
Aku berjalan mengikuti Steven di sampingku masuk ke dalam restoran mewah itu, saat kami di dalam restoran aku melihat ada banyak orang yang memakai gaun dan jas yang sedang menikmati makanan yang di santapnya. Tidak berapa lama wanita itu duduk di sebuah tempat duduk yang berwarna putih berada di pojokan restoran tersebut. Di kursi tersebut ada seorang wanita cantik yang duduk di meja dengan menatap kami
"Silahkan duduk" ucap wanita itu ramah dan kami berdua duduk mengahadap wanita itu
"Baiklah, makanan untuk kalian berdua sudah ada di depan kalian. Kalian boleh makan sepuas kalian" ucap wanita itu sambil mengambil sumpit yang ada di sebelah piring
"Jadi apa yang mau kamu bahas?" tanya Steven dingin
"Aku, mmm tapi ada dia bagaimana?" ucap wanita itu menatapku tajam
"Tidak apa, sudah cepat jelaskan" gumam Steven mengambil ramen yang ada di mangkoknya
"Hmmm baiklah, aku berencana mengadakan kerjasama denganmu" ucap wanita itu
"Kerjasama apa?"
"Kerjasama bisnis"
"Apa syarat yang aku berikan sudah kamu setujui?" gumam Steven dingin
"Iya, sudah aku lengkapi dan aku berikan ke kantormu tadi pagi
"Oh baguslah" gumam Steven santai
"Ya aku pikir - pikir tidak masalah juga perusahaanku bekerjasama dengan perusahaanmu"
"Ya baguslah kalau kamu setuju, ngomong - ngomong siapa wanita disebelahmu?" tanya Steven menatap wanita itu
"Oh perkenalkan dia Gea Ling dia adalah anakku, ya ini juga alasannya aku mengajakmu makan malam bersama" ucap wanita itu serius
"Apa maksudmu?" tanya Steven serius
"Ya aku ingin menjodohkanmu dengan anakku" ucap wanita itu serius sambil mengelus rambut anaknya, mendengar hal itu tidak tahu kenapa aku tersedak kuah ramenku
Uhhuuukkk... Uuhhhuuukkk.... Uuuhhhuuukkk
"Kamu tidak apa - apa?" gumam Steven kaget langsung memberiku air putih
"Iya, ma... Maaf aku tersedak kuah ramen" gumamku pelan dan mengambil satu helai tisu yang langsung aku usapkan pada bibirku
"Oh, ya tidak apa - apa nona" ucap wanita itu ramah
"Bagaimana Steven?" tanya wanita itu sekali lagi
"Tidak, aku menolak" ucap Steven dingin
"Kenapa kamu menolak? Anakku kan cantik, imut, putih, dan pintar. Kenapa kamu tidak mau?" protes wanita itu
"Karena aku menolak saja"
"Kan kamu sudah dewasa dan kamu seharusnya menikah dan punya anak saat ini. Anakku bersedia menjadi istrimu yang baik...."
__ADS_1
"Tidak mau, aku menolak. Apa kurang jelas?" protes Steven
"Kenapa kamu menolak? Apa alasanmu menolak?" protes wanita itu kesal
"Karena aku sudah punya wanitaku sendiri" ucap Steven dingin
"Apa wanita ini adalah wanitamu? Dia seperti seorang anak orang miskin dan ******* di klub malam yang tidak pantas untukmu, anakku ini pantas menjadi istrimu" protes wanita itu memaksa Steven.
Mendengar kata aku adalah ******* di klub malam yang membuatku marah dan sakit hati, teganya orang yang tidak kenal aku memanggilku sebagai ******* di klub malam
Brrraaaaakkkk
"Mohon maaf ya Nyonya, saya hanya sekretaris Tuan Steven dan gak lebih..." teriakku memukul meja
"Boleh anda memanggilku seorang anak dari orang miskin tapi saya tidak terima kalau anda menyebutku *******!!!" teriakku marah
"Hei anak orang miskin yang bekerja menjadi ******* bisa - bisanya kamu memarahi aku!!" protes wanita itu
"Kenapa? Emangnya saya tidak boleh memarahi dan membentak anda setelah anda merendahkan harga diriku!!!, otak anda itu apa sebenarnya!!" teriakku kesal dan langsung meninggalkan wanita itu dengan kesal
"Oh ya hampir lupa, kamu bilang dia adalah Gea Ling dan kalian berdua adalah marga Ling dari perusahaan Ling kan. Mulai sekarang perusahaan Lan membatalkan seluruh kerjasama dengan perusahaan Ling dan perusahaan Ling harus membayarkan denda 65 Triliun dolar sebagai ganti rugi atas perusahaan Lan dan 10 Triliun sebagai ganti rugi atas mulut busuk anda menyebut aku anak orang miskin dan juga *******" jelasku menatap wajah wanita itu dengan kesal
"Siapa kamu berani - beraninya bilang perusahaan Lan harus membatalkan kerjasama dengan perusahaan kami dan ganti rugi yang tidak masuk akal!!" protes wanita itu
"Heeh, aku lupa mengenalkan diriku. Aku Sani Lan anak dari Tuan Lan pemilik perusahaan Lan dan aku adalah CEO dari perusahaan Lan. Jangan lupa untuk membayarkan ganti ruginya, anda bisa menghubungi pengacara kami. Aku tunggu uang ganti rugi sampai besok kalau tidak anda dan seluruh keluarga Ling dipenjara seumur hidup" ucapku sombong dan berjalan keluar restoran
"Apa - apaan ini Steven kenapa kamu mengajak anak Tuan Lan kemari? Kata kamu dia sekretarismu?" gumam wanita itu panik
"Kenapa kamu gak bilang dari awal??" protes wanita itu
"Ya kamu tidak bertanya identitasnya dan hanya asal mengejek wanita yang baru dikenal. Baiklah saya permisi dulu" gumam Steven berjalan meninggalkan mereka
"Oh ya, karena perkataanmu yang membuat wanitaku marah. Mulai hari ini kerjasama kita batal. Permisi" gumam Steven berjalan keluar restoran sedangkan aku telah mendahului keluar restoran
Aku sendiri masih kesal dengan perkataan wanita itu yang menyebutku anak dari orang miskin dan seorang *******, emang dari sisi mana aku seorang *******. Okelah aku emang gak perawan tapi dia juga tidak akan tahu masa laluku itu.
Aku duduk di kursi taman restoran yang terletak di pinggir taman dengan menatapi langit yang dipenuhi dengan bintang berwarna warni. Aku baru sadar, kenapa aku menunjukkan sifat asliku kalau marah kepada orang lain yang menyebalkan di depan Steven padahal kan emosi itu biasanya aku lemparkan saat perkumpulan atau forum dengan perusahaan lainnya.
Aku mengambil handphone di tas kecilku dan mengirimi ayahku sebuah pesan
Ayah, kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan Ling sudah aku batalkan, besok perusahaan mereka harus membayar ganti rugi itu~Sani
"Kamu ngapain disini sendiri?" tanya Steven menatapku yang membuatku kaget
"Tidak ada" gumamku kesal
"Kamu masih marah dengan perkataan mereka?" ucap Steven duduk disebelahku
"Menurutmu?"
"Menurutku? Iya"
__ADS_1
"Kamu udah tahu kenapa tanya?" protesku
"Ya aku hanya memastikan aja" ucap Steven dan tiba - tiba handphoneku berbunyi dan ternyata ayah yang meneleponku
Krriiinggg
"Hallo" gumamku mengangkat telpon ayah
"Kenapa kamu membatalkan kerjasama itu?" tanya ayah bingung
"Karena tadi nyonya Ling menyebutku anak orang miskin ******* yang membuatku kesal"
"Kenapa kamu bertemu dengan dia?"
"Aku bertemu dia karena aku ikut Steven pertemuan dengan mereka dan saat itu juga Nyonya Ling menyebutku anak dari orang miskin dan ******* yang membuatku kesal" protesku
"Baiklah nak, besok ayah urus" gumam ayah dan menutup telponnya
"Oh ya mulai hari ini aku keluar jadi sekretarismu" gumamku
"Kenapa?"
"Karena perusahaan kalian bekerja sama jadi aku keluar"
"Kamu tidak boleh keluar!!"
"Kenapa?"
"Karena aku udah membatalkan kerjasama itu jadi kamu harus tetap jadi sekretarisku" gumam Steven menatapku
"Kenapa kamu membatalkan?
"Karena sekretarisku marah sama perusahaan itu jadinya aku juga ikutan marah"
"Kenapa kamu ikut-ikut?" protesku
"Ya karena aku percaya dengan setiap keputusan dari sekretarisku jadi aku lakukan apa yang kamu lakukan"
"Dasar gak punya pendirian, kamu itu bos kenapa ngikut aku yang menjadi bawahanmu"
"Tidak ada alasannya"
"Hmmm terserah kamu Steven" desahku
"Baiklah ayo kita naik mobil, disini terus nanti kamu masuk angin"
"Emang kita akan kemana?"
"Kita pulang istirahat" ucap Steven berjalanenuju mobil di parkiran
"Hmmm baiklah" gumamku mengikuti Steven
__ADS_1