
Kriiiiiiinngggg
Suara alarm terdengar sangat keras di telingaku yang membuatku terbangun di tidur indahku. Mataku terbuka sebelah dan tanganku berusaha meraih alarm yang ada di meja sebelahku. Dengan usaha yang melelahkan aku akhirnya bisa mematikan alarm itu.
"Uuuhhh kenapa kenceng banget sih alarm ini" gumamku kesal
Aku segera terbangun dari tempat tidurku dan segera bergegas untuk mandi pagi apalagi hari ini aku masih ujian, jadi aku harus bergegas dari pada aku nanti terlambat ke kampus, aku tidak mau kalau aku sampai terlambat untuk ujian. Aku segera menyelesaikan mandi pagiku kemudian memakai pakaianku dan siap - siap untuk berangkat kuliah
"Selamat pagi nona. Nona sudah siap?" sapa Lina sambil sedikit menunduk kearahku
"Oh pagi juga Lina, Ya aku hari ini masih ujian jadi ya harus berangkat pagi"
"Baik nona, sarapan sudah saya sediakan dibawah"
"Terimakasih Lina" gumamku mengambil tas dan turun ke dapur
Aku menuruni tangga sambil menatap sekitar, aku tidak melihat tanda - tanda kehadiran Steven, Apa dia benar - benar pergi setelah bertemu denganku semalam. "Kenapa dia melakukan itu coba kaya aku orang penting saja" gerutuku dalam hati.
"Ini nona sarapan nona" ucap Lani ramah menatapku
"Oh Lani disini?"
"Iya nona, silahkan dinikmati nona" gumam Lani menaruh susu hangat di atas mejaku
"Terimakasih Lani" gumamku memakan roti panggang dengan lahap sedangkan Lani sibuk mencuci piring
"Mmm oh ya Lani, kemana Steven?"
"Tuan sedang ada keperluan, semalam tuan pulang sebentar tapi saat nona pulang tuan langsung pergi kembali"
"Pergi kemana dia?"
"Saya tidak tahu nona, kamu tahu kemana tuan pergi Lina?" tanya Lani menatap Lina yang berjalan kearahnya
"Saya juga tidak tahu nona, soalnya tuan pergi tanpa pamit"
"Oh begitu ya"
"Tapi semalam tuan berpesan untuk menjaga nona"
"Menjaga aku? Kenapa?"
"Saya juga tidak tahu nona"
"Mungkin tuan suka sama nona. apa lagi selain nona tidak ada wanita yang datang dan tinggal di rumah ini" gumam Lina tersenyum
"Emang Steven tidak punya pacar gitu?"
"Setahu kami tuan tidak punya pacar nona"
"Tapi ada satu orang yang selalu ngotot ingin dinikahi oleh tuan"
"Siapa itu?"
"Namanya Lidya tapi kami tidak tahu dia dari keluarga mana" gumam Lani
"Oh begitu ya" desahku
"tapi nona harus hati - hati apabila bertemu dengan dia"
"Kenapa?"
"Dia wanita bermulut kasar, kalau nona bertemu dengan dia nanti nona di hina"
"Oh ya? Hmm aku jadi semakin penasaran dengan wajahnya"
"Apa nona tidak takut?"
"Tidak, kenapa harus takut. Kalau dia menginjak harga diriku, aku injak balik harga dirinya. Kalau kalian dihina bilang saja ke aku"
"Kalau nona sangat berani seperti itu apa nona tidak takut kalau tuan akan marah kepada nona"
"Kalau dia marah ya aku malah bersyukur" gumamku menghabiskan seluruh makananku
"Baiklah, aku pergi dulu ya" gumamku berjalan meninggalkan dapur keluar ke depan rumah
Di depan rumah seorang laki - laki muda berpakaian jas rapi sedang berdiri di dekat mobil.Aku tidak mengenalnya tapi sepertinya dia sopir pribadi Steven yang lain. Aku berjalan mendekatinya dan laki - laki itu sedikit menunduk memberikan hormat kepadaku
"Selamat pagi nona, saya Aril sopir pribadi tuan Steven. Tuan Steven menyuruh saya untuk mengantar dan menjemput nona ke kampus"
"Selamat pagi juga, sopir yang satunya kemana?"
"Oh sopir yang satunya menemani tuan Steven jadi saya menggantikannya"
"Begitu ya, hmmm baiklah" gumamku masuk ke dalam mobil dan sopir itupun segera menjalankan mobil keluar area rumah Steven
"Nona hari ini akan ujian kah?"
"Iya, kok kamu tahu"
"Tuan yang memberitahukan saya dan meminta saya agar nona tidak terlambat mengikuti ujian"
"Emang dia bilang?"
"Iya nona, jadi selama nona ujian saya akan melewati jalan pintas"
"Emang ada ya?"
"Ada kok nona, biasanya saya mengantarkan tuan lewat sini juga"
"Oh begitu ya, kamu kenal namanya Lidya?"
"Lidya? Oh ya saya tahu nona, tapi hanya sekedar tahu saja"
"Emang dia suka Steven?"
"Iya nona, sampai sekarang tetap mengejar tuan Steven namun tuan Steven tidak menyukainya"
__ADS_1
"Tidak suka karena apa?"
"Saya juga tidak tahu nona, kalau di depan nona Lidya Tuan Steven berperilaku biasa saja tapi kalau tidak ada nona Lidya dia sering marah - marah tidak jelas"
"Steven marah - marah tidak jelas?"
"Iya nona, tuan sebenarnya jengkel tapi dia tidak mau kasar terhadap wanita"
"Gak laki itu namanya" gumamku
"Tidak juga nona, kalau sudah terlewat batas pasti tuan akan lebih tegas lagi. Cuma saat ini tuan tidak mau berurusan dengan wanita itu"
"Kenapa?"
"Panjang ceritanya nona, mending nona tanyakan kepada tua sendiri" gumam Aril fokus menyetir
"Mmmm Steven hari ini kemana?"
"Tuan ada urusan nona sampai beberapa hari, padahal urusannya belum selesai tapi tuan tetep ngotot ngajak pulang karena belum pamit kepada nona"
"Cuma karena itu?"
"Iya nona"
"Hmmm kalau gak bisa kenapa dipaksain coba, mau ngomong atau tidak aku juga tidak peduli" gumamku kesal
"Nona pasti tahu maksud tuan kanapa berbuat seperti itu"
"Aku tidak tahu" gumamku pura - pura semua itu tidak terjadi
"Ya semoga saja nona paham maksud tuan" desah Aril sambil terus fokus menyetir. "Walaupun aku tahu apa yang dimaksud Steven aku juga tidak akan mengakuinya sebelum dia sendiri yang berbicara langsung empat mata denganku" gumamku dalam hati
"Baiklah nona, kita sudah sampai"
"Sudah sampai? Belum ada 2 jam" gumamku
"Ya kita sudah sampai nona"
"Mmm baiklah, terimakasih ya" gumamku turun dari mobil dan mobil itu bergerak pergi menjauhiku
"Emang bener - bener cepet kalau lewat jalan pintas " gumamku masuk ke dalam lingkungan kampus yang masih sepi dari aktifitas mahasiswa lainnya. Aku berjalan menuju tempat dudukku kemarin dan membuka bukuku, kemarin aku lupa tidak belajar jadi aku harus belajar hari ini.
"Kamu pagi banget udah dateng" gumam seseorang yang berdiri di depanku
"Ya karena akan ujian jadi aku harus belajar" gumamku tidak memperdulikan laki - laki itu
"Aku sedang berbicara kepadamu, beraninya kmau tidak memperdulikan aku!" protes laki - laki itu
"Walaupun aku tidak melihatmu tapi aku tahu itu kamu ketua Tiger Chan" gumamku menatap Tiger dengan kesal
"Emang ya orang jenius memang beda" gumam Tiger duduk di sampingku
"Apa maumu?" gumamku dingin
"Tidak ada, aku hanya tidak sengaja lewat"
"Namanya ujian pasti serius lah belajarnya"
"Baguslah anak pandai" gumam Tiger mengelus rambutku dengan lembut
"Tumben ramah, kenapa tidak semenyebalkan kemarin?" sindirku
"Tidak, hari ini moodku sedang baik. Kamu jadi ingin tahu jawabannya tidak?"
"Mau banget" gumamku menatap Tiger dengan penuh harapan
"Nanti setelah kamu ujian temui aku di ruang belakang sekolah aku akan menjawabnya. Oke fighting" gumam Tiger berjalan meninggalkanku
"Heeeh sudah kuduga, dasar semua laki - laki menyebalkan" gumamku melanjutkan belajarku
Setelah Tiger pergi meninggalkan aku aku menjadi tenang untuk kembali belajar, emang kehadiran Tiger itu sangat menyebalkan dan sangat mengganggu konsentrasi belajarku ini.
Hampir satu jam aku belajar dua mata kuliah sekaligus yang membuat kepalaku terasa panas, walaupun aku sudah capek namun terasa tanggung kalau tidak aku habiskan sekalian materi mata kuliahku ini. Namun tiba - tiba ada yang menyodorkan sekaleng minuman dingin di atas bukuku, tanpa aku sadari akupun menatap laki - laki yang memberiku sekaleng minuman itu
"Pagi"
"Oh pagi juga" umamku menatap Xiao Min berdiri di depanku
"Ini buatmu" gumam Xiao Min menyerahkan sekaleng minuman dingin
"Terimakasih" gumamku menerima kaleng itu dan Xiao Min duduk di sebelahku
"Kamu rajin banget belajar sepagi ini"
"Tidak kok aku hanya belajar sedikit" gumamku menutup bukuku dan memasukkannya ke dalam tas
"Hmmm kalau aku sih males pagi - pagi disuruh belajar"
"Ya kan biar pintar jadi harus rajin belajar"
"Ya sih tapi gak tahu gimana ya namanya juga males kan ya"
"Hmmm iya juga sih, aku juga sering seperti itu. Mmm ngomong - ngomong kamu kok sudah sampai di kampus, biasanya kamu selalu terlambat"
"Tidak juga, kebetulan saja aku hari ini bangun pagi" gumam Xiao Min menatapku
"Oh ya? Mmm baguslah kalau kamu setiap pagi bangun pagi"
"Heheh ya aku akan berusaha"
"Nah baguslah kalau kamu mau berusaha bangun pagi"
"Hehehe iya, oh ya semalem kamu tidak kemalaman kan?"
"Tidak kok, kamu pergi jemputanku pas datang"
"Oh ya... Hmmm baguslah, aku takut kamu kenapa - napa"
__ADS_1
"Tidak kok aku baik - baik saja"
"Hmmm baguslah" desah Xiao Min senang
"Hayoo, kalian berdua ngapain disini!!" teriak Nana yang mengagetkan kami berdua
"Tidak ada, tadi aku sedang belajar disini" gumamku
"Ah bohong, bukunya aja tidak ada"
"Kan sudah aku masukin ke dalam tas"
"Halah alasan, udah ah dari pada kalian berdua duduk disini mendinging kita masuk ke dalam kelas, sebentar lagi kita masuk" gumam nana menarik tanganku
"Mmm baiklah, jangan tarik aku seperti ini dong" protesku namun Nana tetap menarik tanganku
"Kalian berdua ini seperti anak kecil aja" gumam Xiao Min mengikuti kami dari belakang
"Udah ayo kita ntar telat loh" gumam Nana terus menarik tanganku
"Hmmm iya deh Nana" desahku mengalah dan terus mengikuti tarikan tangan Nana
Kami bertiga sampai di dalam kelas yang telah penuh oleh anak - anak kelas yang sedang sibuk belajar. Aku duduk di tempatku dan Nana serta Xiao Min juga duduk di tempat mereka masing - masing. Tidak lama kemudian datanglah dosen pengawas kami yang sangat galak dan membuat kami sekelas tidak berani berkutik masa sekali
"Selamat Pagi semua, hari ini saya menjadi pengawas kalian di dua mata kuliah sekaligus, jadi ibu harap kalian mengerjakannya dengan serius dan tidak menyontek. PAHAM!" teriak dosenku tegas
"Ba.. Baik bu" ucap kmai semua dan kami mulai mengerjakan soal - soal itu
"Aduh susah banget ini soalnya" gumam seseorang di sampingku
"Yang aku pelajari tidak keluar di ujian lagi" gumam seseorang kursi paling belakang
"Hei kalian, ini sedang ujian malah ngobrol sendiri. Cepat dikerjakan!" teriak dosen pengawas itu dan kelaspun menjadi sunyi senyap, sedangkan aku tidak terlalu mempermasalahkan itu karena yang aku pelajari barusan keluar semua di soal. Aku mengerjakan soal ujian itu dengan serius dan tidak ada satu jam soal pertama telah selesai aku kerjakan
"Mohon maaf ibu, saya sudah selesai mengerjakannya" gumamku berjalan ke depan kelas
"Oh bagus bisa mengerjakan ujian dengan cepat. Baiklah, ini soal kedua ujian ini" gumam dosen pengawas memberiku selembar ujian
"Teriamkasih bu" gumamku dan aku kembali ke tempat dudukku.
Setelah mendapatkan soalku, aku segera mengerjakan dengan sungguh - sungguh apalagi aku harus segera bertemu dengan Tiger. Aku ingin tahu jawaban Tiger tentang perjanjian kontrak itu, aku harap semoga dapat membantuku
Disela - sela aku mengerjakan ujianku, aku merasa ada seseorang yang mengawasiku dari jendela kelas. Dan saat aku melirik ke jendela pojok ruangan, aku melihat Tiger sedang mengamatiku dengan serius mungkin dia penasaran kenapa aku bisa mengerjakan dengan cepat atau ungkin dia masih penasaran apakah aku menyontek atau tidaknya. Tanpa aku pedulikan aku segera menjawab semua soal ujian sampai akhir dan akhirnya aku dapat menyelesaikan semuanya
"Saya sudah selesai bu" gumamku membawa lembar jawabanku dan soalku ke depan kelas
"Kamu sudah selesai?" tanya dosen pengawasku kaget
"Sudah ibu" gumamku menyerahkan lembar soal dan jawaban kepada dosen pengawas
"Dia selesai?"
"Waah keren"
"Waah gila, bisa ngerjain seluruh soal sulit ini dengan mudah" gumam seorang teman kelasku
"Waaah gila dia, bisanya cepat banget ngerjainnya" gumam salah seorang teman kelasku tidak percaya
"Bu jangan - jangan Sani mencontek selama ujian, dia dari kemarin selesai dengan cepat" protes salah satu mahasiswi menuduhku
"Tidak, aku tidak mencontek" protesku
"Apa buktimu kalau kamu tidak mencontek?"
"Silahkan geledah tempat dudukku apakah ada contekan atau tidaknya" gumamku dan dosen pengawas tanpa basa basi segera mengecek tempat dudukku
"Tidak ada"
"Pasti dia buang kesuatu tempat bu!"
"Carilah kalau benar - benar aku mencontek"
"Dasar tukang contek, namanya salah siapa yang mau mengakuinya" teriak mahasiswi itu dan di sambung seluruh kelas menyorakiku
"Aku tidak mencontek!!" protesku
"Diam kalian!!" teriak dosen pengawas namun masih kalah dengan suara teman - temanku satu kelas
Brruuuaaakkk
Terdengar suara pintu di dorong dengan kuat dan muncul Tiger di depan kelas dengan wajah dingin
"Apa - apaan ini kalian berisik sekali!!!' ucap Tiger dingin
"Dia mencontek kak" ucap salah satu mahasiswi mengadu kepada Tiger
"Aku tidak mencontek!!" protesku membela diriku sendiri
"Mana ada maling teriak maling!!"
"Ya betul itu"
"Ya betul"
"Hei diam kalian!.. Aku dari tadi mengawasi dia dan memang dia tidak melakukan pencontekan sama sekali, berbeda dengan kalian yang mencontek tapi kalian malah menuduh orang" ucap Tiger dingin
"Kenapa malah membela si tukang contek?"
"DIAM KALIAN... aku hitung satu sampai tiga kalau tidak ada yang mengaku kalau kalian mencontek dan tidak mau maju ke depan tanpa basa basi aku akan menggeledah kalian semua"
"SATU..."
"DUA..." teriak Tiger dan satu persatu temanku maju ke depan kelas
"Tidak ada yang mau mengakuinya lagi? ... TIGA" teriak Tiger dan tiba - tiba datang beberapa orang penegak kedisiplinan masuk ke dalam kelas dan menggeledah satu persatu meja yang ada di dalam kelas dan ternyata seluruh teman - temanku yang menuduhku itu mencontek
"Waaahhh ... Waahhh... Tidak aku sangka, aku ditipu oleh bocah ingusan seperti kalian ini dan hampir menghukum Sani yang ternyata tidak mencontek sama sekali. Setelah ini kalian semua masuk ke ruang saya!!" teriak dosen pengawas dengan kesal dan terus memarahi anak - anak yang ketahuan mencontek, sedangkan aku tidak memperdulikannya dan pergi keluar kelas dengan kesal
__ADS_1