
Di dapur kerajaan iblis kami semua makan bersama bahkan Leo sang raja iblis juga ikut makan bersama dengan kami, Leo menatapku dengan perasaan rasa bersalah kepadaku
"Kenapa kamu menatapku dengan wajah seperti itu?" gumamku menatap Leo
"Mmm ti... Tidak apa - apa kok"
"Kakak merasa bersalah kepadamu Sani karena sudah membunuh ayahmu" gumam Nana melahap daging di atas piringnya
"Tidak masalah, aku tidak mempermasalahkan itu sekarang" gumamku pelan
"Mmm a.. Aku minta maaf Sani" gumam Leo menundukkan wajahnya
"Tidak apa, itu sudah lama terjadi" gumamku santai
"Ta.. Tapi aku merasa bersalah kepadamu"
"Udah gak apa, aku sudah memaafkan kalian"
"Mmm terimakasih Sani"
"Tidak perlu berterimakasih, mumpung aku bertemu denganmu juga. Mana tahu nanti kedepannya tidak bertemu denganmu nanti kamu akan merasa berslaah terus menerus" gumamku pelan
"Emang kamu akan kemana?" tanya Leo kaget
"Dia akan melakukan itu" gumam nenek menatap Leo
"Haah? Serius? Jangan, tidak perlu kamu lakukan itu" protes Leo
"Kenapa juga tidak boleh?"
"Steven tidak akan mengizinkan kamu melakukan itu apalagi dia sekarang lebih kuat dariku pasti dia akan murka kalau dia tahu kamu melakukan itu"
"Dia sudah tahu" gumamku pelan
"Serius? Lalu apa responnya?"
"Seperti yang kamu katakan"
"Jadi kamu tetap melakukannya?"
"Ya.." desahku pelan
"Haiissh kamu ini suka banget bikin Steven marah" desah Leo melahap makannya
"Oh ya cucuku, kenapa kamu bisa pergi dari kerajaan kegelapan? Keluar aja tidak mungkin bisa" gumam kakek menatapku
"Aku menggunakan darahku untuk bisa teleportasi kek" gumamku
"Darahmu?"
"Ya benar"
"Emang Steven tidak tahu kalau kamu pergi?"
"Dia sedang bertapa seperti kaisar langit"
"Kamu sudah bertemu kaisar langit?" tanya Leo terkejut
"Sudah, bahkan aku sudah diajak ke istana" gumamku pelan
"Waah keren, aku saja belum pernah bertemu dengan dia" gumam Leo paln
"Aku juga" gumam Nana menatapku
"Kamu sudah bernah Na"
__ADS_1
"Haah serius?"
"Ya kursi sebelahku yang kosong itu sebenarnya kursi kaisar langit, dia sebelum bertapa pernah bersekolah dan menyamar menjadi manusia"
"Oh ya? Tapi kenapa aku tidak ingat?"
"Mungkin dia menghapus seluruh ingatan semua orang tentang kaisar langit jadi kalian tidak mengingatnya sama sekali" gumamku pelan
"Kenapa dia lakukan itu?"
"Aku tidak tahu" gumamku melahap daging milikku
"Kalau Steven bertapa mungkin dia akan lama melakukannya" desah kakek menatapku
"Ya mungkin saja kek, jadi aku masih ada waktu melakukan itu sebelum Steven dan kaisar langit tersadar" gumamku pelan
"Ya semoga kamu bisa melakukannya dengan baik cucuku"
"Ya semoga saja kakek" gumamku meletakkan alat makanku
"Cucuku maafkan kami berdua ya sudah merepotkanmu" ucap nenek menatapku
"Iya tidak apa nenek, ini memang sudah takdir Sani" gumamku tersenyum
"Hmmm baiklah Nana antarkan Sani ke kamarnya" gumam nenek meletakkan alat makannya
"Tidak perlu repot - repot nenek, Sani tidak perlu menginap disini"
"Kami harus menjaga keselamatanmu cucuku, kamu cucu dari darah daging kami berdua satu - satunya, kami tidak ingin membuatmu terluka, kalau kamu ada di luar nanti kamu kenapa - napa bagaimana?"
"Tidak kakek nenek, percaya aja sama Sani. Bahkan suatu saat kakek dan nenek tidak akan bertemu denganku" gumamku pelan
"Cucuku, kami sudah kehilangan anak kami satu - satunya bahkan kalau disuruh memilih kami akan melarangmu melakukan itu" gumam kakek sedih
"Itu benar, hanya kamu satu - satunya darah daging kami" desah nenek bersedih
"Semoga saja suatu hari nanti kita bisa bertemu kakek nenek" gumamku bersenyum dan beranjak dari tempat dudukku
"Kamu mau kemana?"
"Aku harus ke suatu tempat sebelum kembali ke istana langit" gumamku melangkahkan kakiku bepindah ke sebuah rumah pondok di tengah hutan
"Mmm ini sepertinya cocok" gumamku masuk ke dalam rumah pondok yang sudah sedikit berdebu itu
Aku harus mengasingkan diriku untuk memulihkan diriku sebelum ke istana langit apalagi aku sudah kehabisan banyak darah setelah dua kali Steven menghisap seluruh darahku
Aku melihat rumah pondok yang terlihat tidak terawat sama sekali, saat aku mencoba masuk ke sebuah ruangan tanganku yang ada bekas darahnya tidak sengaja menyentuh sesuatu dan terbuka sebuah lorong yang gelap, aku mencoba masuk ke dalamnya ternyata aku memasuki lorong yang panjang di depanku, setelah sekian lama berjalan akhirnya aku menemukan sebuah pintu yang besar di ujung lorong itu
"Pintu? Kenapa ada pintu besar di rumah pondok ini?" gumamku penasaran dan aku membuka pintu itu
"Candra?" teriakku terkejut melihat Candra yang sedang bertapa di dalam sebuah ruangan yang besar itu
"Oh sedang bertapa ya? Mmm maaf mengganggu" gumamku membalikkan badanku tiba - tiba aku menabrak sebuah roh yang bediri di belakangku
"Aaaauuu ma... Maaf" gumamku sedikit menundukkan badanku
"Sani? Kamu kenapa ada disini?" gumam roh Candra di depanku
"Mmm maaf aku mengganggu bertamamu"
"Tidak kok, ini hanya rohku saja, kenapa kamu kemari?"
"A... Aku tidak sengaja, aku kira rumah pondok ini tidak ada penghuninya" gumamku pelan
"Di sini adalah wilayah kekuasaan siluman, jadi rumah pondok itu hanya pengecoh saja tapi tidak aku sangka kamu bisa melewati segelku dengan mudah"
__ADS_1
"Segel? Apa sesuatu yang tidak sengaja aku sentuh dengan tanganku ini di depan itu tadi?" gumamku menunjukkan tanganku yang terdapat bekas darahku
"Darah? Kamu kenapa?"
"Tidak apa - apa, cuma aku tadi sedikit menggunakan darahku untuk keluar dari kerajaan kegelapan"
"Kerajaannya Steven?"
"Iya benar"
"Kenapa kamu bisa kesana?"
"Ceritanya panjang, ya sudah ya aku permisi dulu. Maaf mengganggumu" gumamku tapi roh Candra menahanku
"Kok kamu bisa menahanku dengan rohmu?" tanyak terkejut
"Kami para raja bisa melakukannya apalagi kaisar langit, kaisar langit sedang bertapa juga kan?"
"Ya kenapa kamu tahu? Bukannya dia menghapus seluruh ingatan kalian ya"
"Itu benar tapi dia tidak menghapus ingatanku karena aku raja jadi tu tidak berlaku untukku"
"Oh begitu ya"
"Ya memang ini adalah tahun - tahun bertapa seluruh raja - raja yang ada di semesta ini"
"Oh mmm begitu ya"
"Kenapa kamu pucat? Kamu sakit?"
"Tidak, aku hanya kekurangan darah"
"Apa karena Steven menghisapnya?"
"Ya benar dua kali lagi"
"Haish kenapa kamu membiarkannya" gerutu Candra menarikku ke sebuah ruangan
"Kenapa kamu mengajakku kemari?"
"Untuk memulihkan kekuatanmu dan darahmu, di wilayah kerajaan siluman ini dapat meningkatkan kekuatan"
"Kenapa bisa seperti itu?"
"Karena tempat ini berada di bawah air terjun perbatasan antara surga dan alam baka"
"Oh ya? Jadi Sony ada di sekitar sini?"
"Tidak, dia berada di air terjun itu"
"Apa kamu bisa mengantarkanku kesana?"
"Tidak, aku tidak sepertimu yang bisa kesana" gumam Candra menatapku serius
"Hmm aku kira kamu bisa" desahku pelan
"Kenapa kamu ingin bertemu dengan kaisar langit?"
"Aku ingin memberikannya sesuatu"
"Sesuatu? Apa itu?"
"Kamu tidak perlu tahu" gumamku pelan
"Hmm baiklah, kamu pulihkan saja dulu darah dan kekuatanmu disini" gumam Candra keluar dari ruangan ini
__ADS_1
"Terimakasih Candra" gumamku mencoba untuk bertapa
Ya aku tidak tahu apa yang dikatakan Candra benar kalau aku memulihkan diri disini aku bisa memulihkan kekuatanku dan darahku sebelum aku memberikannya kepada Sony