Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 39 : Menjadi Manusia Biasa


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan tadi? Teleportasi?" gumam Steven menatapku


"Kamu tidak perlu tahu!!" gumamku berjalan meninggalkan Steven tetapi tiba - tiba kepalaku terasa sangat pusing dan tidak memiliki tenaga sama sekali dan aku hampir terjatuh tetapi Steven dengan cepat menangkap tubuhku


"Kamu kenapa?"


"Tidak tahu kepalaku pusing banget" gumamku memegang kepalaku


"Hmmm sudah ku duga, ini akibatnya kamu menggunakan kekuatanmu dan kamu menggunakan teknik itu, udah tahu kamu itu belum kuat menahan jiwa vampirmu" protes Steven


"Cerewet" gumamku kesal


"Cerewet ya? Kamu kayak gini siapa yang susah? Aku juga tahu!!" protes Steven menyentuh dahiku dan menggendongku


"Kamu merubahku jadi manusia lagi?" tanyaku menatap Steven saat aku sadar aku tidak bisa menggunakan mata vampir


"Iya, kamu belum siap menggunakan jiwa vampirmu jadi aku segel"gumam Steven menggendongku keluar dari ruangan itu


Saat Steven menggendongku di dalam acara pesta banyak dari vampir - vampir itu menatapku seperti harimau yang sedang kelaparan. Tatapan yang tajam dan taring yang menajam membuatku sedikit takut.


"Bau darah manusia" gumam salah satu vampir menatapku


"Bau darah manusia? Aku mau?" teriak seorang laki - laki mendekati kami berdua


"Bau darah ini membuatku jadi gila" gumam seorang perempuan menunjukkan taring tajamnya


"Kamu ingin membuatku menjadi makan malam mereka apa!!" protesku tapi Steven tidak menjawab dan terus melangkahkan kakinya


"Steven ... Dia?" ucap tetua vampir kaget tapi Steven tidak menjawabnya


Semakin langkah Steven melangkahkan kakinya di tengah ruangan semakin banyak pula vampir yang mengerumuni kami berdua


"Yang Mulia manusia itu untuk kami ya?"


"Waah makan malam yang menyenangkan" ucap seorang laki - laki dengan senang sambil mendekati kami berdua


"Kamu mau membunuhku ya Steven!!" protesku


"Berikan kepada kami manusia itu" gumam vampir itu datang beramai - ramai


Namun saat para vampir itu mendekati kami berdua tiba - tiba vampir - vampir itu terpental ke belakang dengan sendirinya


"Dia wanitaku" ucap Steven dingin dan petir di atas rumah tersebut menggelegar dengan keras yang membuat seluruh vampir ketakutan


"Kalau mau manusia cari saja sendiri sana" gumam Steven dingin dan melangkahkan kakinya kembali


"Steven dia kamu rubah menjadi manusia di keadaan seperti ini?" protes tetua vampir


"Ya, ini juga gara - gara kakek mengajarkan dia saat dia belum siap menjadi vampir abadi" gumam Steeven menghilang dari ruangan pesta dan menapakkan kakinya dirumahnya di dunia manusia


"Kamu istirahatlah dulu" gumam Steven membaringkan tubuhku di tempat tidur


"Kamu mau kemana?"


"Aku akan mengambilkan makanan untukmu" gumam Steven merubah tampilan dan pakaiannya lalu keluar dari kamar


"Hmmm baiklah" desahku menatap kedua tanganku


"Ternyata jadi manusia biasa begini ya rasanya, lemah dan gak berdaya"desahku


"Apa yang kamu pikirkan" gumam Steven membawa semangkok bubur


"Kamu cepet banget?" tanyaku kaget


"Aku tinggal ngambil aja di dapur" gumam Steven duduk di sampingku


"Buka mulutmu" gumam Steven menyuapiku


"Ini kamu masak sendiri?"


"Tidak, Lina yang memasak bubur ini"

__ADS_1


"Kok cepet?"


"Dia vampir, jadi masak apapun bisa cepet" gumam Steven menyuapiku lagi


"Punya kekuatan enak ya bisa melakukan apapun tidak seperti manusia yang lemah seperti diriku" gumamku


"Kamu masih bisa menggunakan kekuatanmu"


"Benarkan?"


"Ya tap hanya untuk tertentu saja, kalau untuk mneggunakan teknik dasar vampir tidak bisa"


"Kenapa?" protesku


"Karena jiwa vampirmu dan jiwa iblismu aku segel jadi kamu hanya manusia biasa"


"Jahat kamu Steven" gumamku kesal


"Katanya kamu mau jadi manusia biasa aja"


"Ya memang, tapi saat aku bisa melakukan apapun sesuka ku itu aku menjadi suka dengan vampir"


"Ya udah nikmati masa - masamu jadi manusia sebelum menjadi vampir abadi"


"Vampir abadi?"


"Ya begitulah, makanya nikmatilah masa - masa saat menjadi manusia"


"Segel itu apa bisa di buka kembali?"


"Bisa, hanya aku yang bisa membukannya"


"Kapan kamu membuka segel itu?"


"Kalau kamu sudah siap dan tidak menggunakan kekuatanmu untuk hal - hal buruk"


"Apa hanya kamu yang bisa membukanya? Apa aku sendiri tidak bisa membukanya?"


"Kamu bisa membukannya sendiri kalau kamu membangkitkan jiwa vampirmu sendiri seperti di ruang kelas dulu, tapi aku berharapnya kamu tidak menggunakannya lagi"


"Kenapa?"


"Tidak, aku tidak akan membahayakan orang lagi" gumamku


"Baguslah" gumam Steven mengusap bibirku dengan lembut


"Oh ya aku dengar di universitasmu di bagi menjadi kelas malam dan kelas siang ya?" gumam Steven sambil menghilangkan mangkok kotor tersebut


"HaaaH? Kok bisa? Aku tidak tahu!!!" teriakku kaget sambil mencari tas kecilku tapi tidak aku temukan


"Kamu mencari ini?" gumam Steven menyerahkan tas kecilku


"Iya, terimakasih" gumamku mengambil handphoneku dan membaca banyak pesan yang tidak terbaca di handphoneku


Aku langsung membuka salah satu pesan dari Nana


Sani... - Nana


Sani aku ada berita.. - Nana


Kampus kita ada kelas baru, kelas malam  - Nana


Hei Sani, kenapa kamu centang...- Nana


Kamu kemana? -Nana


Maaf aku ada urusan beberapa hari ini dan aku terkejut mendengar berita itu - Sani


"Benar kata kamu Steven" gumamku meletakkan handphoneku dan menatap Steven


"Kan aku udah bilang...."

__ADS_1


Kriiinnggg ... Kriiinggg


Tiba - tiba handphoneku berbunyi dan aku melihat layar handphoneku ternyata Nana yang meneleponku


"Hallo..." gumamku


"Hallo Sani, kamu kemana aja? kenapa baru balas chatku yang sebulan lebih itu? Apa yang terjadi denganmu?" protes Nana


"Sa.. Sabar, tanya satu - satu napa" gumamku kewalahan


"Kamu kemana aja selama ini?"


"Aku... Aku ada urusan hehehe"


"Kenapa bisa sebulan tidak ada kabar!!" protes Nana


"Bentar sebulan? Kamu baru bangun tidur? Aku sibuk hanya beberapa hari" gumamku kaget


"Eeehhh maksudku kenapa kamu tidak ada kabar selama ini?"


"Oh hmmm aku ada urusan Nana, ada apa kamu meneleponku"


"Kita ada kelas malam, dan kata anak - anak mereka sangat tampan loh"


"Hah? Benarkah?"


"Ya beneran, dan dua hari lagi kita kuliah lagi"


"Eeeh kuliah lagi? Bukannya kita libur semester beberapa bulan ya?"


"Ya seharusnya tapi rektor kita sudah berganti dan kebijakan kita juga berubah jadi mau gak mau dua hari lagi kita harus kuliah lagi"


"*Aigoo...*Padahal ingin menikmati liburanku" gumamku


"Ihhh sama tahu, aku juga ada di kampung halamanku. Oh ya jangan lupa hari ini kita harus pindah ke asrama.  udah dulu ya aku ada urusan sebentar" gumam Nana menutup teleponnya


"Tu... Tunggu.." gumamku memegang handphoneku


"Siapa?" tanya Steven menatapku


"Nana, dia bilang ada kelas malam di kampus" gumamku meletakkan handphoneku di atas tempat tidur


*"*Benarkan perkataanku"


"Kenapa kamu tahu?"


"Aku tahu? Ya pastilah tahu, apa yang tidak aku ketahui


"Hmmm Tapi aneh loh, Nana bilang aku gak buka handphone selama sebulan lebih dan dia bilang dia lagi di kampung halamannya padahal kan aku emang hampir sebulan lebih di dunia kalian dan cuma beberapa hari di dunia manusia apalagi dia aja di rumah sendiri tidak punya keluarga" gumamku bingung


"Kamu belum tanya Nana siapa Nana sebenarnya?"


"Mmm aku belum bertanya" desahku


"Nanti kalau ada kesempatan tanyakan kepada Nana sendiri, kamu akan tahu jawabannya" gumam Steven


"Kenapa kamu tidak memberitahuku langsung" gerutuku kesal


"Kamu nanti tidak percaya dengan ucapanku jadi biar kamu tahu sendiri dari orangnya"


"Hmm iya juga sih aku tidak percaya dengan perkataanmu apapun itu" gumamku memalingkan wajahku


"Kalau kamu kuliah lagi, kamu akan tinggal di asrama perempuan di kampus dan tidak tinggal di sini lagi" ucap Steven membuatku senang


"Serius?"


"Iya, kamu boleh datang kemari kalau kamu rindu aku"


"Hiiih rindu kamu? Enggak bakalan" gumamku kesal


"Ya kita lihat saja nanti"

__ADS_1


"Udah kamu siap - siap... Besok pagi sopir mengantarkanmu ke asrama" gumam Steven meninggalkan kamarku


"Besok pagi? Banget? Kenapa ngedadak sih!!" protesku kesal dan bersiap membereskan barang - barangku. Aku tidak percaya bisa terbebas sementara dari si vampir menyebalkan itu dan aku bisa sedikit bernafas sejenak


__ADS_2