Merubah Takdir

Merubah Takdir
Episode 62 : Menyelamatkan Kaisar Langit


__ADS_3

Pagi ini aku berkuliah seperti biasanya dan aku juga melatih kekuatanku di sela - sela pelajaran. Aku berani melatih kekuatanku karena Sony tidak masuk selama tiga hari ini jadi aku agak sedikit bebas


Tiiingg


Tiba - tiba masuk satu pesan dari nomor tidak terkenal masuk kehandphoneku, aku langsung membuka pesan itu dan membacanya


Tuan Putri, saya perdana menteri istana langit. Apakah tuan putri bisa ke istana langit ? ~Perdana menteri


Ada apa? ~Sani


Yang mulia terluka parah setelah akibat pertarungan dengan raja kegelapan, tapi raja kegelapan juga terluka parah tapi tidak separah yang mulia ~Perdana menteri


Baiklah, aku akan kesana ~Sani


Tanpa pikir panjang aku segera mengembalikan barangku ke dalam tas dan berjalan ke depan kelas saat dosenku sedang mengajar kami


"Pak izin ke belakang" gumamku sedang wajah khawatir


"Silahkan"


"Terimakasih pak" gumamku pelan dan membuka pintu kelas dan berpindah ke depan istana milik Sony


Di depan istana aku melihat seorang perdana menteri yang sudah menungguku di luar istana dengan wajah cemas


"Selamat datang tuan putri" ucap perdana menteri itu dengan sopan


"Bagaimana keadaan yang mulia?"


"Sudah dua minggu ini tidak ada perkembangan, yang mulia masih belum sadar"


"Apa tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya?" gumamku terus berjalan memasuki istana


"Sampai sekarang ahli pengobatan masih berusaha mencari penawarnya tuan putri"


"Aku mau melihat keadaannya dulu" gumamku


"Baik tuan putri, silahkan masuk" gumam perdana menteri membuka pintu sebuah kamar yang besar, berdinding berwarna putih dan perabotan kamar yang berwarna putih


Di kamar tidur aku melihat Sony yang lemah dan berwajah pucat, tangannya kaku dan terasa sangat dingin saat dipegang seperti orang mati. Keadaan Sony membuatku sedikit khawatir


"Kenapa mereka bertarung?" gumamku memegang tangan Sony yang dingin


"Hal itu dikarenakan ada salah paham antara dewa alam bawah dengan kaisar langit jadi dewa alam bawah yang masih termasuk raja kegelapan pun melawan kaisar langit bersama dengan dewa kematian jadi kaisar langit kalah telak"


"Oh begitu ya.." desahku menatap wajah Sony yang pucat


"Siapa yang menemani kaisar langit swlama itu?"


"Saya dan perdana menteri yang lainnya tuan putri"

__ADS_1


"Pasti kalian capek, kenapa kamu baru menghubungiku?"


"Mmm hamba mohon ampun tuan putri, kami kesulitan menghubungi anda karena kami tidak punya nomor tuan putri dan kami tidak tahu dimana, kemarin ke rumah tuan putri juga tidak ada orang satupun dan seperti bangunan yang tidak berpenghuni" gumam perdana menteri itu yang membuatku mengingat kejadian menyebalkan itu


"Seluruh keluargaku sudah tidak ada" gumamku pelan


"Oh mmm maaf tuan putri, saya tidak tahu tuan putri"


"Tidak apa, jadi kamu dapat nomorku dari siapa?"


"Dari Xiao Min yang kata dia juga teman tuan putri secara langsung"


"Oh begitu ya. Baiklah, bilang ke yang lainnya kalau kamu dan yang lainnya bisa istirahat sambil mengurusi hal lainnya"


"Dan panggilkan ahli pengobatan istana untuk menemuiku di kamar ini" gumamku pelan


"Baik tuan putri, saya permisi" gumam perdana menteri itu menutup pintu dan keluar kamar


"Sony aja gak bisa melawan raja kegelapan, apa lagi aku" gumamku pelan sambil terus memegang tangan Sony dengan lembut


"Sepertinya aku harus lebih kuat agar bisa melawan raja kegelapan itu"


"Tapi yang terpenting saat ini adalah..."


"Apa obat yang bisa aku gunakan untuk menyembuhkanmu Sony?" gumamku pelan


Toook... Tookk.. Tookkk


"Masuklah"


"Terimakasih tuan putri" gumam laki - laki itu memasuki kamar Sony


"Bagaimana cara menyembuhkan yang mulia?" gumamku menatap laki - laki yang sudah agak tua itu


"Untuk mengobati yang mulia agak kesusahan tuan putri karena bagian dalam yang mulia ada yang terluka, sedangkan pengobatan biasa tidaklah mungkin dilakukan, jadi saat ini yang mulia sangat kritis sewaktu - waktu bisa saja yang mulia meninggal"


"Lalu apa tidak ada cara lainnya?"


"Mmm Cara lainnya..." desah laki - laki itu berpikir


"Ya cara lainnya... Apa tidak ada?"


"Ada satu cara tuan putri"


"Apa itu?"


"Menurut legenda darah tiga campuran apapun bisa menyembuhkan bahkan mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa"


"Hmmm Sony juga pernah berkata seperti itu" desahku mengingat perkataan sony kalau darah di leherku sangat berharga

__ADS_1


"Aku akan coba gunakan darahku untuk yang mulia aja" gumamku melepaskan ganggamanku dan beranjak bangun


"Tapi tuan putri, yang mulia melarang menggunakan darah anda apapun yang terjadi" ucap laki - laki itu cemas


"Di situasi genting seperti ini kalian ingin kaisar langit mati?" gumamku mengubah penampilanku ke wujud vampir


"Tapi ..."


"Tenang saja, kalau yang mulia marah biar dia marahin aku, kalau dia marahin kalian nanti aku marahin balik" gumamku menggores leherku dengan kuku panjangku sehingga darah segarku keluar menetes ke bawah


Aku membuka mulut Sony dan langsung mendekatkan leherku ke mulut Sony dan mengalir langsung ke dalam tenggorokan Sony


"Uuukkkhhh" desahku menahan perihnya leherku yang terluka itu


"Tuan putri tidak apa - apa?"


"Ti... Tidak apa - apa kok"


"Kalau tuan putri tidak sanggup jangan dipaksakan"


"Tenang saja, jangan khawatir" gumamku menahan rasa sakit itu


Aku tidak tahu seberapa banyak darah yang keluar dari tubuhku, yang aku tahu hanya aku harus menyelamatkan Sony, apalagi Sony berulang kali menyelamatkanku dari raja kegelapan


"Tuan putri, tangan yang mulia sudah bergerak sendiri" ucap laki - laki itu senang


"Oh syukurlah" gumamku terus memberikan darahku kepada Sony


"Lebih baik tuan putri hentikan, sebentar lagi yang mulia pasti akan siuman"


"Belum, dia belum sadar. Kalau dia sudah benar - benar sadar aku akan berhenti" gumamku terus memberikan darahku kepada Sony


"Tuan putri.. Terimakasih" gumam laki - laki itu tersenyum


"Ini tidak seberapa dengan pertolongan kaisar langit kepadaku" gumamku mengelus rambut Sony dengan lembut


Beberapa jam kemudian, tangan Sony merangkulku dengan erat yang membuatku sedikit kehilangan keseimbangan tapi tanganku masih kuat menompang tubuhku agar tidak terjatuh diatas Sony


"Kenapa di mulutku ada cairan yang terasa manis?" gumam Sony meminum darahku dengan cepat sambil terus terpejam


"Yang mulia sudah sadar?" gumam laki - laki itu senang dan Sony langsung membuka kedua matanya dan terkejut melihatku


"Sani...!!!" gumam Sony terkejut langsung melepaskan pelukannya dan terduduk di atas tempat tidur


"Apa yang kamu lakukan?" gumam Sony mengusap bibirnya dengan tangan kanannya


"Kenapa kamu lakukan itu?" protes Sony kesal


"Kamu sudah sadar ya... Yang mulia" desahku pelan dan terjatuh di atas tempat tidur Sony

__ADS_1


Badanku terasa sangat lemas, kepalaku terasa sangat berat. Mungkin aku kehilangan banyak darah jadinya aku sampai tidak bisa mempertahankan tubuhku dan akhirnya terjatuh ke tempat tidur Sony


__ADS_2