Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 13 : Pulang Ke Rumah Steven


__ADS_3

Tugas yang di berikan Steven sangat amat banyak dan itu membuatku sakit kepala. Aku tidak menyangkan bakal sebanyak ini tugas sekretaris orang penting. Berjam - jam aku kerjakan dan akhirnya aku menyelesaikannya


"Huuuh akhirnya" desahku menutup laptop dan menyerahkan setumpuk kertas itu kepada Steven


"Ini udah selesai" gumamku menaruh setumpuk kertas itu diatas meja


"Cepet banget"


"Ya aku harus menyelesaikannya ... ini udah mau jam pulang" gumamku dan Steven membaca satu persatu kerjaanku dengan teliti


"Mmmm... bagus kerjaan pertamamu"


"Iya harus lah namanya juga kerja" gumamku kembali duduk di sofa


"Mmm... kamu gak laper?"


"Ntar aja di rumah, ada banyak makanan" gumamkh


"Di rumahku lagi gak ada makanan"


"Kenapa dirumahmu, di rumahku lah" protesku


"Hei... Kamu mulai hari ini menginap di rumahku"


"Sejak kapan?"


"Sejak kamu tanda tangan kontrak itu"


"Hari ini banget?"


"Ya... pakaianmu juga udah di rumahku"


"Heeeiii...!!!" protesku


"Udah jangan protes... ayo pulang aku juga udah selesai" gumam Steven menutup laptop dan berjalan mendekatiku


"Hmmm baiklah" gumamku menuruti kemauan Steven


Perjanjian kontrak itu di negara ini merupakan perjanjian hukum, kalau salah satu melanggar perjanjian itu dia akan di hukum 5 kali lebih kejam dari pada hukuman kriminal biasa.


Steven berjalan mendahuluiku dan aku mengikutinya dari belakang, saat kami keluar dari kantor banyak karyawan yang menatapku dengan penasaran dan aneh tapi ya udah lah masa bodo ku tidak peduli yang penting aku ingin tidur dan beristirahat.


Aku mengikuti Steven menuju ke parkir kantor yang berada di bawah gedung. Di tempat parkir aku melihat ada satu mobil hitam yang sangat berkilap dan besar.


"Silahkan masuk" ucap Steven membuka pintu mobil


"Waah sangat mewah" gumamku kagum melihat mobil yang mewah luar dan dalam


"Ini mobilku yang biasa ada beberapa mobil mewah lainnya di rumah"


"Oh ya?, kok beda dengan mobil yang pernah ku jumpai. Mobilmu yang dulu kamu jual?"


"Mobil yang mana?"


"Yang warna hitam"


"Ohh.. ada di rumah"


"Kenapa gak kamu pakek" tanyaku


"Ya itu mobil khusus, ini mobil buat ke kantor aja"


"Emang ada berapa mobil?"

__ADS_1


"Mmm ada, ntar kamu itung aja sendiri" gumam Steven memainkan handphonenya


"Emang enak ya jadi orang kaya" gumamku melihat pohon dari jendela


"Kamu kan kaya juga"


"Ya tapi kesepian" gumamku


"Kan sekarang ada aku, kamu gak akan kesepian lagi"


"Ya bakal beda lah, kamu itu bosku" gumamku


"Ya walaupun bosmu tapi kamu anggap temanmu juga no problem"


"Gak ah..." desahku


Tiiiiing


Tiba - tiba handphoneku berbunyi keras dan aku langsung melihat handphoneku, ternyata sebuah pesan dari Nana


*Fifiyan... Tugasmu udah selesai? -Nana


Tugas apa? -Sani


Tugas dari dosen XuanXi -Nana


Oh ya?? Aku lupa, makasih udah mengingatkan -Sani


Oke, jangan lupa besok berangkat pagi ada kelas tambahan!! -Nana*


"Oh ya besok kan aku harus kuliah mana ada tugas dari dosen terkiler lagi, aku capek lagi, tugasnya belum aku selesaiin lagi ... haduuuh" gumamku dalam hati


"Kenapa wajahmu kebingungan seperti itu?" tanya Steven menatapku


"Aku belum mengerjakan tugasku kuliah dan besok berangkat pagi" gumamku


"Ya tahu tapi kan aku juga kuliah tau!!" protesku


"Gak boleh!!" protes Steven


"Kenapa gak boleh??"


"Kamu sekretarisku jadi kamu harus kerja gak usah kuliah - kuliahan"


"Kenapa kamu melarangku seperti itu!! Istri aja enggak anak bukan keluarga bukan kenapa kamu larang - larang, yang biayai aku kuliah ayahku bukan kamu jadi kamu gak berhak melarang aku kuliah!!" protesku


"Gak boleh..." protes Steven


"Steven, kenapa aku kuliah gak kamu bolehin?. Kamu menyuruhku bekerja di kantormu, kamu menyuruhku tinggal di rumahmu aku turutin masa aku kuliah gak kamu bolehin!!!" protesku


"Ada alasanku gak ngebolehin kamu"


"Apa alasannya?"


"Ada pokoknya"


"Kalau kamu gak ngebolehin aku berhenti kerja di tempatmu!!" protesku dan Steven menatapku kesal


"Hmmm, baiklah aku izinkan kamu kuliah, tapi ada syaratnya"


"Apa syaratnya?" tanyaku penasaran


"Aku yang mengantar dan menjemput kamu"

__ADS_1


"Tidak perlu kan kamu kerja"


"Kamu mau aku izinin gak?"


"Hmmm baiklah, tapi jangan di depan kampus agak jauh dari kampus aja" gumamku mengalah


"Baiklah setuju" ucap Steven senang


Menyetujui perjanjian kontrak itu sama aja berada di dalam penjara apapun tidak diperbolehkan dan di kekang tanpa alasan jelas, aku tidak tahu aku harus bagaimana dan harus berbuat apa tapi mau tidak mau aku harus melakukannya


Perjalanan yang cukup jauh membuatku sangat kelelahan, tidak aku sangka rumah Steven ini berada jauh dari kota malah mobil kami melaju di tengah pohon yang rimbun


"Rumahmu masih jauh?" tanyaku penasaran


"Tidak, bentar lagi sampai"


"Mana sampai?"


"Tuh di depan sudah rumahku" gumam Steven menunjukkan satu bangunan rumah yang sangat mewah dan sangat luas


"Itu rumahmu?" tanyaku kaget


"Ya itu rumahku"


"Waaah..." gumamku


"Dirumah ada siapa aja?" gumamku


"Aku sendiri"


"Istri dan anakmu tinggal dimana?"


"Belum punya"


"Kamu belum menikah?" tanyaku kaget


"Emang wajahku terlihat tua apa??" protes Steven


"Mmm lumayanlah"


"Lumayan apa?"


"Lumayan tua" gumamku tertawa tapi Steven mencubit pipuku


"Dasar ya kamu!!!" protes Steven gemas


"Aduuh sakit tahu" gumamku kesal


"Ya udah kita turun aja dulu" gumam Steven membuka pintu dan kami berdua turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam rumah


Tiba - tiba pintu rumah terbuka sendiri dan kami berdua masuk ke dalam rumah yang mewah itu. Saat aku berjalan memasuki rumah itu, aku kaget melihat rumahnya sangat mewah dan besar bahkan dinding dan dekorasi rumah berwarna emas yang sangat elegan


"Waah rumahmu bagusnya" gumamku kagum


"Enggaklah, ini masih biasa"


"Biasa gimana kayak gini biasa"


"Hahaha ya udah dibuat nyaman aja ya anggap aja rumah sendiri "


"Baiklah, kamarku sebelah mana?"


"Itu dilantai dua, semua barangmu ada di kamar. Istirahatlah aja dulu" gumam Steven duduk di sofa ruang keluarga

__ADS_1


"Baiklah..." gumamku pergi menuju ke kamarku


Aku menatap rumah yang mewah ini sampai tidak berkedip, semua dekorasi rumah yang mewah dan elegan. Rumah yang sangat mewah yang pertama kali aku temui, dulu aku kira hanya rumahku yang mewah tapi ternyata rumah milik Steven yang lebih mewah dari pada rumahku


__ADS_2