiswa - mahasiswa malam, tiap pulang sekolah mereka selalu menunggu di depan gerbang kompleks asrama malam" gumam Nana santai
"Oh ya? sebegitunya? Aku kok tidak tahu?"
"Ya kamu pulang kuliah langsung pulang sih" gumam Nana menatapku
"Ya kan capek"
"Kamu mau melihatnya?"
"Mmm bolehlah, jangan lama - lama, aku juga ingin tahu wajah mereka seperti apa" gumamku berdiri
"Baiklah, ayolah" gumam Nana berjalan mendahuluiku
Aku dan Nana berjalan bersama ke depan kompleks asrama malam. Di depan gerbang telah rapai mahasiswa kelas pagi yang berdiri menunggu gerbang pintu kelas malam di buka. Aku dan Nana berdiri di tempat paling depan, aku juga penasaran seperti apa wajah mereka sehingga banyak yang bilang mahasiswa kelas malam itu tampan dan cantik banget. "Kalau aku jadi vampir, aku juga akan secantik itu juga kok"gumamku dalam hati
"Oh ya Na, jadi yang keluar vampir dan iblis bersamaan?" bisikku
"Tidak, yang keluar dulu mahasiswa iblis baru vampir" gumam Nana
Tiba - tiba gerbang kompleks di buka dengan lebar dan mahasiswa kelas pagi bersorak dengan kencang, aku menatap satu persatu orang yang keluar dari gerbang dengan gagah dan anggun. "Mata biru" gumamku dalam hati
Banyak mahasiswa kelas pagi yang teriak - teriak seperti orang kesurupan saat menatap mahasiswa iblis keluar gerbang dan membuat telingaku sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi aku hanya penasaran dengan wajah mereka semua. Diantara mahasiswa iblis yang keluar dengan memakai pakaian warna putih, diantara para mahasiswa iblis itu ada satu orang bermata biru cerah, putih, dan tampan, tatapannya juga sangat dingin. Diantara mahasiswa iblis lainnya hanya dia yang diam tanpa kata. Namun saat mata mahasiswa iblis yang dingin itu menatap mataku, tiba - tiba jantungku terasa berdetak dengan kencang dan dadaku terasa sangat panas
Deeeeg... Deeeg... Deeeg
"Kenapa terasa sakit seperti kemarin saat aku memegang kristal biru milik Nana?" gumamku dalam hati tapi aku langsung memalingkan wajahku
"Hai cantik.." sapa pria dingin itu di depanku tapi tidak aku jawab
"Kamu boleh juga" gumam pria itu memegang daguku dan menatapku
__ADS_1
Deeegg
Tiba - tiba saat aku menatap matanya dadaku terasa sakit lagi tapi aku mencoba menahannya sekuat tenagaku
"Tuan Leo cepatlah" teriak teman iblis ynag berjalan di depannya
"Sampai berjumpa lagi cantik" gumam pria itu melepaskan daguku dan berjalan meninggalkanku
"Le.. Leo?" gumamku terkejut
"Jangan - jangan raja iblis, ****** aku malah ketemu dia " gumamku dalam hati sambil menatap pria itu dari belakang
"Heei lihat, gerbangnya dibuka lagi!!" teriak salah satu mahasiswi menunjuk sebuah gerbang di sebelah garbang iblis
Saat gerbang di buka aku melihat vampir dengan gigi mereka yang tajam dan mata merah darah menyala seperti mata milikku berjalan keluar dari kompleks asrama malam. Perilaku mereka sangat berbeda dengan mahasiswa iblis yang lebih memilih diam dan dingin sedangkan mahasiswa vampir malah menyapa mahasiswa kelas pagi dengan ramah
"Hai semuanya" teriak salah satu pria sambil melambaikan tangannya
"Aaaaa... pujaan hatiku" teriak mahasiswi perempuan dengan senang
"Iiisshh jijik" gumamku pelan melihat tingkah laku mahasiswa kelas pagi
Di bagian belakang mahasiswa vampir yang ceria dan ramah tersebut terdapat satu pria tampan dan dingin yeng berjalan dengan angkuh dan gagah dengan menggunakan pakaian hitam, aku seperti mengenal laki - laki itu sebelumnya tapi aku lupa siapa. Pria tampan itu menatapku dengan tatapan hangat berbeda saat dia menatap mahasiswa lainnya. Pria tampan itu berjalan mengarahku sambil tersenyum
"Hai cantik, belajar dengan sungguh - sungguh ya" gumam pria itu dengan senyum
"I... Iya" gumamku menatap mata merah darah itu
"Tunggu, sepertinya aku mengenalmu" gumamku menatap matanya, dan aku ingat kalau tatapan mata itu adalah Steven
"Huusstt, kuliah aja yang rajin dan jaga rahasia ini baik - baik, kamu harus menjauh dengan laki - laki yang mendekatimu tadi itu. Mengerti" bisik pria itu di telingaku sambil membungkam bibirku dan aku menganggukkan kepalaku
"Bagus, anak penurut" gumam pria itu melepaskan tangannya dan berjalan menjauhiku
Tanpa bisa berkata - kata lagi aku hanya bisa menatapnya dari belakang. "Steven? Kenapa dia juga ada di kelas malam ini? Apa yang sedang dia rencanakan?" gumamku dalam hati sambil menatap dia dari jauh
"Hei Sani..." gumam Nana menatapku
"Kenapa?"
"Kamu beruntung banget sih, sekali datang ke tempat ini di ajak bicara oleh ketua mereka" gerutu Nana di sampingku
"Ya kebetulan kali"
"Kamu kenal sama kedua ketua mereka itu?"
"Ti... Tidak, aku aja baru pertama kali bertemu" gumamku menatap mata Nana. "Tunggu, mata Nana warna biru menyala sama seperti warna mata ketua iblis itu. Jangan - jangan" gumamku dalam hati
"Sani apa yang kamu lamunkan?"
"Ti... Tidak ada apa - apa, ayo kita kembali ke asrama" gumamku menarik tangan Nana
__ADS_1
"Sani aku lapar, mau gak makan dulu kita" rengek Nana memegang perutnya
"Bolehlah, ayo kita makan"
"Makan di luar kampus yuk"
"Kan malam - malam gak boleh keluyuran" gumamku
"Gak apa - apa, ini kanĀ masih sore"
"Mmmm iya juga sih, ya udah boleh lah" gumamku mengalah
Nana menarik tanganku keluar dari area kampus menuju salah satu cafe yang ada di depan kampus dan duduk di tempat favorit kami di lantai atas
"Kamu mau minum apa?" tanya Nana menatapku
"Mmm aku es capuchino saja"
"Baiklah, aku pesankan ya" gumam Nana berjalan meninggalkanku
"Baiklah" gumamku
Aku menatap keluar jendela cafe, jalan yang mulai sepi dari kendaraan dan gedung asrama malam yang bercahaya terkena sinar matahari yang akan terbenam.
"Raja vampir dan Raja iblis sama - sama disini ada apa sebenarnya" gumamku bingung
"Dan saat mata vampirku bangkit lagi aku bisa melihat mata iblis dan vampir yang menyala, kenapa Nana mempunyai mata warna biru menyala seperti warna mata raja iblis?" deshaku bingung
"Sani ini minumanmu" gumam Nana menaruh minumanku di depanku
"Terimakasih Na" gumamku meminum minumanku sambil menatap mata Nana
"Na, siapa kamu sebenarnya?" gumamku menatap Nana
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ucap Nana terkejut
"Aku hanya tanya saja"
"Aku manusia lah" gumam Nana
"Benarkah?"
"Ya Benar, kenapa kamu tidak percaya kepadaku!!" protes Nana yang membuat kedua matanya bersinar
"Aku bertanya saja, kenapa kamu marah?" guamu santai
"Tidak ada, mentang - mentang tadi kamu bertemu dengan mahasiswa kelas malam itu menuduhku sama dengan mereka?"
"Enggak, aku tidkak menyamakan kamu. Udah lah aku minta maaf kalau menurutmu aku menyamakanmu dengan mereka" gumamku mengalah. "Hmmm dia tidak mau mengaku ya" desahku dalam hati
"Baiklah ayo kembali ke asrama, matahari sudah hampir terbenam" gumamku segera berdiri dari meja kami
__ADS_1
"Eeeehhh tunggu!!" teriak Nana berusaha menyusulku
Kenapa duaminggu yang tenang ini berubah menjadi keadaan yang menyebalkan, kenapa para vampir dan iblis datang ke tempat ini dan lagi Nana itu sebenarnya siapa? saat mata vampirku bangkit aku bisa melihat kejanggalan yang ada di sekitarku hanya dengan melihatnya secara langsung