Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 54 : Aku Mencintaimu


__ADS_3

Di pesta aku melihat banyak sekali orang - orang yang sedang menikmati pesta mewah itu bahkan mereka lupa akan apa yang terjadi tadi di pesta ini


"Sani..." teriak Nana di depanku


"Oh hai Nana"


"Bagaimana udah merasa baikan?"


"Iya, aku sudah tidak apa - apa"


"Hmmm syukurlah, ayo kita ke belakang" gumam Nana menarikku ke belakang pesta orang - orang penting itu


Di belakang rumah aku melihat banyak teman - temanku yang asik berpesta ria, ada yan sedang makan camilan, mengobrol, bermain di kolam renang, dan ada juga yang sedang asik berjoget. Di pojokan aku melihat Candra yang berperilaku dingin dan tak peduli seperti biasanya di kelas


"Hay Sani kemarilah" teriak Xiao Min melambaikan tangan kearahku


"Hai"


"Kamu kemana saja? Ini minuman untukmu"


"Oh mmm tadi diluar sebentar, terimakasih minumannya" gumamku


"Iya sama - sama, nikmatilah pestanya ya" gumam Xiao Min meninggalkan aku dan Nana


"Hei Na, dia juga tidak ingat?"


"Ya, dia manusia biasa jadi ya dia bakal lupa"


"Oh begitu ya" desahku duduk di kursi dekat kolam renang


"Iya, kalau manusia biasa pasti bisa"


"Oh mmm Nana kamu tahu raja kegelapan" bisikku di telinga Nana


"Raja kegelapan? Aku tahu, kenapa kamu bisa tahu?"


"Huussst jangan keras - keras"


"Oh mmm maaf" gumam Nana menutup mulutnya


"Kenapa kamu tahu?"


"Ya ada yang memberitahukanku, siapa raja kegelapan itu?"


"Ya raja kegelapan itu raja tertinggi di seluruh dunia termasuk dunia manusia. Dia penguasa terkejam, dingin, dan menyebalkan, dia juga yang membuat semua raja bertarung satu sama lain dan membuat banyak dari kaum kami yang bisa keluar masuk dunia manusia seenaknya" gumam Nana menatapku


"Dan juga... Dia musuhmu yang sesungguhnya"


"Oh ya? Kenapa menjadi musuhku?"


"Ya karena hanya vampir darah campuran manusia, iblis dan vampir yang bisa mengalakahkannya, itu juga di sebutkan oleh para leluhur kami bangsa iblis juga"


"Oh begtu ya... Kalau aku tidak mampu mengalahkannya bagaimana Na?"


"Ya dunia ini tidak akan pernah seimbang dan malah muncul berbagai peperangan berkelanjutan. Tapi aku percaya kamu pasti bisa"


"Hmmm ya semoga saja" desahku menatap bulan purnama yang indah di atasku


"Kamu gak mau berpesta Sani?" tanya Nana menatapku


"Tidak, kamu berpesta aja. Aku mau pergi ke toilet sebentar" gumamku berjalan meninggalkan pesta menuju ke toilet yang ada di dalam rumah Xiao Min

__ADS_1


Saat aku berjalan sendirian aku merasakan ada yang menatapku diam - diam dari dekat dan itu membuatku kesal, masa aku mau ke toilet juga di ikuti diam - diam seperti itu


"Kalau mau mengobrol denganku gak perlu sembunyi sepeti itu" ucapku dingin dan keluarlah Steven di belakangku


"Kamu seperti biasa ya bisa merasakan kehadiranku"


"Apa maumu?"


"Kemana aja kamu dengan Candra sialan itu?"


"Bukan urusanmu"


"Kenapa kamu begitu menyebalkan seperti itu?" gerutu Steven dingin


"Aku menyebalkan ya?" gumamku menatap Steven kesal


"Siapa yang membuatku kesal? Siapa yang menjatuhkan harga diriku? Siapa yang bilang aku *******? Siaaappaaa?" teriakku kesal


"Mereka tidak tahu tentang kamu jadi maafkan saja" gumam Leo di sebelah Steven


"Heeeh... maafkan ya? Enak sekali kamu bicara" ucapku kesal


"Ya mereka vampir level B dan iblis campuran, jadi mereka tidak tahu tentangmu"


"Haaah... Hahaha, vampir level B dan iblis campuran? Selera kalian sangat jelek" gumamku membalikkan badanku dan berjalan pergi


"Hei jaga ucapanmu" teriak Leo kesal dan menyerangku tapi berhasil di tangkis Candra di belakangku


"Hei kalian cuma berani melawan perempuan!!!" protes Candra kesal


"Ini bukan urusanmu iblis rendahan" teriak Leo kesal


"Diam kalian berdua, aku yang punya urusan dengan Sani!!" ucap Steven kesal


"Itu kesalahan wanita kalian berdua tahu!!" protes Candra kesal


"Urusan dengan kalian berdua ya? Sejak kapan aku punya urusan dengan kalian berdua. Aku sudah bilang kan tadi, aku tidak akan membantu kalian menghilangkan kutukan itu sampai kapanpun. Apa kurang jelas!!" protesku dingin


"A... Apa??" teriak Steven dan Leo terkejut


"Kenapa kamu tega denganku Sani?" gumam Leo terkejut


"Tega denganmu ya? Awalnya aku bersedia menyerahkan nyawaku untuk membantu kalian agar salah satu diantara kalian yang tidak aku pilih tetap bisa hidup tapi malah wanita kalian menyakitiku seperti itu. Apa aku hanya memaafkan mereka saja? Haaah itu tidak mungkin" desahku kesal dan melangkahkan kakiku pergi ke atas bukit


Aku berdiri di pinggir tebing yang berjurang dalam dan disinari oleh sinar bulan purnama yang indah, aku hanya berdiri menatapi bulan purnama di depanku dan merasakan angin yang dingin berhembus di wajahku


"Apa kamu tahu? Hidupku dari dulu sangatlah menderita. Hidup sendiri, selalu dibully, tidak punya teman, tidak ada yang mengerti aku, bahkan hidupku masih harus menghadapi bahaya lagi kedepannya" gumamku pelan


"Ya aku tahu" desah Steven di sebelahku


"Jadi... Kenapa kamu tidak membunuhku saja biar aku mati dengan tenang Steven?" desahku menatap Steven


"Tidak akan!!"


"Tidak akan ya? Apa kamu ingin membuatku lebih menderita?"


"Tidak, aku tidak ingin membuatku terluka"


"Oh ya? Padahal yang bisa membunuhku hanya kamu dan raja kegelapan saja"


"Ya aku tahu, tapi aku tidak mau"

__ADS_1


"Hmmm dasar bodoh, kalau aku mati kutukan kalian juga hilang kok"


"Ya aku tahu, tapi aku tidak mau"


"Walaupun aku tetap hidup dan membantu kalian menghilangkan kutukan, aku juga tetap mati. Jadi bunuhlah aku sekarang"


"Ya aku tahu, tapi aku tidak mau"


"Hmmm dasar keras kepala" desahku pelan


"Aku tidak mau melakukannya karena aku ada alasan tersendiri"


"Apa itu?"


"Aku tidak ingin kehilanganmu" gumam Steven menatapku


Wuuusshhhh


Angin malam yang dingin berhembus kencang ke arah kami berdua, bagi kaum vampir angin itu menandakan keseriusan dan kalau angin itu berhembus kencang berarti dia benar - benar serius. Sedangkan bagi kaun vampir petir itu menandakan kalau vampir itu sedang marah.


"Tidak mau kehilanganku ya? Kamu juga masih punya wanita idaman kenapa mau tidak mau kehilanganku?" gumamku menatap Steven kesal


"Wanita itu sudah aku bunuh" gumam Steven dingin


"Hmmm sudah aku duga, pasti karena dia menyakitiku kan?"


"Ya, tebakanmu benar"


"Emang kamu gak kasihan?"


"Tidak... Sama sekali"


"Hmmm jadi kamu mengikuti kemari karena mengatakan ini?"


"Iya dan aku mengkhawatirkanmu"


"Hmmm kamu tidak perlu mengkhawatirkanku"


"Tapi aku ingin"


"Jangan bilang kamu ingin aku tetap membantu kalian berdua kan?"


"Tidak, kamu tetap tidak mau membantuku juga tidak masalah. Yang penting kamu tetap bersamaku"


"Hmmm bersamamu ya?" desahku menatap bulan purnama yang indah


"Kenapa kamu menginginkan itu?" gumamku menatap Steven


"Karena aku mencintaimu" ucap Steven serius dan angin kencang berhembus kembali


"Hmmm apa yang membuatmu mencintaiku? Sepeti kata wanita - wanita kalian kalau aku itu seorang ******* jadi aku tidak pantas"


"Aku tidak berfikir demikian"


"Oh benarkah?"


"Ya, aku sudah tahu semua masa lalumu. Itulah alasannya aku melenyapkan mantanmu"


"Oh begitukah?" desahku terduduk di pinggir tebing


"Ya karena aku ingin menikah denganmu" ucap Steven serius dan angin berhembus sangat kencang saat ini

__ADS_1


Aku agak sedikit terkejut seorang laki - laki mengatakan bahwa dia mencintaiku dan ingin menikah denganku walaupun dia sudah tahu masa laluku. Tapi aku sendiri masih merasa tidak pantas saja bersanding dengan Steven, apalagi aku masih ada masalah yang harus aku hadapi kemudian hari yaitu melawan raja kegelapan


__ADS_2