Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 42 : Berusaha Masuk Ke Asrama Malam


__ADS_3

Pagi ini aku bangun sangat awal untuk segera mandi apalagi kamar mandi ini hanya ada satu di setiap kamarnya jadi aku harus mandi dahulu sebelum Nana yang mandi karena Nana mandinya sangat lama dari pada aku. Setelah aku mandi aku langsung duduk di kursi make upku dan berdandan


"Hooaaamm"


"Kamu udah bangun Sani?" gumam Nana berjalan kearahku


"Ya, seperti biasa" gumamku


"Ya aku sudah tahu itu, aku mandi dulu" gumam Nana berjalan dengan malas ke arah kamar mandi


Kriiiinnggg


Tiba - tiba handphoneku berbunyi, aku langsung mengambil handphoneku yang ada di kasur dan mengangkat telepon dari Xiao Min


"Hallo Sani" ucap Xiao Min


"Hai Xiao Min, ada apa?"


"Nanti saat jam pulang sore kita bertemu ya"


"Emang mau ngapain?"


"Oh, aku ada oleh - oleh untukmu"


"Oleh - oleh? Dari mana?"


"Aku kan pergi liburan, baru sampai asrama putra hari ini sih jadi aku akan memberimu oleh - oleh"


"Oh ya lupa, kamu beberapa minggu ini tidak masuk" gumamku


"Iya makanya itu"


"Baiklah, nanti aku tunggu di taman" gumamku memakai lipstikku


"Oke Sani, jangan lupa sekolah. Bye..." gumam Xiao Min menutup teleponnya


"Iya.." gumamku meletakkan handphoneku


"Siapa Sani?" tanya Nana berdiri di belakangku


"Eeh... Hmmm kamu mengagetkanku" protesku


"Oh maaf hehehe"


"Tumben kamu mandi cepet, biasanya lama" gumamku beranjak dari kursi


"Iya airnya dingin jadi aku tidak mau mandi lama" gumam Nana menatapku


"Ya kan setiap hari airnya dingin Na"


"Iya sih, tapi hari ini dingin banget, oh ya tadi yang telpon kamu siapa?"


"Si ketua kelas"


"oh kenapa menelepon?"


"Mau ngasih aku oleh - oleh" gumamku merapikan buku pelajaranku


"Cie dapet oleh - oleh"


"Apa sih cuma oleh - oleh doang" gumamku berjalan ke arah pintu


"Kamu mau kemana?"


"Ke kelas, kita hampir terlambat" gumamku membuka pintu


Oh ya hampir jam 8 pagi ya" gumam Nana mengambil tasnya dan berusaha mengejarku


"Hei Sani tunggu lah" protes Nana di sampingku

__ADS_1


"Iya, aku juga berjalan pelan" gumamku menatap bangunan asrama malam


"Jalanmu cepet tau"


"Benarkah?" gumamku terus menatap bangunan asrama malam


Di salah satu jendela yang ada di lantai atas aku dapat melihat dua mata merah menatapku dengan dingin di dalam ruangan yang terlihat gelap. "Mata... Steven?" gumamku dalam hati sambil terus menatap dua mata itu


"Sani ..."


"Sani.." teriak Nana mengagetkanku


"Ehh... Ada apa?"


"Aku dari tadi memanggilmu tahu!!"


"Oh ya? maaf aku sedikit melamun" gumamku menatap salah satu jendela tadi dan ternyata sekarang yang kosong


"Apa yang kamu lihat?"


"Tidak ada... Udah ayo pergi ke kelas" gumamku menarik tangan Nana


"I.. Iya - iya tapi jangan tarik - tarik juga tahu" protes Nana


"Udah jangan cerewet nanti kita telat" gumamku terus berjalan menuju kelasku sambil menarik tangan Nana


Sesampainya di dalam kelas aku melepaskan genggaman tanganku dan duduk di kursiku sedangkan Nana duduk di kursinya sendiri. Sambil menunggu dosenku datang ke kelas aku membuka handphoneku dan membaca sebuah artikel yang ada di bagian atas list berita


"Kelas baru di Kwanchi University yaitu kelas malam tidak dibuka untuk umum" gumamku membaca judul artikel itu


"....Sampai sekarang siapa yang menjadi mahasiswa di kelas malam Kwanchi University belum diketahui secara pasti, awak media berusa mencari tahu jawabannya tapi tidak mendapatkan jawabannya sampai sekarang..." gumamku membaca isi berita tersebut


"Jadi itu kelas khusus ya, sepertinya para bangsawan yang bisa masuk di kelas itu. Aku harus bertanya langsung kepada Steven sekarang ini" gumamku memasukkan handphoneku, tiba - tiba dosen pengajar kami masuk ke dalam kelas


"Pagi anak - anak hari ini bapak akan mengajarkan ...." gumam dosen pengajarku sambil menulis di papan tulis dan menjelaskan pelajaran yang sangat membosankan untukku


Selama berjam - jam aku mengikuti pelajaran yang sangat membosankan itu, kalian juga pasti tahu rasanya mendengarkan penjelasan guru atau dosen di depan kelas tanpa melakukan apapun kecuali mendengarkan saja sangat membosankan tapi ya mau gak mau aku harus mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh dosenku dan sampai akhirnya bel pulang berbunyi dengan keras, untung hari ini pulang agak siang jadi tidak terlalu malam seperti kemarin


"Baiklah anak - anak, jangan lupa tugasnya di kerjakan ya... Selamat sore" gumam dosenku dan keluar kelas


"Sore juga bapak" gumam kami sekelas dengan keras dan kami semua langsung bersiap - siap pulang ke asrama masing - masing


"Hei ayo kita pergi ke asrama malam" ucap temanku perempuan dengan semangat


"Ayo... Aku ikut"


"Ayo..."


"Aku ikut juga" teriak teman - temanku dengan semangat sedangkan aku tidak ada semangat untuk melihat orang - orang yang menyebalkan itu


"Sani ayo pulang" gumam Nana berdiri disebelahku


"Kamu pulang aja dulu, aku harus menemui Xiao Min dulu" gumamku merapikan buku pelajaranku


"Dia tidak masuk?" gumam Nana menatap meja Xiao min yang berada di belakang kelas


"Dia baru baik ek asrama hari ini jadi dia tidak masuk" gumamku


"Oh ya aku lupa, ya udah jangan pulang malam - malam" gumam Nana berjalan keluar kelas


"Iya tenang saja" gumamku bergegas meninggalkan ruang kelas


Tidak tahu kenapa disetiap langkah kakiku keluar gedung kampus, aku merasa ada seseorang yang mengawasiku dari kejauhan yang membuatku kesal


"Tidak perlu bersembunyi dan mengawasiku seperti itu" gumamku kesal yang membuat mata merahku menyala


"Ternyata kamu bisa merasakan kehadiranku tuan putri" gumam bawahan Steven


"Kenapa kamu mengikutiku?"

__ADS_1


"Ini perintah yang mulia, tuan putri" gumam bawahan Steven menyerahkan secarik kertas


"Perintah Steven?"


"Iya tuan putri"


"Oh begitu ya, salamkan kepada rajamu kalau aku tidak rindu dia" gumamku pergi meninggalkan bawahan Steven


"Baik tuan putri" gumam bawahan Steven dan langsung menghilang, aku lalu membuka kertas itu dan membacanya


"Kamu belajar yang rajin gak usah nakal - nakal" gumamku membaca tulisan di kertas itu


"Ini doang? Aaah membuang waktuku" gumamku kesal sambil merobek kertas itu dan membuangnya ketempat sampah dan berjalan ke taman yang ada di dekat gedung kampus


Setelah aku berjalan beberapa langkah, aku melihat Xiao Min yang sedang berdiri di tengah taman sambil membawa satu tas kecil di tangannya


"Hai Xiao Min" gumamku dan Xiao Min menoleh kearahku


"Oh hai Sani, lama tidak berjumpa. Ini untukmu" gumam Xiao Min tersenyum


"Ini untukku?"


"Iya..." gumam Xiao Min menyerahkan tas kecil itu


"Oh terimakasih Xiao Min" gumamku menerima tas pemberian Xiao Min


"Apa yang ada di dalamnya?" gumamku penasaran


"Buka saja" gumam Xiao Min dan aku langsung membuka tas kecil itu dan ternyata sebuah boneka beruang kecil yang imut


"Aaahh lucu sekali, terimakasih" gumamku tersenyum


"Syukurlah kalau kamu suka, baiklah aku kembali ke asrama dulu ya. Kamu juga kembalilah ke asramamu" gumam Xiao Min berjalan meninggalkanku


"Baiklah.." gumamku menatap Xiao Min dari belakang


"Pujaan hatiku ..!!!" teriak beberapa mahasiswa di belakangku yang sedang menunggu kedatangan para vampir dan iblis


"Hmmm masih ada waktu untuk bertemu Steven" gumamku memegang boneka beruang itu dan berusaha memindahkannya ke kamarku


"Lah kenapa tidak bisa?" gumamku kesal


"Apa ada yang salah ya??"


"Oh ya... kan jiwa vampirku di segel" desahku


"Aku sembunyikan kan dimana ya?" gumamku bingung


"Hai Sani" sapa Lili di belakangku


"Oh Hay Lili, kamu ngapain disini?"


"Aku ingin melihat mahasiswa malam, kamu mau ikut?"


"Tidak terimakasih" gumamku


"Tunggu Lili"


"Iya ada apa Sani?" gumam Lili menatapku


"Boleh titip boneka ini sebentar, aku ada perlu dengan dosen"


"Baiklah, boneka dari siapa?"


"Itu hadiah dari temanku, tolong ya"


"Baiklah nanti aku letakkan di kamarmu "


"Terimakasih Lili" gumamku lari menjauhi Lili untuk mencari celah masuk ke dalam kompleks itu

__ADS_1


Aku berjalan mengelilingi dinding tinggi itu sambil mengamati dinding tinggi yang mengelilingi kompleks itu, selama aku berjalan aku tidak bisa melihat adanya celah untuk aku bisa masuk, dinding itu sangat kokok, kuat dan tebal yang membuatku bingung agar aku bisa masuk ke dalam


__ADS_2