
Di istana langit aku mengunci diri di dalam kamar, aku masih sangat sedih kehilangan ayahku dan sangat marah kepada Steven dan Leo saat inipun aku tidak ingin bertemu dengan siapapun. Ingin aku menangis sekeras - kerasnya tapi aku tidak bisa melakukannya
Toookk... Toookkk... Ttookkk
Suara pintu kamar yang terketuk keras dari luar beberapa kali, aku hanya mendengarkannya tanpa ingin membukanya. Karena aku tahu yang mengetuk itu pasti bawahan Sony membawakanku makanan
Toookkk... Tookkk ... Toookkk
"Tuan putri, saya membawakan tuan putri makanan" teriak bawahan Sony di balik pintu
"Tuan putri" ucap bawahan Sony dengan keras tapi aku hanya diam saja aku malas membukakan pintu itu
Aku tidak memperdulikannya hanya beranjak dari tempat tidur dan duduk di kursi pinggir jendela sambil menatap wilayah kekuasaan istana langit yang sangat indah tenang dan tentram
"Kamu kenapa tidak membukakan pintunya?" gumam Sony yang berdiri di sampingku dengan khawatir, hanya dia satu - satunya yang bisa memasuki kamar itu dengan teleportasinya
"Aku gak ingin diganggu" desahku pelan
"Hmmm kamu harus makan tau, kamu itu manusia jadi harus makan"
"Nanti saja"
"Sudah 4 hari kamu gak makan dan hanya mengunci dirimu di kamar" gumam Sony duduk di sampingku
"Tidak apa kok, kalau kamu mau makan kamu makanlah sendiri" gumamku menyandarkan kepalaku di jendela
"Tidak bisalah, masa aku makan sendiri sedangkan istriku belum makan sama sekali"
"Kita menikah aja belum, jadi kamu tidak perlu pedulikan aku" gumamku pelan
"Kamu di takdirkan menjadi istriku, makanya ibumu melarangmu bertemu dengan raja vampir dan raja iblis kan. Kalau kamu tidak percaya tanya sama ibumu itu"
"Iya aku tahu kalau aku di larang bertemu dengan mereka berdua"
"Pokok kamu harus makan" perintah Sony tegas
"Nanti saja"
"Sani, kamu harus makan. Kalau kamu sakit gimana?"
"Tidak apa, aku tidak akan sakit" gumamku
"Hmmm kamu ini dasar keras kepala ya" desah Sony mengelus rambutku dengan lembut
"Oh ya. Kamu kenapa bisa tahu kalau aku hampir di bunuh sama raja kegelapan? Sedangkan saat aku di serang dua raja itu kamu tidak menyelamatkanku" gumamku menatap Sony
"Karena kamu bilang kamu akan mati disitu jadi aku segera menyelamatkanmu, apalagi aku tidak mengizinkan kamu mati seperti itu" desah Sony lembut
"Kenapa kamu tahu aku mengatakan itu?"
"Karena pikiran, hati, dan perasaan kita terhubung, jadi aku tahu apa yang kamu pikirkan dan kamu rasakan walaupun jauh"
"Oh begitu ya" desahku
"Ya jadi aku bisa terus melindungimu"
"Mmm kenapa kamu baru mendatangiku? Kenapa tidak sebelum - sebelumnya?"
"Karena aku melihat kamu sangat bahagia hidup di dunia manusia jadi aku sangat tenang"
"Bahagia ya?" desahku pelan
"Aku tidak pernah merasa bahagia sama sekali seumur hidupku
"Kenapa tidak bahagia?"
"Ya masalah masa laluku" gumamku pelan
"Istriku, aku tidak peduli dengan masa lalumu dan semua orang pasti punya kesalahan masing - masing kok"
"Begitukah?"
"Iya istriku, jadi jangan khawatir ya"
__ADS_1
"Hmmm terimakasih Sony, mmm oh ya Sony aku ingin kembali ke asrama"
"Kenapa?"
"Aku dan kamu sudah membolos 5 hari tau"
"Tenang saja seminggu disini sama aja sehari di dunia manusia"
"Berarti sama seperti di dunia vampir ya?"
"Iya istriku"
"Baiklah" desahku
"Oh ya, aku ada sesuatu untukmu"
"Apa itu?" gumamku penasaran, Sony mengambil sebuah kotak yang ada di balik jubah putihnya dan memasangkan sebuah gelang ke tangan kananku
"Ini apa?"
"Ini gelang langit, hanya permaisuri langit yang bisa memakainya"
"Apakah ada kegunaannya?"
"Ada, dia bisa membantumu meningkatkan kekuatanmu saat kamu melatih kekuatanmu"
"Oh ya? Mmm terimakasih Sony, tapi kalau ada orang yang mengambilnya bagaimana?"
"Tenang saja, dia tidak bisa dipakai oleh siapapun selain permaisuriku"
"Masa? aku tidak percaya"
"Hmmm kamu ini..." desah Sony menjentikkan tangannya dan muncullah seorang bawahan Sony di depanku
"Hormat saya yang mulia" ucap bawahan itu dengan sopan
"Coba pakai gelang ini bisa atau tidak"
"Bukannya ini gelang untuk permaisuri?"
"Sudah yang mulia" gumam bawahan itu membungkukkan badannya
"Baiklah kamu bisa pergi" gumam Sony menjentikan lagi tangannya dan bawahannya menghilang
"Kamu sudah percaya?" gumam Sony menatapku
"Kenapa bisa?" tanyaku kaget
"Ya karena gelang itu tahu siapa permaisuri langit yang sesungguhnya"
"Apa aku benar - benar permaisurimu?" tanyaku polos
"Iya sayang, kamu itu permaisuriku"
"Oh ya, aku masih belum percaya"
"Tidak apa, semakin lama kamu akan mempercayainya"
"Baiklah, ngomong - ngomong kamu jangan memberitahukan siapapun tentang identitasmu ya, kalau di dunia manusia jadilah Sony seorang manusia biasa"
"Kenapa?"
"Karena tidak semua tahu siapa dirimu takutnya kamu dilukai orang lain"
"Tenang saja, tidak ada yang bisa melukaiku" gumam Sony mengelus rambutku
"Iya aku tahu, anggap saja ini permohonanku"
"Hmmm baiklah, aku tidak akan menunjukkan identitasku. Yang tahu hanya Candra selain itu juga tidak ada yang tahu" gumam Sony santai
"Terimakasih Sony" gumamku menyandarkan kepalaku di bahu Sony
"Iya istriku, kamu makan ya"
__ADS_1
"Nanti saja"
"Harus sekarang, aku suapin ya" gumam Sony membawa sepiring makanan untukku
"Hmmm baiklah" desahku mengalah dan Sony langsung menyuapiku dengan lembut
"Sony makasih ya" gumamku menatap wajah Sony
"Makasih untuk apa?"
"Ya kebaikanmu"
"Ini juga tanggungjawabku sebagai suamimu, istriku"
"Mmm ya aku senang mendengarnya, oh ya Sony kamu sebelumnya punya istri?"
"Tidak"
"Punya wanita idaman?"
"Tidak"
"Wanita yang kamu sukai?"
"Tidak ada"
"Serius?"
"Ya aku sangat serius"
"Kenapa kamu tidak punya? Biasanya kan kalau raja itu punya banyak selir dan wanita idaman" gumamku bingung
"ya itu bagi manusia tapi bagiku yang malaikat aku tidak membutuhkan banyak wanita, satu wanita saja sudah cukup buatku"
"Jadi kamu menunggu sangat lama dong?"
"Ya beratus tahun lamanya"
"Jadi umurmu berapa?"
"Tidak terhingga"
"Oh ya? Tapi kalau aku mati apa kamu juga tidak akan menikah dengan wanita lain?"
"Tidak, kamu tidak akan mati semudah itu"
"Kenapa bisa? Aku kan manusia" gumamku
"Tidak, kamu masih termasuk malaikat"
"Ma... Malaikat? Kenapa bisa?" gumamku terkejut
"Ya darah tiga campuran itu bisa di bilang malaikat, di kaum vampir kan kamu vampir level A spesial kan, hanya kamu yang punya level itu"
"Bukannya ada satu orang lagi yang punya level itu ya?"
"Ya, dia kakekku"
"Ka... Kakekmu? Darah tiga campuran?"
"Iya benar sekali, makanya kamu satu - satunya wanita yang memiliki darah tiga campuran dan satu - satunya permaisuriku"
"Oh begitu ya, hmmm aku mengerti sebenarnya tapi semakin bingung dengan hidupku" desahku menundukkan kepalaku
"Tenang saja semakin lama kamu akan mengerti" gumam Sony meletakkan piring kotor itu di meja di dekatnya
"Ya semoga saja" desahku menyandarkan tubuhku di jendela
"Kamu mau kembali ke asrama? Besok kita ada ujian, kamu harus belajar"
"Mmm iya baiklah" gumamku beranjak dari kamar itu dan berpindah bersama dengan Sony ke depan asrama matahari, ternyata di dunia manusia sudah malam hari
"Sudah malam kamu harus tidur segera ya"
__ADS_1
"Iya Sony, semoga kamu mimpi indah" gumamku meninggalkan Sony menaiki tangga asrama matahari
Ya aku masih tidak percaya saja kalau aku seorang permaisuri kaisar langit bahkan kaisar langit sensiri sangat lembut kepadaku membuatku merasa nyaman ada di dekatnya