Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 60 : Bertemu Kakek Di Menara


__ADS_3

Dari semalam aku tidak bertemu Nana bahkan sampai siang ini aku juga tidak bertemu Nana di kamar. Aku segera mandi dan siap - siap berangkat ke kelas, aku melangkahkan kakiku dan langsung duduk di tempat dudukku di kelas


Suasana kelas masih sepi jadi aku masih bisa untuk belajar di kelas dengan tenang


"Kamu sudah sampai aja Sani" gumam Candra mengagetkanku


"Ya aku hanya sedang belajar"


"Oh ya? Rajin juga kamu masih awal sudah belajar"


"Ya kemarin gak sempet belajar"


"Pasti kamu mengurung diri di kamar kan?"


"Kenapa kamu tahu?" tanyaku penasaran


"Kehilangan orang tersayang pasti menyakitkan" desah Candra menatapku


"Ya memang benar apalagi orang satu - satunya yang aku miliki di dunia manusia" gumamku pelan


"Ya aku mengerti kok perasaanmu Sani, bahkan kamu hampir membunuh dua raja itu"


"Biarlah, kalau bukan karenamu dan Sony pasti aku sudah membunuh mereka" gerutuku kesal


"Hmmm ya aku mengerti rasa sakit yang kamu alami itu namanya manusia pasti akan ada masanya mati, aku sebagai siluman juga bisa mati sewaktu - waktu apalagi kamu"


"Ya memang tapi!!"


"Udah iklhaskan saja, kalau kamu masih seperti itu bagaimana ayahmu bisa tenang di surga, apalagi kamu istri kaisar langit kamu masih bisa melihat ayahmu di surga" gumam Candra mengelus rambutku dengan lembut


"Seriusan bisa?"


"Ya bisalah, dia raja malaikat dan dia menguasai surga pasti dia bisa mengajakmu bertemu dengan ayahmu"


"Oh ya? Nanti lah aku tanyakan ke Sony" gumamku senang


"Baguslah, kamu harus berperilaku biasa, anggap saja tidak ada apapun"


"Hmmm baiklah, aku akan berusaha" desahku pelan


"Baguslah, lanjutkan kamu belajar. Udah banyak teman - teman kita yang datang" bisik Candra dan meninggalkanku


Tidak lama kemudian seluruh teman - temanku datang ke dalam kelas bahkan Sony juga masuk ke dalam kelas


"Pagi permaisuriku" sapa Sony dengan lembut


"Kan sudah aku bilang jangan terlalu frontal!!" gumamku kesal di dalam hati


"Oh ya lupa hehehe"


"Hmmm ya sudah lah, pagi juga" desahku pelan


"Semangat ujiannya ya"


" Ya kamu juga" desahku memasukan bukuku ke dalam tasku, tiba - tiba datang dosenku membawa banyak sekali kertas


"Selamat pagi semuanya" sapa dosenku dengan ramah


"Pagi pak"


"Baiklah hari ini ujian ya, masukkan buku - buku kalian dan siapkan alat tulis kalian" gumam dosenku dan memberikan lembar - lembar soal itu kepada kami


"Mmm soal yang menarik" gumamku mulai mengerjakan soal - soal itu sendiri. Selama mengerjakan soal aku mendengar teman - temanku yang sibuk mencari jawaban kepada satu sama lain


"Hei bisa tenang atau tidak!!" teriak dosenku kesal dan semua teman - temanku terdiam


"Bagus, kerjakan sesuai kemampuan kalian"


"Baik pak" gumam teman - temanku dengan pelan


Aku mengerjakan tugas dengan serius apalagi emang aku selalu serius mengerjakan tugas - tugas itu. Tidak butuh satu jam aku selesai mengerjakan tugas itu


"Pak saya ingin mengumpulkan" gumamku meletakkan lembar jawabanku di meja


"Bagus, seperti biasanya kamu mengerjakan tugas dengan cepat" gumam guruku tapi aku terus berjalan keluar dari kelas


"Kamu mau kemana?" gumam Sony dalam hati


"Kesuatu tempat" gumamku membuka pintu dan aku merada di atas menara tempat tongkongan Candra

__ADS_1


Aku duduk di pinggir menara sambil melihat matahari yang masih di ufuk barat memancarkan sinar yang indah


"Sani..." panggil seseorang di belakangku, aku menoleh ke arah belakang dan aku terkejut melihat kakeku berdiri di belakangku


"Kakek? Kenapa kakek kemari?" gumamku terkejut


"Aku hanya ingin melihat cucu kesayanganku"


"Benarkah? Bukan karena ada hal lainnya?" gumamku menebak


"Ya benar, tebakanmu tepat sekali"


"Ada urusan apa kakek kemari?"


"Ini masalah Steven denganmu"


"Lalu kenapa?" gumamku dingin


"Ya kakek tau apa yang terjadi Sani, tapi itu bukan kesalahan Steven dan Leo..."


"Ya aku tahu"


"Lalu kenapa kamu tidak memaafkan mereka?"


"Walaupun mereka tidak sengaja melakukannya tapi mereka tetap salah kakek" teriakku kesal


"Ya kakek tau, tapi kenapa tidak mencoba memaafkannya. Steven menjadi pemurung dan selalu mengurung diri di kamar sejak kamu marah dan pergi bersama kaisar langit"


"Emang apa salahnya aku marah dia dan pergi dengan kaisar langit, kalau bukan karena kaisar langit yang memohon aku untuk melepaskan dua raja yang menyebalkan itu aku sudah membunuh mereka berdua" gumamku kesal


"Cucuku, kakek tau perasaanmu" gumam kakek mengelus rambutku


"Tapi memaafkan mereka tidak ada salahnya kan"


"Aku sudah memaafkan mereka itupun terpaksa karena kaisar langit yang memintaku, tapi aku sudah bilang aku tidak ingin bertemu dua orang yang menyebalkan itu lagi"


"Hmmm kenapa kamu hanya menuruti perkataan kaisar langit?"


"Menurut kakek?" gumamku melirik kakek


"Oh kamu sudah tahu ya rahasia darah tiga campuran"


"Padahal itu mitos ya, sungguh keajaiban kalau kaisar langit bisa menemukanmu"


"Bukan keajaiban kakek, dia selama ini mengawasiku"


"Oh ya? Kenapa dia bisa menunjukkan wajahnya kepadamu saat ini?"


"Ya hal itu dimulai saat aku bertemu dengan raja kegelapan, kami berdua saling serang tapi saat aku hampir mati tidak aku duga kaisar langit datang dan menyelamatkanku bahkan aku sudah diajaknya ke istana langit" gumamku pelan


"Serius?" tanya kakek dengan kaget


"Iya seriusan, kenapa kakek kaget seperti itu?"


"Berarti yang kita fikir mitos itu benar - benar fakta ya!!"


"Ya bisa dikatakan seperti itu" desahku


"Hmmm salah ya untuk kaisar langit, kakek aja sampai tua begini belum pernah ketemu kaisar langit"


"Salam anda saya terima tetua vampir" gumam Sony di belakang kami


"Kamu siapa?" tanya kakek heran dan Sony mengubah penampilannya memakai jubah putih yang panjang


"Saya kaisar langit" gumam Sony lembut


"Ka... Kaisar langit, hormat hamba kaisar langit" gumam kakek menunduk kearah Sony


"Iya bangunlah tetua vampir"


"Saya merasa hormat bisa bertemu dengan anda kaisar langit"


"Ya terimakasih tetua vampir, saya merasa terhormat juga. Ada perlu apa tetua vampir datang kemari?"


"Mmm ... Anu... Saya hanya ingin bertemu dengan cucuku"


"Oh begitu ya, maaf kalau kehadiran saya mengganggu"


"Tidak kaisar langit, saya tidak terganggu sama sekali"

__ADS_1


"Oh begitu ya syukurlah kalau begitu, oh ya tetua vampir tolong rahasiakan identitasku kepada orang lain ya. Ini juga permintaan cucumu"


"Permintaan Sani?"


"Ya benar ini permintaan istriku jadi ya aku harus melakukannya"


"Oh baiklah kaisar langit, saya tidak akan memberitahukan siapapun. Terimakasih kaisar langit sudah melindungi cucuku"


"Tidak masalah, sudah tanggung jawabku sebagai suami" gumam Sony santai


"Aah baiklah, saya sangat tenang sekarang"


"Anda tidak perlu khawatir tetua vampir"


"Oh ya kaisar langit apakah boleh lain kali aku ajak cucuku ke kerajaan vampir?"


"Tentu saja, aku tidak melarang istriku kemanapun. Apalagi dimanapun aku tetap bisa memantau istriku"


"Baiklah terimakasih kaisar langit, saya permisi dulu" ucap kakek sedikit menundukkan badan ke arah Sony


"Ya silahkan" gumam sony dan kakek menghilang dari pandanganku


"Kenapa kamu izinkan?" gumamku kesal


"Izinkan apa?"


"Izinkan aku ke kerajaan vampir!!"


"Ya dia kakekmu, mau tidak mau ya aku pasti mengizinkanmu apalagi masih ada ibumu di sana kan"


"Ya benar sih. Mmmm oh ya Sony, apakah aku bertemu dengan ayahku disurga?"


"Kenapa kamu ingin kesana?"


"Ya aku ingin bertemu dengan ayahku"


"Bisa aja sih, cuma hanya sekali setelah itu tidak bisa"


"Kenapa?"


"Karena untuk bisa bertemu ayahmu itu tidak bisa terus menerus nanti membuat arwah ayahmu menghilang selamanya"


"Emang bisa seperti itu?"


"Ya bisa karena manusia pasti akan melalui reinkarnasi, jadi kalau arwahnya hilang jadi dia sulit untuk berinkarnasi"


"Oh begitu, baiklah sekali tidak apa yang penting bisa bertemu ayah"


"Nanti kalau sudah waktunya ya aku ajak kamu"


"Kalau sekarang tidak bisa?"


"Tidak bisa, ayahmu masih berada di bawah tangan dewa kematian, nanti kalau ayahmu sudah berada di surga aku bisa membawamu kesana"


"Oh begitu ya, terimakasih ya Sony"


"Sama - sama istriku, kamu kenapa disini?"


"Aku hanya ingin menatap matahari saja, kamu ngapain disini?"


"Aku mengkhawatirkanmu"


"Mengkhawatirkanku? Kenapa?"


"Ya takut kamu kenapa - napa ataupun kamu melompat dari sini"


"Tenang saja aku tidak melakukan hal konyol seperti itu"


"Baguslah kalau begitu" desah Sony merubah wujudnya ke bentuk manusia lagi


"Ya kamu jangan khawatir, baiklah aku mau kembali ke kamar" gumamku beranjak berdiri dari tempat dudukku


"Silahkan saja"


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau ke istana langit, ada sedikit urusan"


"Baiklah hati - hati" gumamku berjalan dan berpindah tempat ke kamar asramaku. Ujian yang sedikut susah tadi membuatku merasa sangat capek apalagi aku belum makan sama sekali dari pagi hari

__ADS_1


__ADS_2