Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 55 : Bertemu Pria Berpakaian Putih


__ADS_3

"Kamu ingin menikah denganku?" tanyaku tidak percaya


"Iya"


"Kamu serius?"


"Iya"


"Hahaha, apa ini lelucon?" gumamku menatap bulan purnama yang indah


"Tidak aku serius"


"Apa yang membuatmu serius mengatakan itu?"


"Ada alasanku"


"Hmmm, kita tak mungkin bisa menikah?"


"Aku tahu tapi aku tidak peduli, aku ingin denganmu"


"Apa yang membuatmu ingin denganku?"


"Ada alasanku sendiri"


"Karena cinta?"


"Bukan"


"Karena sayang?"


"Bukan"


"Lalu karena apa? Kekuasaan?"


"Kamu tidak boleh tahu"


"Kenapa?"


"Karena sesuatu hal"


"Kamu bilang mencintaiku dan ingin menikahiku tapi kalau kamu ingin terus bersamaku bukan karena cinta dan sayang lalu karena apa?"


"Karena aku punya alasanku sendiri agar tujuanku tercapai"


"Tujuan apa?"


"Kamu tidak perlu tahu"


"Hmmm aku tahu kok tujuanmu apa walaupun pastinya akan salah dengan dugaanku, kalau kamu tidak punya urusan denganku silahkan pergi" gumamku menundukkan kepalaku


"Baiklah" desah Steven menghilang

__ADS_1


"Ingin denganku ya? Tapi bukan karena cinta dan sayang? Lalu apa tujuanmu sebenarnya" desahku pelan


"Kenapa cint sangat rumit?" desahku menundukkan kepalaku


"Siapa kamu??" gumamku menoleh ke belakang


"Lama tidak berjumpa nona kecil" gumam seorang laki - laki tampan dan dikelilingi aura gelap di sekitar orang itu


"Ka... Kamu bukannya laki - laki yang bertemu denganku sebelum aku menyerang teman - temanku di waktu kecil?"


"Ya benar, kamu masih ingat rupanya"


"Jadi apa kamu yang membangkitkan kekuatanku?"


"Ya benar"


"Untuk apa?"


"Agar aku bisa segera membunuhmu dan menjadi raja terkuat"


"Apa untungnya kamu jadi raja terkuat?"


"Ya agar aku bisa menguasai dunia dan bisa menghidupkan wanitaku di zaman yang lalu yang tidak tahu kemana dia berinkarnasi sekarang ini"


"Oh jadi kamu raja kegelapan?" gumamku tenang


"Ya benar"


"Kamu tidak membunuhku?" gumam laki - laik itu terkejut


"Tidak, aku tidak punya selera membunuhmu. Lagi pula aku juga tahu aku bakal kalah melawanmu"


"Hahaha baguslah kalau kamu mengerti"


"Jadi kenapa kamu tidak membunuhku langsung sekarang?" gumamku santai memandang langit hitam di atasku


"Kamu sebegitu pasrahnya?"


"Ya dari pada kamu menyianyiakan waktu"


"Itu tidaklah seru kalau kamu tidak ikut bermain sekalian"


"Baiklah, aku turuti kemauanmu" gumamku berdiri menghadap ke raja kegelapan itu


Kami saling serang dengan kekuatan kami, aku tidak menyangka kekuatannya sangat hebat dan aku sampai kewalahan menghadapinya


"Hahaha apa kekuatanmu hanya segini saja, dasar lemah!"


"Tutup mulutmu!" protesku menyerangnya kembali


Kami terus saling serang bahkan dia mampu membuatku tidak bisa berdiri seperti saat ini. Beberapa tubuhku terluka dan tulang rusukku dan tulang kakiku retak

__ADS_1


"Hahaha kamu kalah nona kecil" gumam laki - laki itu mengangkat daguku dan menatapku


"Aku belum kalah tau!!" protesku kesal


"Udah jangan bawel, mending kamu mati saja" gumam laki - laki itu menyentuh dahiku dengan ujung jarinya


Rasa sakit di badanku sangat amat terasa bahkan aku merasakan tubuhku juga seperti akan meledak saat jari dinginnya menyentuh dahiku


"Ka... Kamu ternyata..." desah raja kegelapan terkejut


Klaaaaanngg


Tiba - tiba terdengar suara hantaman keras di depanku dan badanku sudah tidak merasakan kesakitan lagi, aku membuka mataku dan melihat ada seorang yang berdiri di depanku menggunakan pakaian putih yang bercahaya


"Kamu kenapa ikut campur urusanku!!!" teriak raja kegelapan kesal


"Jauhi tangan kotormu menyentuh wanitaku" ucap laki - laki itu dengan nada yang sangat merdu bagaikan malaikat


"Tung... Tunggu, apa aku wanitanya?" gumamku terkejut


"Heeeh wanitamu ya? Aku baru tahu seorang kaisar langit punya wanita"


"Emang aku orangnya tidak sombong sepertimu yang menyebarkan berita apapun kepada orang lain, asal kamu tahu dia wanitaku"


"Hahaha jangan harap apapun, dia adalah wanitaku" ucap raja kegelapan dengan sombong


"Hei sejak kapan aku wanita kalian berdua!!" protesku kesal


"Oh kamu menyadari kalau dia reinkarnasi Lusi ya"


"Ya, aku bisa melihat tubuh Lusi di dalam tubuh anak kecil ini jadi dia wanitaku"


"Oh maaf kalau begitu, itu sudah lama sekali. Tapi sekarang dia wanitaku"


"Hahaha wanitamu? Jangan bermimpi!!!" protes raja kegelapan kembali menyerang laki - laki berpakaian putih yang bercahaya itu


Pertarungan mereka berdua sangatlah sengit tapi aku terkejut laki - laki berpakaian putih itu tidak tersentuh sama sekali oleh raja kegelapan bahkan raja kegelapan sampai kewalahan


"Urusan kita belum selesai kaisar langit..." gumam raja kegelapan pergi menghilang di depanku dan laki - laki berpakaian putih itu berjalan mendekatiku


"Kamu tidak apa - apa?" tanya laki - laki itu dengan lembut


"A... Aku tidak apa - apa" gumamku menatap laki - laki itu, tiba - tiba laki - laki itu menggendongku dengat lembut


"Ka...Kamu siapa?" gumamku tapi laki - laki itu hanya menatapku dengan atapan hangat


"Kenapa kamu menolongku?"


"Kenapa kamu bilang aku wanitamu?" tanyaku terus menatapnya dengan tatapan bingung


"Lain kali jangan putus asa dan jangan meminta orang lain membunuhmu ya, istriku" gumam laki - laki itu dengan hangat menyentuh dahiku yang membuatku memejamkan mataku dan tertidur di gendongannya

__ADS_1


__ADS_2