
Nana menatapku dengan serius bahkan tanpa berkedip yang mrmbuatku kesal dengan tatapannya itu
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" gumamku kesal
"Ya aku masih tidak percaya saja kamu bisa bersama dengan laki - laki itu"
"Hmm mau gimana lagi, takdir mungkin ya" desahku
"Jodohmu mungkin San?"
"Jodohku, ogah banget... Aku malah berharap bisa cepat - cepat keluar dari kehidupan yang konyol ini" desahku
"Aku doakan yang terbaik untukmu San" ucap Nana menyemangatiku
"Terimakasih Na" gumamku sambil tersenyum
"Aku yang harusnya berterimakasih padamu San, aku kini tidak perlu memikirkan uang untuk kontrakan"
"Ya aku hanya bisa membantumu seperti itu aja"
"Meskipun hanya itu aku bersyukur banget"
"Sama - sama" gumamku
"Hei kalian berdua ternyata ada disini" ucap Xiao Min sambil membawa nampan di tangannya yang membuat kami terkejut
"Ketua kelas?" gumam Nana kaget
"Aku mencari kalian dari tadi!" protes Xiao Min kesal
"Kenapa mencari kami?" tanyaku
"Sebelum itu, boleh gak aku duduk disini?"
"Boleh silahkan saja" ucapku dan Xiao Min duduk di sebelahku
"Jadi kenapa kamu mencari kami?" tanyaku menatap Xiao Min
"Oh ya, pesta ulang tahunku diundur pas tanggal ualng tahunku"
"Jadi dua hari lagi itu?"
"Itu sih pra acaranya saja sih, tapi kata ayahku sekalian aja pas hari ulang tahunku aku mengundang teman - temanku. Sedangkan dua hari lagi itu khusus untuk teman ayah - ayahku" jelas Xiao Min melahap makanan yang ada di depannya
"Oh begitu ya?, jadi kapan ulang tahunmu?"
"Beberapa bulan lagi"
"Bulan apa?"
"Bulan Juli"
"Bulan Juli bukannya bulan depan ya?" tanya Nana polos
"Ya, bulan depan. Jadi kalian harus datang ya!!"
"Kalau aku tidak datang?" tanyaku santai
"Tidak boleh, kalian harus datang"
"Ya aku usahakan" gumamku
"Datang beneran loh ya!!"
"Iya - iya, bawel" gumamku kesal
"Bentar ya kalian berdua, aku mau nambah makanan nih" gumam Nana meninggalkan kami berdua
"Mmmm oh ya Sani, aku ingin mengatakan ini dari awal" gumam Xiao Min menatapku
"Mengatakan apa?"
"Aku suka padamu" gumam Xiao Min lirih
"Apa yang kamu bilang aku gak kedengeran?" protesku
"Mmm aku cuma mau bilang kalau..."
__ADS_1
"Kalau apa?"
"Aku minta maaf perlakuan kasarku padamu saat awal masuk beberapa bulan lalu"
"Oh masalah itu!!... No problem aku tidak mempermasalahkan itu"
"Oh ya?... hmmm syukurlah kalau begitu" desah Xiao Min senang
"Kenapa juga kamu meminta maaf kepadaku, aku sendiri sudah lupa kejadian itu"
"Ya.. Ka... Karena aku tidak mau punya musuh" gumam Xiao Min malu - malu
"Begitu ya. Baiklah aku maafkan" gumamku sambil tersenyum
"Terimakasih Sani" ucap Xiao Min tersenyum
"Jadi kita berteman kan?"
"Boleh lah kan kita semua teman" gumamku tersenyum
"Baiklah, aku senang mendengarnya... Mmm kapan - kapan mau gak kita berdua main?"
"Main kemana?"
"Kemana aja deh"
"Nana?"
"Kan aku mengajak kamu aja" protes Xiao Min
"Kenapa gak ajak sekalian?"
"Ya kan aku hanya ingin mengajakmu sekalian sebagai permintaan maafku yang tulus"
"Tanpa kamu ajak kemanapun aku sudah memaafkanmu"
"Ya tapi aku pribadi belum lega kalau tidak mrngajakmu main kesuatu tempat, aku biasanya seperti itu"
"Oh begitu ya, mmm baiklah kabari aku aja kalau kamu akan mengajakku keluar. Tapi kalau bisa jangan mendadak ya"
"Ya karena ada sesuatu, yang penting kabari aku sehari sebelumnya"
"Okey baiklah, kalau malam besok bagaimana?
"Besok? malam minggu?"
"Ya mumpung aku besok free"
"Mmm baiklah, ketemu di depan cafe Berry" gumamku
"Oke baiklah, kita bertemu jam 2 sore ya aku tunggu" ucap Xiao Min senang
"Oh ya sepulang kuliah kamu mau malam malam bareng?"
"Aku?"
"Ya kamu lah siapa lagi"
"Oh mmm boleh lah kalau begitu" gumamku
"Okey deh, jangan lupa ngerjain ujian dengan sungguh - sungguh. Nilai ini untuk kenaikan kelas kita loh!"
"Ya aku tahu itu"
"Oh ya, kalau kamu mau main denganku saja. Jangan beritahu anak - anak lain apalagi Nana ya takut mereka iri"
"Okey tenang saja"
"Hmmm" desahku
"Baiklah aku sudah selesai makan, aku tunggu besok ya"
"Okey" gumamku memainkan gelasku
"Hei Xiao Min kamu mau kemana?" teriak Nana yang akan duduk di depanku
"Aku mau kembali ke kelas, ada ujian ke dua loh. Jangan lupakan itu" gumam Xiao Min sambil melambaikan tangannya
__ADS_1
"Haissh, padahal aku baru aja mau duduk" gumam Nana kesal
"Udah kamu habiskan aja itu nanti kita terlambat masuk ke kelas" gumamku menatap Nana
"Baiklah" gumam Nana mengunyah makanannya dengan lahap
"Kalau udah selesai bilang ya, aku mau belajar dulu" gumamku membuka handphoneku
"Baiklah"
Aku membuka fileku yang ada di handphoneku dan membaca materi ujian keduaku, lumayan beberapa menit yang berharga dan bisa jadi aku memanfaatkannya untuk belajar dengan giat.
"Sani, aku sudah selesai" gumam Nana beberapa menit kemudian sambil meletakkan sendok dan garpunya di atas piring
"Baiklah, mari ke kelas. 10 menit lagi ujian di mulai" gumamku
"Okey..." ucap Nana mengikuti dari belakang untuk meninggalkan food court tersebut
Kami berdua berlari menuju ke kelas, meletakkan tasku di depan kelas dan menempati tempat duduk kami masing - masing. Disaat kami baru saja duduk, pengawas ujian datang dan memasuki kelas dengan tatapan dingin
"Selamat siang semua" ucap pengawas itu dengan dingin
"Ini ujian yang harus kalian lakukan, kerjakan 60 menit dari sekarang" ucap pemgawas itu dan kami sekelas mengerjakannya dengan bersungguh - sungguh
Saking terlalu fokusnya kami, kami sampai lupa kalau waktu ujian akan segera berakhir
"Baiklah waktu kalian kurang 15 menit lagi" teriak pengawas yang membuat kami semua terkejut
"Ba... Baik pak" teriak temanku sekelas dan aku menatap Xiao Min yang sedang asik mengerjakan ujiannya
"Xiao Min... Hei Xiao Min" bisikku keras
"Xiao Min...." bisikku kembali dan Xiao Min menatapku
"Xiao Min, aku tunggu di depan" bisikku lirih dan Xiao Min mengangguk mengerti
"Baiklah" desahku maju ke depan dan menyerahkan lembar jawabanku kepada dosen pengawas
"Saya ingin mengumpulkan pak" gumamku menyerahkan lembar jawabanku
"Bagus, kamu boleh keluar sekarang" ucap pengawas itu menerima lembar jawabanku
"Baik pak" gumamku mengambil tas di depan kelas
Aku berjalan sendiri menyusuri lorong kampus, terlihat sangat sepi dari adanya mahasiswa karena masih mengikuti ujian yang tergolong sulit. Saat aku enak berjalan di lorong, tiba - tiba aku menabrak seorang laki - laki tampan berdada bidang, berkulit putih dan jas almamater penegak disiplin serta tertulis nama Tiger Chan di depanku
"Ma... Maaf" gumamku kaget
"Siapa namamu?"
"Sa... Sani Lan" ucapku terbata - bata
"Kelas?"
"Kelas 1 A kak"
"Kamu ngapain di jam ujian keluyuran!!"
"Sa... Saya sudah selesai ujian"
"Oh ya? Hebat banget kamu bisa selesai"
"Tidak juga kak, saya mengrrjakan sesuai kemampuan saja"
"Oh begitu ya, ya udah pulanglah"
"Terimakasih kak" gumamku lirih dan berjalan cepat meninggalkan laki - laki itu
"Oh ya Sani... Besok aku tunggu kamu di ruang belakang sekolah, jangan sampai telat"
"Ada apa kamu ingin bertemu denganku?"
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu. Jangan sampai kamu telat apalagi tidak datang. Mengerti!!
"Ba... Baiklah" gumamku berjalan cepat meninggalkan laki - laki itu
Aku berusaha semampuku untuk terhindar dari petugas kedisiplinan yang galak dan menyebalkan itu, aku sendiri tidak mengerti kenapa dia ingin bertemu denganku besok. Padahal kan aku hanya menabraknya tanpa sengaja doang tidak mungkin kan dia menghukumku
__ADS_1