Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 56 : Bertemu Kaisar Langit Lagi


__ADS_3

Aku merasa tubuhku seperti sangat ringan bahkan rasa sakit di tubuhku sudah tidak terasa lagi.. Aku merasakan ada sebuah tangan yang menampar pipiku berulang kali, aku membuka mataku dan melihat Nana berusaha membangunkanku


"Sani ... Huuh akhirnya kamu bangun" desah Nana di sebelahku


"Kenapa?"


"Aku tidak tahu sejak kapan kamu di kamar ini dan posisi tidurmu sangat tenang menakutkan banget tau. Tapi apa kamu tahu... Kami  semalam mencarimu sampai capek tahu. Kamu kemana saja!!"


"Aku ... " desahku. "Aku tdak boleh memberitahukan masalah itu kemarin" gumamku dalam hati


"Sani?"


"Ehhh emm ... tidak ada apa - apa kok, maaf membuat kalian khawatir semalam" gumamku mencoba tersenyum


"Hei kamu kemarin kemana saja?" gumam Nana mendekatkan wajahnya ke depanku


"Ti... Tidak kemana - mana kok"


"Heeh?"


"Udah kamu jangan fikirkan" desahku sedikit mendorong bahu Nana


"Aku mau mandi dulu" gumamku segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi


Aku segera mandi dan berdandan di meja riasku, Di meja rias aku melihat Nana sedang menata buku - bukunya di atas tempat tidurnya


"Kamu udah mandi Na?"


"Udah dari tadi"


"Oh..." desahku memakai bedak di wajahku dan memakai lipstik di bibirku


"Ayo Na, aku udah siap" gumamku beranjak mengambil tasku


"Baiklah"


Di sepanjang jalan, aku merasakan ada hal aneh yang akan terjadi di kampus ini. Tapi anehnya aku tidak bisa melihat apapun yang terasa aneh. " Apa ini perasaanku saja?" gumamku dalam hati


"Kamu kenapa San?"


"Tidak ada kok Na" desahku terus berjalan menuju ke kelas


Sampai di kelas aku duduk di kursiku dan Nana juga duduk di kursinya, tidak tahu kenapa dosenku bisa terlambat 10 menit seperti ini


"Hei kalian liat" teriak seorang temanku menunjuk ke arah jendela


Di jendela itu aku melihat aura seoran pria yang menurutku tidak asing, tapi aku benar - benar tidak tahu dia itu siapa


"Selamat pagi anak - anak" sapa dosenku di depan kelas


"Pagi..."


"Nah kali ini kita mendapatkan seorang mahasiswa baru di kelas kita.."


"Waaah tampannya..." teriak salah satu mahasiswi memujinya


"Iya tampan sekali"


"Mau dong jadi pacarmu, tampan" teriak salah satu mahasiswi menggoda


"Hei diam kalian semua, biarkan dia memperkenalkan dirinya"


"Nama Sony, umur 19 tahun, saya baru pindah dari kota lain. Mohon bimbingannya" gumam laki - laki itu dengan sopan


"Aaaah suaranya merdu" teriak seluruh mahasiswa  terluluhkan dengan suaranya dia


"Tunggu, aku kenal suara ini..."


"Istriku..." suara yang mirip dengan laki - laki semalam. "Jangan - jangan dia itu..."


"Tiiddaaaakk..." teriakku kencang yang membuat semua orang menoleh ke arahku


"Kamu kenapa Sani?"


"Ti... Tidak ada pak, maaf" gumamku menundukkan kepalaku


"Hmmm baiklah, kamu bisa memilih tempat duduk yang kalian inginkan" pria itu berjalan ke arahku dan berhenti di kursi kosong sebelahku


"Oh ya Sani, nanti tolong antar Sony berkeliling kampus ya" gumam dosenku menatapku


"Ba.. Baik pak"


"Pak seharusnya aku aja"


"Seharusnya aku saja pak"


"Hei diam lah kalian!!!" teriak dosenku kesal


"Baiklah, pelajaran hari ini saya mulai ya" ucap dosenku menerangkan pelajaran di depan kelas


Aku menatap Sony yang duduk di sebelahku, dia sangat tenang memperhatikan materi yang diajarkan oleh dosenku


"Kenapa kamu disini sih?" gumamku dalam hati kesal


"Menurutmu?" gumam Sony melirikku


"Kamu tahu apa yang aku pikirkan?" tanyaku terkejut


"Ya .."


"Hmmm, jadi apa yang kamu lakukan disini?" desahku dalam hati


"Kalau mau tahu jawabannya nanti selesai kelas" gumam Sony dalam hatinya


"Hmm baiklah" desahku mengalah


Beberapa jam berlalu, belajar membosankan akhirnya selesai juga. Dosenku menutup pertemuan dan keluar kelas, namun banyak mahasiswi yang mengerubungi Sony sampai wajah Sony tidak terlihat sama sekali


"Hai tampan" ucap mahasiswi itu dengan semangat


"Kamu sudah punya pacar atau belum?"


"Mau dong jadi pacarmu" ucap mahasiswi itu menggoda Sony

__ADS_1


"Hahaha, banyak fans mu tuh" ejekku dalam hati


"Lalu, kamu cemburu?" desah Sony dalam hati di balik mahasiswi yang mengerubunginya


"Haah cemburu? Enggak sama sekali" gerutu kesal


"Sani ayo kita ke kantin" gumam Nana berdiri di sebelahku


"Ba..." desahku terhenti melihat Xiao Min berjalan ke arah kerumunan itu dengan marah


"Hei kalian semua jangan membuat teman kita ketakutan tahu!!.. Bubar ... Bubar!!!" teriak Xiao Min dan seluruh mahasiswi itu membubarkan diri mereka


"Aaaahh, emang ketua mengganggu"


"Ya mengganggu saja" desah salah satu wanita dengan kesal


"Maaf ya Sony atas perilaku anak - anak"


"Iya tidak apa - apa, terimakasih ya" gumam Sony tersenyum


"Sani, ayo kita ke kantin" ucap Nana menarik tanganku


"Baiklah.." desahku mengikuti Nana


"Kamu jangan lupa untuk mengajakku jalan - jalan" gumam Sony dalam hati sambil menatapku


"Oh ya Na, aku kan disuruh pak dosen buat mengajak Sony berkeliling"


"Nanti saja lah, kalau tidak ada kamu aku dengan siapa!!" protes Nana kesal


"Dengan aku saja, aku mau ke kantin juga" gumam Xiao Min berjalan ke arah kami


"Hmmm baiklah" desah Nana mengikuti Xiao Min keluar kelas


Aku menatap wajahnya Sony yang tampan dan bersih seperti tanpa dosa, dia berjalan kearahku dan menggandeng tanganku keluar kelas


"Hei kenapa kamu menggandeng tanganku?" protesku


"Tidak apa - apa kamu milikku"


"Tunggu sebentar, apa maksudmu?" protesku kesal yang membuat semua mahasiswa yang ada di lorong menatap kami


"Ngapain dia?"


"Ya benar ngapain dia meneriaki si tampan"


"Aku tidak terima" teriak salah satu wanita di belakangku


"Ya benar" teriak seluruh mahasiswi yang berada di lorong tersebut membuatku kesal


"Haish merepotkan" desahku menjentikkan tanganku dan seluruh orang kembali dengan aktifitas masing - masing


"Udah jangan disini, ikuti aku" desahku menarik tangan Sony dan berjalan menuju balkon atap gedung kelas


"Jadi apa maksudmu aku milikmu?" gumamku menatap Sony


"Ya memang kamu milikku"


"Sejak kapan?"


"Apa? Aku tidak mengerti maksudmu"


"Ya memang kamu sejak lahir ditakdirkan milikku"


"Hei tunggu sebentar, apa maksudmu?"


"Ya intinya kamu ditakdirkan menjadi istriku"


"Aku kan tidak tidak kenal denganmu dan baru pertama kali bertemu semalam saja" protesku


"Ya memang, tapi apa kamu tahu aku selalu mengawasimu dari sana" gumam Sony menunjuk ke arah langit"


"Langit? Jadi kamu..."


"Ya aku kaisar langit pemimpin seluruh malaikat yang ada di seluruh semesta" Sony merubah wujudnya ke seorang pria tampan, putih bercahaya, dan memiliki dua sayap di punggungnya


"Kamu kaisar langit yang ada di cerita dongeng anak - anak itu?"


"Emang kamu kira kami takhayul apa?" gerutu Sony kesal


"Ya aku kira, jadi kenapa kamu turun ke dunia manusia?"


"Karena kamu"


"Karena aku apa?"


"Ya aku melindungimu"


"Melindungiku dari apa?"


"Raja kegelapan"


"Aku tidak butuh perlindunganmu, jadi tidak perlu merepotkanmu" gumamku membalikkan badanku


"Aku suamimu dan kamu istriku jadi kamu harus menurut denganku" gumam Sony memelukku dari belakang


"Mana bisa begitu!! Kita belum menikah dan lagi kamu malaikat sedangkan aku manusia setengah vampir setengah iblis" gumamku tidak percaya


"Apa kamu tahu artinya kamu punya tiga darah campuran itu?" bisik Sony di telingaku dan aku hanya menggeleng


"Tiga darah campuran itu emang ditakdirkan menjadi permaisuri kaisar langit, dan emang di buru oleh seluruh raja di dunia lain"


"Di buru? Maksudnya?"gumamku menoleh ke wajah Sony yang tampan itu


"Ya darah dari tiga darah campuran itu setara dengan darah milikku kaisar langit dan itu mereka gunakan untuk bisa menguasai seluruh semesta, itu kejadian yang buruk tahu"


"Oh ya tapi kenapa raja vampir itu saat meminum darahku dia biasa saja" gumamku tidak mengerti


"Darah dari mana?" gumam kaisar langit itu membalikkan badanku sehingga aku bisa melihat wajahnya dengan jelas


"Da... Dari tanganku aja" gumamku takut


"Hmmm dasar" desah Sony mencium bibirku dan itu mengagetkanku

__ADS_1


"Ka.. Kamu menciumku!!" teriakku kaget


"Itu hukuman untukmu karena memberikan darahmu kepada orang lain"


"Ta.. Tapi kan aku tidak tahu" desahku menundukkan kepalaku


"Hmmm apa dia udah pernah meminum darahmu di sini" gumam Sony menyentuh leherku dan aku menggeleng


"Hmmm baguslah, jangan sampai kamu berikan darahmu kepada orang lain lagi... Jadi setetes darah yang ada di pembuluh darahmu ini sangat berharga... Mengerti" gumam Sony merubah wujudnya ke wujud manusia


"Iya aku mengerti. Tapi..." desahku menatap wajah Sony


"Tapi apa?"


"Tapi bagaimana aku bisa mengurus kutukan perjanjian jiwa itu?"


"Biarin saja"


"Tapi aku sudah berjanji"


"Tidak bisa, aku suamimu. Aku bilang tidak ya tidak"


"Tapi.."


"Hmmm tapi apa lagi?"


"Tapi aku juga terikat perjanjian jiwa dengan raja vampir dan... Dan aku tidak tahu bagaimana cara membatalkannya"


"Kenapa kamu melakukan itu?"


"Aku.. Aku terpaksa, dan sekarang aku tidak tahu cara membatalkannya"


"Hmmm ..." desah Sony menjentikkan tangannya yang membuat kepalaku agak pusing


"A... Apa yang kamu lakukan?" gumamku memegang kepalaku


"Udah aku batalkan, itu sedikit efek dari pembatalan perjanjian jiwa" gumam Sony memopang tubuhku


"Kamu membatalkannya?"


"Ya.."


"Kenapa kamu bisa membatalkannya dengan semudah itu?"


"Aku kaisar langit, aku raja terkuat di semesta ini, apa yang tidak bisa aku lakukan"


"Ta... Tapi kata raja vampir hanya dia yang bisa membatalkannya "


"Tidak, dia tidak bisa. Yang bisa hanya aku dan raja kegelapan saja"


"Kenapa bisa seperti itu?"


"Karena sebenarnya pejanjian jiwa itu kami berdua yang membuatnya tapi raja - raja yang ada di alam lain mengaku - ngaku bahwa itu adalah hasil buatan mereka agar pihak kedua takut dan menyetujuinya"


"Oh begitu ya, huuhh lega. Beberapa bulan ini sangat menderita dengan perjanjian jiwa itu" desahku senang dan tanpa sadar aku memeluk Sony dengan erat


"Sani, kenapa kamu memeluk laki - laki di belakangku!!" protes Steven muncul di belakangku


"Bukan urusanmu"


"Apa kamu ingin balas dendam kepadanya?" gumam Leo di sebelah Steven


"Tidak, buat apa aku balas dendam karena hal sepele dan aku sudah tidak punya hubungan apapun dengan kalian berdua apalagi denganmu Steven"


"Begitukah, ingat kamu terikat perjanjian jiwa denganku" ucap Steven dingin


"Ya itu dulu sekarang tidak" gumamku menarik Sony pergi dari atas balkon


"Tidak semudah itu kamu membatalkan perjanjian itu"


"Oh ya, coba cek di perjanjian jiwa apa masih ada cap darahku?" gumamku dan Steven mengambil dan mengecek kertas perjanjian jiwa di balik kemejanya


"Tidak mungkin.." teriak Steven kesal


"Kenapa bisa seperti ini?" teriak Steven kesal dan menyerangku tapi Sony langsung melindungiku


"Tidak boleh melukai istriku" gumam Sony menyerang balik Steven


"Haaah istri apaan" gumam Steven kesal dan terus menyerang Sony dengan sekuat tenaga


"Berhenti kalian!!" teriak seorang laki - laki di tengah - tengah kami, laki - laki itu sepertinya raja kegelapan


"Siapa lagi kamu seorang manusia menyebalkan!!!" ejek Steven


"Kamu bilang apa? Manusia? Sejak kapan aku menjadi manusia!!" teriak laki - laki itu mengubah wujudnya


"Ra.. Raja kegelapan" gumam Steven dan Leo terkejut


"Berani - beraninya kamu melukai wanitaku"


"Wanitamu? Bukannya dia musuhmu"


"Ya emang dia musuhku tapi di jiwanya yang lain dia wanitaku beratus abad yang lalu, jadi kalau kamu melukainya aku hancurkan seluruh kerajaan kalian"


"Oh ya? kebetulan sekali, kami tidak berdua saja masih ada raja - raja yang lain sedangkan kamu sendirian" gumam Steven dan munculnya raja - raja yang ada di belakang Steven dan Leo


"Kata siapa aku sendirian.."


"Cukuuuupp" teriakku kesal


"Ini masih siang hari banyak anak - anak yang ada di area ini, kalau kalian ingin bertarung tidak usah di area kampus" teriakku kesal dan menyerang mereka semua.


Semua raja - raja itu terjatuh dan terluka hanya Sony dan raja kegelapan saja yang tidak terluka sedikitpun


"Ka... Kamu!!"


"Lebih baik kalian pergi sebelum aku marah" gumamku kesal dan menarik Sony menuruni tangga balkon menuju ke kelas


"Kamu berani juga ya" gumam Sony menatapku


"Bodo amat, walaupun aku mati juga tidak ada yang mencariku" desahku kesal dan duduk di kursiku


"Aku tidak akan pernah mengizinkanmu mati" desah Sony dalam hati

__ADS_1


"Haaah terserah kamu lah" gumamku kesal dan mengikti pelajaran selanjutnya


__ADS_2